sakaw

1 |

Labels:

" hal yang aku tau, hal seperti ini seperti kecanduan narkoba. semakin kamu konsumsi banyak,, semakin kamu gag bisa menahan rasa sakitnya ketika kmu kehabisan.."

kalimat itu kurang lebih miliki jacob, di bukunya Breaking Dawn, seri twilight yang keempat. buat resensinya nanti nyusul deh, soalnya aku juga belom selse baca. ketika baca kalimat jacob itu, rasanya kaya berkaca sm diri sendiri.

pernah ngga, kamu begitu sayang sm orang, kamu tau kamu sayang banget sm dia, dan bahagia krn udah nemuin orang yang dirasa tepat buat kmu..
dan kmu juga tau dia sayang kmu, walopun gag sebesar itu, tapi seenggaknya kmu tau dia sayang kmu juga,,,
tapi sayangnya dia udah milik orang lain, dan mencintai orang itu..
kamu harus ninggalin dia.. karena smakin lama kamu ngedeketin dia, semakin sakit rasanya seperti luka bernanah ketika dia ngga ada,,,

ngerti kan??

Tuhan udah myipatin makhluk berpasang2an, ada hitam ada putih
ada malam ada siang
ada bumi ada langit
ada pagi dan sore
ada panas ada hujan
dan, ada wanita dan lelaki

jodohmu pasti udah ada.. walopun dai bukan orang yang kamu inginkan selama ini, tapi apa yang dihadapanmu itulah yang terbaik buat kamu

jujur, waktu baca kalimat ini, aku jadi inget pengalamanku ditinggal sama orang yang aku sayang, dia udah punya pacar, dan aku sendiri pun udah, kita ngga tau apa yang kita lakuin, kita sama2 tau kalo ada yang salah dengan hubungan ini, tapi kita diem aja, gag mau ngmg apa2 karena tkut hubungan ini bakal berakhir..

walopun akhirnya juga berakhir...
sakit..
sakit bgt.. butuh beberapa minggu buat berhenti nangis, bahkan smp sekarang lukanya belum sembuh, dan aku masih aja kecanduan, kehabisan narkoba..
0

Labels:

berapa banyak manusia yang menggumam..
..merasa hidup ini tak kunjun lebih bail bagi mereka,
..merasa usaha hanyalah jalan terpendek menuju sia-sia,

menggumam, mencoba merubah kehidupan, tapi serasa langit sangat tak bersahabat pada mereka..
mentari menyengat panas ketika penjual es cendol berjalan di tengah debu jalanan, disambut dengan tatapan muka tak peduli orang2,
ketika tukang galian mengeruk tanah berlumpur di tepi jalan,
ketika pemulung mengorek-ngorek sampah di samping rumah mewah,
atau ketika seorang bapak yang menarik gerobag yang di dalamnya anak-anaknya tidur lelap, berselimut kardus bekas atau kain tua,

melihat orang-orang ini, terketuk hati ini, untuk sekedar memberi selembar rupiah, merasa nasib ku lebih baik--jauh lebih baik--dari nasib mereka.makan pun masih bisa memilih ayam goreng, atau bakso. tapi mereka belum tentu bisa makan cukup 3 kali sehari.
namun kadang keegoisan diri ini mneguasai, masih merasa bahwa apa yang dipunya masih kurang, belum ada apa-apanya, atau takut hartanya akan berkurang. wajar menurutku, karena manusia memang makhluk yang gag akanpernah puas, sebesar apapun harta yang mereka punya..


kemaren ada seorang temen yang kasih kultum di kelas, kebiasaan kecil tapi penuh manfaat dari komunitas kampusku, bercerita tentang sedekah.
selesai kultum, aku tersadar, betapa aku sangat kikir, ga pernah nyisihin sedikit rezeki ku untuk diberikan sama orang2 yang kurang beruntung..
kadang kalo pas lagi mo niat ngasih, eh timbul pikiran buruk,"ah..jangan2 orang ini cuma pura2 miskin"
"ah, jangan2 uang ini malah buat beli minuman"
"ah ga usah dikasih, ntar juga ga berguna buat orang ini, cuma bikin mereka tambah malas aja"

dan berbagai pikiran negatif lain yang akhirnya mengurungkan niatku untuk memberi...


dan gaara2 kultum temenku itu, aku jadi mikir,
apapun dan bagaimanapun nanti uang kita akan dipergunakan oleh mereka, itu adalah urusan mereka, yang penting adalah niat, niat dari dalam diri kita untuk memberi.
emang sih alangkah lebih baiknya kalau harta yang kita sedekahkan bermanfat dan digunakan dengan baik, tapi kita kan ngga tahu bakal diapain harta itu sama yang kita kasih, makanya positif thinking aja

makanya kadang orang2 lebih memilih untuk nyumbang di pembangunan masjid gitu daripada ngasih pengemis2, soalnya menurut mereka, mnyumbang mesjid kan mendatangkan manfaat dan pahala yang lebih gede..

***

kemaren aku ngliat tayangan di tv tentang nak2 dibawah umur yang terpaksa menggadaikan kehidupan mereka karena tuntutan ekonomi, ada si anak cobek yang kerjaannya menjual cobek keliling2 di jalan2..
sekarang kalo dipikir2 ya, siapa sih yang butuh cobek? ibu2 rumah tangga pastinya ya, tapi kan JARANG BANGET.
apalagi umur efektif cobek kan relatif lama, secara dibuatnya dari batu gitu, jadi penjualan kaya gitu tuh emang untungnya berapa? trus dlam sehari emang yang beli berapa?
huffff...
trus ad lagi anak batu bata, anak yang dijual dijadiin pekerja di pabrik2, atau anak2 yangs ering nongkrong di lampu lalu lintas, atau anak2 yang terpaksa tinggal bersama keluarganya di gerobag karena ga punya rumah, anak2 yang jadi agen ganja, anak2 yang jadi PSk!

*oh God*

aku ga bisa ngebayangin kalo aku harus menjalani kehidupan kaya gitu...
makanya aku bersyukur bgt waktu ngeliat tayangan itu, masih diberi kehidupan yang cukup layak untuk dijalani...

melihat hal itu aku jadi mikir, apa yang bisa aku lakuin?? apa cukup hanya dengan belajar yang rajin?? ha-ha. maybe, tapi pengaruhnya dikit bgt, tapi masih mending lah daripada ngga ngapa2in..

...

1 |

Labels:

mengapa kita mesti risau atas apa yang orang lain pikirkan? atas apa yang orang lain katakan? kita hidup dalam tubuh kita sendiri. kita berhak atas segala sesuatu yang ada dalam diri kita sendiri, kita berhak atas hidup kita sendiri. kita hidup dibekali akal dan pikiran agar kita bs memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Punya prinsip hidup itu penting agar kita tidak mudah untuk dikendalikan oleh orang lain.

jadilah tuan bagi dirimu sendiri.

sang pemikir

0

Labels:


kemarin ketika aku sedang duduk di bengkel--markasnya reporter kampus--tiba2 ada yang bertanya padaku, " apa yang kamu pikirin, Na?"
ternyata mereka sedang terlibat diskusi, dan aku sama sekali gag menyimak apa yang mereka debatkan.

tapi kalau diinget2, tiap kali ada pertanyaan kaya gitu, aku selalu gag bisa jawab. menjawab pun, paling banter hanya mengulang pendapat temen dengan kata2 yang lebih belepotan.

dari dulu aku termasuk orang yang cukup pinter dalam hal akademis, bukan mbermaksud buat sombong. tapi yha itu, aku sangat susah sekali mengungkapkan apa yanga da di pikiranku. mungkn karena didikan di keluargaku yang tidak membiasakan anak2nya mengungkapkan pendapat. kalau dihitung, dalam satu semester, aku paling banter nanya sama dosen hanya satu kali, itupun karena iming2 nilai atau karena disuruh tanya.

itulah sebabnya kenapa aku dipanggil dudunk. sebuah sebutan karena aku selalu ceroboh, selalu lupa, dan itu tadi, aku gag bisa menemukan kata2 yang tepat untuk menggambarkan apa yang ada di pikiranku. semuanya selalu bertumpuk2 layaknya benang yang gag ada ujungnya. dan aku selalu kebingungan ketika dimintai pendapat. dalam hal apa saja. padahal aku tahu, kalau aku tahu...

kesulitan ku dalam mengungkapkan apa yang ada di pikiranku ini begitu menyulitkan. kamu tahu gag si rasanya ketika kepalamu penuh dengan ide2, tapi tiba2 blank dan serasa menjadi orang paling bodoh sedunia ketika kamu diminta mengungkapkannya??
aku lalu dicap sebagai orang bodoh karena hal ini, dan itu menyiksa karena aku sendiri gag tau gimana memperbaikinya...

lain kali, aku mungkin akan memilih diam daripada harus menjawab pertanyaan itu lagi

menjadi dewasa

0

Labels:

keseringan di bilang sebagai anak kecil --sebenernya karena ukuran tubuh mungilku si,,,-- aku jadi terbiasa dengan kenyataan bahwa aku masih kecil. tapi mengingat 6 mei udah tinggal menghitung bulan lagi, itu artinya kepala 2 udah di depan mata.

aku kaget sebenrnya. di sat pilihan2 mulai banyak membentang. di saat orang berumur 12 tahun ppun udah ada yang menikah, aku malah masih bersikap kaya anak kecil. dari dulu aku pengen banget menjadi sosok wanita yang mandiri, yang dewasa, yang elegan, yang dihormati, yang kalem, pokoknya gambaran seorang wanita karier yangbener2 charming dan mandiri gitu..
tapi kayanya aku gag bisa. aku tetep akan menjadi seorang yang kaya anak kecil: manja dan labil.

beru2 ini aku baca sebuah kalimat
mandiri bukan berarti berani pergi kemana2 sendirian, mandiri itu berarti mampu menajadi decision maker bagi diri sendiri

dan aku pun tertohok.

karena selama ini aku selalu mendifiniskan mandiri tu sebagai berani pergi kemana2 sendirian, tanpa harus manja ditemenin. tapi ternyata sama sekali bukan itu. karena aku terlalu cengeng dan selalu bergatntung sama orang lain, itu tanda bahwa aku belum mandiri dan dewwasa.

padahal, waktu akan selalu menggerogoti kita. entah kita mau menerima kenyatan itu atau engga, apa kita akan memilih utnuk tetap mnjadi anak kecil yang gag tumbuh dewasa, atau menghadapi kenyataan bahwa kita emang semakin menua. karena seperti yang udahpernah dibilang, tua itu pasti, dewasa itu pilihan.

jadi, belajar dari pengalaman dan masa lalu, jangan cuma dijadiin kenangan yang bikin sakit hati doank, belajar untuk bersikap lebih terbuka dan memandang masalah dari berbagai sisi, dan satu lagi, jangan cengeng!

mengenal tipe kepribadian manusia

0

Labels:


Kepribadian manusia selalu menjadi tema yang menarik untuk dicari tahu, apalagi kepribadian kita sendiri. Rasa ingin tahu tersebutlah yang lantas membuat banyak orang pergi ke psikolog untuk menjalani tes-tes kepribadian. Semua ini dilakukan demi mengetahui “seperti apa sesungguhnya diri kita ini?”
Enneagram Selain dengan mengikuti tes-tes psikologi, ada satu metode yang bisa digunakan untuk mengetahui kepribadian yaitu menggunakan enneagram. Enneagram diartikan sebagai “sebuah gambar bertitik sembilan”. Metode ini dikabarkan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan diajarkan secara lisan dalam suatu kelompok sufi di Timur Tengah, hingga akhirnya mulai berkembang di Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an. Kepribadian manusia dalam sistem enneagram, terbagi menjadi 9 tipe. Renee Baron dan Elizabeth Wagele, lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.

Sembilan Tipe Kepribadian Manusia Kesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :
Tipe 1 perfeksionis: Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
Tipe 2 penolong; Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
Tipe 3 pengejar prestasi: Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
Tipe 4 romantis: Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
Tipe 5 pengamat: Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
Tipe 6 pencemas: Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
Tipe 7 petualang: Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.
Tipe 8 pejuang: Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
Tipe 9 pendamai: Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.
Panah dan Sayap Setiap tipe pada enneagram berhubungan langsung dengan 2 tipe lainnya yang disebut sebagai panah. Tipe 1 berhubungan dengan tipe 7 dan 4, tipe 2 dengan tipe 8 dan 4, dst (lihat gambar). Dinamika hubungan antar tipe ini terjadi sebagai berikut : jika dalam keadaan rileks tipe 1 akan mengambil karakter positif dari tipe 7, dan jika dalam keadaan tertekan akan mengambil karakter negatif dari panah sebaliknya, yaitu tipe 4. Sebagai contoh, tipe 1 yang mengambil sisi positif tipe 7 tidak akan terlalu mengkritik diri serta lebih menerima diri, lebih antusias dan optimis, bertindak lebih alami dan spontan. Sedangkan jika sedang tertekan akan mengarahkan kemarahan ke dalam diri sendiri lalu menjadi depresi, hilang kepercayaan diri, dan menginginkan apa yang tidak mereka miliki. Contoh lain, tipe 2 yang sedang rileks, akan mengambil karakter positif dari tipe 4, dan jika sedang tertekan akan mengambil karakter tipe 8. Dan begitu seterusnya dinamika hubungan pada tipe-tipe lainnya. Selain panah, kepribadian kita dapat tercampur atau terpengaruhi oleh tipe di kanan dan kiri kita. Tipe di kanan dan kiri kita ini disebut dengan sayap. Contohnya, tipe 1 dengan sayap 2 yang lebih kuat, cenderung hangat, lebih suka menolong, mengkritik dan menguasai. Sedangkan tipe 1 dengan sayap 9 lebih kuat, cenderung lebih tenang, lebih santai, objektif dan menjaga jarak.

http://pyramid-online.blogspot.com

new moon

0

Labels:


abis baca novel keduanya Stephenie Meyer nih.
semua kesan yang aku dapet di buku pertaman, tentang bahasa yang berbelit2lah dan sebagainya, aku hapus.!!
hehehe

masalahnya, ternyata buku kedua ini berhasil meluluh lantakkan perasaanku, dan aku baru sadar bahwa penggambaran detil suasana dan perasaan oleh si penulis ngebantu pembaca banget buat ngerti situasi.

sekuelnya twilight ini menceritakan gimana penggambaran bahagianya si BElla bisa bareng2 n mesra2an terus sm si Edward,(huh.. bikin iri banget.. soalnya si Edward ini digambarkan sebagai cowo yang bner2 bikin cewe2 klepek2 deh...)
tapi di tengah cerita, kita bakal dikejutkan oleh kepergian si Edward dengan tiba2, ninggalin si Bella berbulan2 sampe Bella kaya zombie, yang gag hidup, saking terlukanya dia. ironisnya pas bagian ini neh, aku bener2 dibikin nangis oleh cerita ini.. saat itu rasanya au bener2 jadi Bella yang ditinggalin Edward, belahan jiwaku, dan aku gag tahu kapan lagi bisa ketemu dengannya.. heheh lebay.. tapi ya itu tadi, yang bener2 bikin aku kaget, ternyata aku bisa dibikin nangis, dibikin iri, dibikin pengen, pokoknya segala macam emosi campur aduk jadi satu saat baca buku ini,,

then, singkat cerita, gara2 ditinggal edward, bella malah jadi deket sama si Jacob, yang ternyata adalah seorang werewolf...!!


sama seperti ketidakpercayaanku pada keberuntungan seorang fahri yang dikejar2 4 cewe, atau keberuntungan seorang cewe yang beperebutkan beberapa cowo sekaligus, awalnya aku juga gag percaya sekebetulan itukah bella bisa memiliki hubungan istimewa dengan 2 orang yang saling bermusuhan,, tapi lama kelamaan aku terlarut juga sama alurnya jadi, ganjalan itu lama2 ku anggap sbg hal biasa aja.


setelah baca buku ini, aku belajar banyak dari kedewasaan bela, bahkan sampe hal terremeh: masak. yha, bella kan pinter masak, sedangkan aku engga,, jadi aku terinspirasi olehnya. selain iu buku ini bener2 berhasil mengaduk2 emosi, bahkan beberapa temenku nanyain, kok akhir2 ini Ana jadi aneh kenapa..?

ya gara2 New Moon!

dont judge a book by its cover

0

Labels:

kemarin ketika pulang dari ngajar, seperti biasa aku naik angkot menuju ke tempat tinggal sementara alias kost.
kemudian, setelah beberapa lam nunggu, akhirnya tu angkt jalan juga. di tengah perjalanan, ada 3 orang laki2 ikut naik. mereka mengambil posisi duduk di sebelah kananku, di sebelah kiriku dan di depanku.

lalu, pikiran negatifku mulai bekerja. aku inget nonton reportase investigasi di tr*ns tv, di sana dijelasin, bahwa penjambretan atau pencopetan biasanya dilakukan dengan modus kurang lebih seperti ini:

dua orang atau lebih naik kendaraan umum. biasanya biar ga tampak mencurigakan mereka naik dari tempt yang berbeda. tentu aja di antara mereka udah saling janjian. kalo gag kan ya bisa naik angkot yang salah kan? hehehe.. then, dua orang ini akan berpura2 saling tidak kenal, kalo bisa tempat duduknya yang gag begitu jauh tpi juga gag begitu deket. emaNG untuk hal ini diperlukn keberuntungan karena bisa aja si angkotnya penuh jadi gag kebagian tempat duduk(sebenarnya malah menguntungkan mereka karena padatnya, jadi gag pada konsen sama barang2nya sendiri)



trus, si pencopet yang pertama, sebut saja bunga satu, akan memngalihka perhatian si calon korban. bisa dengan batuk atau apapu yang mengalihkan korban dari tas atau dompet atau hapenya. nah, di saat inilah si bunga dua beraksi. tanpa sadar.. less.. hape ilang.. kemudian.. si bunga dua turun. sebelum si korban sempet sadar. si bunga satu turun beberapa saat setelah bunga dua.


nah, waktu itu aku sempet deg2an juga. jangan2 aku yang jadi sasaran mereka. secara aku baru aja hidup di metropolitan.. jadi kudekap tasku erat2..
lalu kemudian setelah beberapa waktu, ternyata orang yang di depanku mengeluarkan hapeny... coba tebak apa.. nokia KOMUNIKATOR.. hapeku aja kalah jauh dari dia..
saat itu, langsung aja aku istighfar.. aku udah su'udhon sama mereka. aku udh menaksir, kira2 mereka itu kuli bangunan, dengan baju da tas yang biasa di bawa para kuli, lusuh juga, tapi... yahh.. tanpa memikirkan bahwa dia dapet hape itu dari nyuri jga loh yha..

aku jadi kapok, dan kemudian inget,

dont judge a book by its cover


iya kan..? udah underestimate sm orang, eh malah akhirnya malu sama diri sendiri,,,

T.T

berkah menjadi makhluk bengkel

0

selama hampir 2 tahun menjadi reporter untuk koran kampus, hampir tiap hari kujalani tanpa melewati satu hikmah. setiap pengalaman mewawancarai orang, saling membaca artikel teman, sampai lembur karena dikejar deadline, hampir sudah kenyang aku rasain.

aku inget, dulu waktu melakukan tugas wawancara untuk artikel pertamaku, persiapannya aja makan waktu minggu saking gugupnya. Bisa dikatakan bahwa aku sama sekali gag ada background jurnalistik. satu-satunya modalku waktu itu adalah mimpi yang besar, sangat besar umtuk menjadi seorang jurnalis. gara-gara2nya, sering liat gimana para reporter tr*ns tv yang memakai seragam hitam dan sedang melakukan tugas reportase--that was really cool..!! dan dalam hati, secara ga sadar aku berucap,"suatu saat aku harus jadi kaya mereka".

sebenernya udah dari kecil emang aku sangat mengagumi pekerjaan kaya gitu. penuh tantangan aja gitu keliatannya. aku inget dulu sering berdiri di depan kaca, then ngoceh2 gag keruan, biasanya berpura2 sebgai seorang reporter yang sedang meliput berita banjir.kedua orang tuaku yang udah biasa dengan 'kegilaanku' yha cuma mendiamkan aja.. cuma anak kcil ini..

obsesiku ga berhenti sampai situ, karena didukung oleh hobi membaca buku ku--walopun buku cerita, bukan sejenis buku2 yang 'berat'--akupun berniat ingin jadi penulis pula. karya pertamaku adalah fabel bersambung yang kubuat untuk adikku. dia sih senamg2 aja dibikinin cerita, walopun aku tau cerita itu akan-sangat-jelek-sekali kalau kubaca sekarang,makanya, sudah dari dulu aku melakukan langkah pencegahan dengan cara menyimpannya di entah-dimana alias hilang.

kemudian, muncul sbuah sinetron di TV, yang saat itu adalah sinetron terbaik menurutku, selain lorong waktu saat itu, which is DTK a.k.a Dunia Tanpa Koma. Tau dunk pmainnya si dian sastro itu.. kan tuh sinetron bercerita tentang dunia kewartawanan kan,, di sini semakin nambahin semangat aku..



then, akhirnya aku memberanikan diri untuk terjun di MEDIA CENTER. sebuah LPM yang ada di bawah naungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. yah kalo boleh dibilang, saat itu informasi kampus dimonopoli oleh Media Center, karena cuma satu2nya lempaga pers di kampus yang bisa nerbitin media cetak untuk seluruh warga kampus,., walopun hal ini gag menutup kesempatan buat warga kampus yang lain untuk mengungkapkan aspirasi mereka lewat media mereka sendiri, bahkan gag jarang memakai media anonim kaya m**tir de el el..

dan dalam 2 tahun ini, aku udah melalui berbagai hal.. dari mulai frustasi karena sumpek dengan semua kejaran deadline, merasa ngga kuat hingga akhirnya memutuskan untuk (hampir) mengundurkan diri dari MC, sampai cercaan orang2 yang gag setuju sama pemberitaan kami.

dan setiap membaca artikel temen yang lain, setiap betemu muka dengan para makhluk bengkel --reporter yang lain,red-- aku merasa diperkaya oleh mereka. walopun kadang adasedikit rasa eneg karena bengkel--markas-- kotor banget, ato dongkol karena anak2 kebiasaan molor dari waktu deadline, ato hal2 lain, tapi tiap detik, tiap menit, tiap hari, rasanya gag bakal sama anadi aku dulu gag berani untuk masuk di ruangan kecil ini, ,menjadi makhluk bengkel..

buat angkatan 10 dont give up..
buat angkatan 11 terus belajar..
buat semuanya.. thanks...

oia, satu hal lgi yang bikin aku penasaran, dimana yah BuCur alias buku curhat kita itu??apakah ada yang sengaja memusnahkannya?? NGAKU!
0

semalem ketika kerja kelompok sm temen2,, kita2 ngobrol.. dan kemudian ada temenku yang cerita tentang waktu,,
ia bertanya,
seandainya kalian diberi uang 24 juta, apa yang akan kalian lakukan?
then, bermacam2 jawaban kami, dari yang mulai invest lah, beli tanah, beli rumah, shopping, dan aku sendiri menjawab beli emas.
kemudian ia bilang, seandainya waktu tiap jamnya diberi nilai 1 juta maka kamu akan dapet 24 juta tiap hari, lalu apakah kamu akan memperlakukannya seperti ketika mendapat uang tadi?

mungkin sederhana, dan kita semua sudah hafa diluar kepala, bahwa waktu=uang.
tapi arti dari kalimat itu sendiri belum begitu meresap di pikiran.
setelah akhir2 ini sibuk dengan berbagai macam aktivitas, sampai bingung gimana ngebagi waktu yang 24 jam itu, baru sadar bahwa selama 19 tahun ini aku gag menghasilkan apa2 selain kesusahan buat orang2 yang menyayangiku (orangtuaku, dan orang2 lain)
dam kenyataan bahwa selama ini aku sering menghabiskan soreku dengan tiduran, ato nge-game, ato males2an, ato hal2 gag berguna lain, menusukku. sakit.
bahkan aku sering melewatkan sholat subuh karena bangun kesiangan, gara2 malemnya sibuk baca novel.

"Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya"(QS. al-Baqarah (2) : 281)

sering orang2 disekitarku bilang "aku butuh waktu 25 jam dan 8 hari", sepertinya mereka kekurangan waktu aja..
aku sendiri kalo mau jujur juga akan ngomong kaya gitu, tapi setelah kupikir2, sebenernya 24 jam dan 7 hari itu adalah waktu yang banyak banget, asal kita menggunakan sebaik2nya..

jadi, kawan, detik yang kita lalui hari ini, gag akan sama lagi dengan besok,
isilah dengan hal-hal bermanfaat, fokus dengan tujuanmu, jangan gampang terpengaruh..
semangat!