sang pemikir

Labels:


kemarin ketika aku sedang duduk di bengkel--markasnya reporter kampus--tiba2 ada yang bertanya padaku, " apa yang kamu pikirin, Na?"
ternyata mereka sedang terlibat diskusi, dan aku sama sekali gag menyimak apa yang mereka debatkan.

tapi kalau diinget2, tiap kali ada pertanyaan kaya gitu, aku selalu gag bisa jawab. menjawab pun, paling banter hanya mengulang pendapat temen dengan kata2 yang lebih belepotan.

dari dulu aku termasuk orang yang cukup pinter dalam hal akademis, bukan mbermaksud buat sombong. tapi yha itu, aku sangat susah sekali mengungkapkan apa yanga da di pikiranku. mungkn karena didikan di keluargaku yang tidak membiasakan anak2nya mengungkapkan pendapat. kalau dihitung, dalam satu semester, aku paling banter nanya sama dosen hanya satu kali, itupun karena iming2 nilai atau karena disuruh tanya.

itulah sebabnya kenapa aku dipanggil dudunk. sebuah sebutan karena aku selalu ceroboh, selalu lupa, dan itu tadi, aku gag bisa menemukan kata2 yang tepat untuk menggambarkan apa yang ada di pikiranku. semuanya selalu bertumpuk2 layaknya benang yang gag ada ujungnya. dan aku selalu kebingungan ketika dimintai pendapat. dalam hal apa saja. padahal aku tahu, kalau aku tahu...

kesulitan ku dalam mengungkapkan apa yang ada di pikiranku ini begitu menyulitkan. kamu tahu gag si rasanya ketika kepalamu penuh dengan ide2, tapi tiba2 blank dan serasa menjadi orang paling bodoh sedunia ketika kamu diminta mengungkapkannya??
aku lalu dicap sebagai orang bodoh karena hal ini, dan itu menyiksa karena aku sendiri gag tau gimana memperbaikinya...

lain kali, aku mungkin akan memilih diam daripada harus menjawab pertanyaan itu lagi

0kata temen-temen: