Labels:

berapa banyak manusia yang menggumam..
..merasa hidup ini tak kunjun lebih bail bagi mereka,
..merasa usaha hanyalah jalan terpendek menuju sia-sia,

menggumam, mencoba merubah kehidupan, tapi serasa langit sangat tak bersahabat pada mereka..
mentari menyengat panas ketika penjual es cendol berjalan di tengah debu jalanan, disambut dengan tatapan muka tak peduli orang2,
ketika tukang galian mengeruk tanah berlumpur di tepi jalan,
ketika pemulung mengorek-ngorek sampah di samping rumah mewah,
atau ketika seorang bapak yang menarik gerobag yang di dalamnya anak-anaknya tidur lelap, berselimut kardus bekas atau kain tua,

melihat orang-orang ini, terketuk hati ini, untuk sekedar memberi selembar rupiah, merasa nasib ku lebih baik--jauh lebih baik--dari nasib mereka.makan pun masih bisa memilih ayam goreng, atau bakso. tapi mereka belum tentu bisa makan cukup 3 kali sehari.
namun kadang keegoisan diri ini mneguasai, masih merasa bahwa apa yang dipunya masih kurang, belum ada apa-apanya, atau takut hartanya akan berkurang. wajar menurutku, karena manusia memang makhluk yang gag akanpernah puas, sebesar apapun harta yang mereka punya..


kemaren ada seorang temen yang kasih kultum di kelas, kebiasaan kecil tapi penuh manfaat dari komunitas kampusku, bercerita tentang sedekah.
selesai kultum, aku tersadar, betapa aku sangat kikir, ga pernah nyisihin sedikit rezeki ku untuk diberikan sama orang2 yang kurang beruntung..
kadang kalo pas lagi mo niat ngasih, eh timbul pikiran buruk,"ah..jangan2 orang ini cuma pura2 miskin"
"ah, jangan2 uang ini malah buat beli minuman"
"ah ga usah dikasih, ntar juga ga berguna buat orang ini, cuma bikin mereka tambah malas aja"

dan berbagai pikiran negatif lain yang akhirnya mengurungkan niatku untuk memberi...


dan gaara2 kultum temenku itu, aku jadi mikir,
apapun dan bagaimanapun nanti uang kita akan dipergunakan oleh mereka, itu adalah urusan mereka, yang penting adalah niat, niat dari dalam diri kita untuk memberi.
emang sih alangkah lebih baiknya kalau harta yang kita sedekahkan bermanfat dan digunakan dengan baik, tapi kita kan ngga tahu bakal diapain harta itu sama yang kita kasih, makanya positif thinking aja

makanya kadang orang2 lebih memilih untuk nyumbang di pembangunan masjid gitu daripada ngasih pengemis2, soalnya menurut mereka, mnyumbang mesjid kan mendatangkan manfaat dan pahala yang lebih gede..

***

kemaren aku ngliat tayangan di tv tentang nak2 dibawah umur yang terpaksa menggadaikan kehidupan mereka karena tuntutan ekonomi, ada si anak cobek yang kerjaannya menjual cobek keliling2 di jalan2..
sekarang kalo dipikir2 ya, siapa sih yang butuh cobek? ibu2 rumah tangga pastinya ya, tapi kan JARANG BANGET.
apalagi umur efektif cobek kan relatif lama, secara dibuatnya dari batu gitu, jadi penjualan kaya gitu tuh emang untungnya berapa? trus dlam sehari emang yang beli berapa?
huffff...
trus ad lagi anak batu bata, anak yang dijual dijadiin pekerja di pabrik2, atau anak2 yangs ering nongkrong di lampu lalu lintas, atau anak2 yang terpaksa tinggal bersama keluarganya di gerobag karena ga punya rumah, anak2 yang jadi agen ganja, anak2 yang jadi PSk!

*oh God*

aku ga bisa ngebayangin kalo aku harus menjalani kehidupan kaya gitu...
makanya aku bersyukur bgt waktu ngeliat tayangan itu, masih diberi kehidupan yang cukup layak untuk dijalani...

melihat hal itu aku jadi mikir, apa yang bisa aku lakuin?? apa cukup hanya dengan belajar yang rajin?? ha-ha. maybe, tapi pengaruhnya dikit bgt, tapi masih mending lah daripada ngga ngapa2in..

0kata temen-temen: