menjadi dewasa

Labels:

keseringan di bilang sebagai anak kecil --sebenernya karena ukuran tubuh mungilku si,,,-- aku jadi terbiasa dengan kenyataan bahwa aku masih kecil. tapi mengingat 6 mei udah tinggal menghitung bulan lagi, itu artinya kepala 2 udah di depan mata.

aku kaget sebenrnya. di sat pilihan2 mulai banyak membentang. di saat orang berumur 12 tahun ppun udah ada yang menikah, aku malah masih bersikap kaya anak kecil. dari dulu aku pengen banget menjadi sosok wanita yang mandiri, yang dewasa, yang elegan, yang dihormati, yang kalem, pokoknya gambaran seorang wanita karier yangbener2 charming dan mandiri gitu..
tapi kayanya aku gag bisa. aku tetep akan menjadi seorang yang kaya anak kecil: manja dan labil.

beru2 ini aku baca sebuah kalimat
mandiri bukan berarti berani pergi kemana2 sendirian, mandiri itu berarti mampu menajadi decision maker bagi diri sendiri

dan aku pun tertohok.

karena selama ini aku selalu mendifiniskan mandiri tu sebagai berani pergi kemana2 sendirian, tanpa harus manja ditemenin. tapi ternyata sama sekali bukan itu. karena aku terlalu cengeng dan selalu bergatntung sama orang lain, itu tanda bahwa aku belum mandiri dan dewwasa.

padahal, waktu akan selalu menggerogoti kita. entah kita mau menerima kenyatan itu atau engga, apa kita akan memilih utnuk tetap mnjadi anak kecil yang gag tumbuh dewasa, atau menghadapi kenyataan bahwa kita emang semakin menua. karena seperti yang udahpernah dibilang, tua itu pasti, dewasa itu pilihan.

jadi, belajar dari pengalaman dan masa lalu, jangan cuma dijadiin kenangan yang bikin sakit hati doank, belajar untuk bersikap lebih terbuka dan memandang masalah dari berbagai sisi, dan satu lagi, jangan cengeng!

0kata temen-temen: