Jumat, 20 Januari 2012
14:04
Posted by
Ana
Andai
huruf dan spasi, koma,
tanda tanya ? dan senyum :)
serta titik.
Saling berbicara
akan hilangnya wujud mereka
dari layar berpendar,
dalam malam berangin
mereka akan maklum
mungkin hanya tersenyum
muram lamun
"wujudku hanya beralih ke udara,
tempat pikiranmu melayang rendah
dengan gelembung-gelembung abuabu
aku tahu,
spasi dan koma, tahu
tanda tanya dan senyum mengadu,
titik bersatu,
kamu lagi rindu"
seiring reragunya jemari menekan sederetan nomor panjang,
dengan angka depan 0 dan belakang 3
yang terhapal di luar kepala
lalu terhapus satusatu
hapus.hapus.hapus.
nomor-nomor, kata-kata, aksara-aksara
tak terkirim dalam pesan.
hanya menguar bersama dinginnya angin,
malam Januari.
Kamis, 03 November 2011
11:37
Posted by
Ana
Ya, aku memang menginginkanmu. Tapi tidak seingin itu. Mungkin hanya pada malam hujan pada lampu temaram dan selimut yang hangat. Atau mungkin pada sore hujan dengan payung yang sedikit lebar. Atau bisa saja pada pagi berkabut di jalan turunan dekat rumah tempat kita pernah menghabiskan malam bersama.
Tapi ternyata aku tidak seingin itu.
Hingga akhirnya kita berdua memutuskan untuk benar-benar menjauhi garis putih yang itu. Jauh, tapi ternyata tak sejauh itu. Karena aku masih bisa merasakan tatap matamu, melirik sebentar hanya untuk memastikan bahwa aku masih di sisi sebelah sini. Dan mungkin juga karena aku masih bisa melihatmu dengan cukup jelas, bahwa saat ini di sisi sebelah sana sudah ada perempuan kecil bertopi lebar yang menggandengmu akrab.
Aku tahu, jika seandainya pikiran manusia itu serupa angin, maka angin itu kini berhembus kepadaku.
Tapi ternyata tak sebanyak itu.
Perlahan kamu membalas genggaman tangan perempuan bertopi lebar, dan mulai berjalan menjauh.
Senin, 27 Juni 2011
13:56
Posted by
Ana
Hari ini mungkin,
balon-balon bergambar wajahku,
dan tubuhku,
dan tanganku yang kurus
serta rambutku yang terkuncir dua
terlepas dari genggamanmu
Lepas ke angkasa
menghampiri burung yang melintas
mengucapkan halo
menegur awan gelap yang siap menurunkan hujan
menembus lapisan thermosfer
dan
hilang
Hari ini mungkin,
kamu sudah berjalan pergi
dan melupakanku.
***
permisi, mau membersihkan sarang laba-laba dulu di blog ini. :)
Kamis, 26 Mei 2011
16:15
Posted by
Ana
selamat pagi istriku,aku mandi dulu
jangan lupa kita harus segera bersiap.
30 menit, kita akan berangkat
mandi, mandi.
kau baru bangun,
kau ke dapur,
kau langsung memainkan ramuan rahasia itu.
kau tidak mengizinkanku membantumu,
aku ganti baju dan memanaskan motor.
kaupun telah selesai dengan kegiatan ajaibmu di dapur mungil kita.
waktu yang ada aku sempat mengintip ke arah dapur,
tapi semua sudah rapih di dalam 2 box makanan.
1 berwarna biru berukuran besar, jelas untukku.
1 berpola polkadot berukuran sedang, untukmu kah?
isinya tercium harum madu.
harum bakaran roti.
sebuah sarapan sederhana
yang hangat darimu yang hebat.
diambil dari blog my hubby <3
Kamis, 28 April 2011
16:52
Posted by
Ana
For many times, LEBIH TELITI DONG NA!
Masa sampe harus berulang berkali-kali? Masa sampe harus merasa "diuji" sampe pusing? Bahkan apa yang dikatakan sama beruang kayanya ngga mempan sama sekali. Harus mengalami berapa kali lagi sampai harus sadar bahwa TELITI dan RAJIN itu sangat diperlukan, terutama untuk cewek yang kebetulan udah punya suami dan udah kerja meskipun baru masa percobaan?
Damn me!