berkah menjadi makhluk bengkel

selama hampir 2 tahun menjadi reporter untuk koran kampus, hampir tiap hari kujalani tanpa melewati satu hikmah. setiap pengalaman mewawancarai orang, saling membaca artikel teman, sampai lembur karena dikejar deadline, hampir sudah kenyang aku rasain.

aku inget, dulu waktu melakukan tugas wawancara untuk artikel pertamaku, persiapannya aja makan waktu minggu saking gugupnya. Bisa dikatakan bahwa aku sama sekali gag ada background jurnalistik. satu-satunya modalku waktu itu adalah mimpi yang besar, sangat besar umtuk menjadi seorang jurnalis. gara-gara2nya, sering liat gimana para reporter tr*ns tv yang memakai seragam hitam dan sedang melakukan tugas reportase--that was really cool..!! dan dalam hati, secara ga sadar aku berucap,"suatu saat aku harus jadi kaya mereka".

sebenernya udah dari kecil emang aku sangat mengagumi pekerjaan kaya gitu. penuh tantangan aja gitu keliatannya. aku inget dulu sering berdiri di depan kaca, then ngoceh2 gag keruan, biasanya berpura2 sebgai seorang reporter yang sedang meliput berita banjir.kedua orang tuaku yang udah biasa dengan 'kegilaanku' yha cuma mendiamkan aja.. cuma anak kcil ini..

obsesiku ga berhenti sampai situ, karena didukung oleh hobi membaca buku ku--walopun buku cerita, bukan sejenis buku2 yang 'berat'--akupun berniat ingin jadi penulis pula. karya pertamaku adalah fabel bersambung yang kubuat untuk adikku. dia sih senamg2 aja dibikinin cerita, walopun aku tau cerita itu akan-sangat-jelek-sekali kalau kubaca sekarang,makanya, sudah dari dulu aku melakukan langkah pencegahan dengan cara menyimpannya di entah-dimana alias hilang.

kemudian, muncul sbuah sinetron di TV, yang saat itu adalah sinetron terbaik menurutku, selain lorong waktu saat itu, which is DTK a.k.a Dunia Tanpa Koma. Tau dunk pmainnya si dian sastro itu.. kan tuh sinetron bercerita tentang dunia kewartawanan kan,, di sini semakin nambahin semangat aku..



then, akhirnya aku memberanikan diri untuk terjun di MEDIA CENTER. sebuah LPM yang ada di bawah naungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. yah kalo boleh dibilang, saat itu informasi kampus dimonopoli oleh Media Center, karena cuma satu2nya lempaga pers di kampus yang bisa nerbitin media cetak untuk seluruh warga kampus,., walopun hal ini gag menutup kesempatan buat warga kampus yang lain untuk mengungkapkan aspirasi mereka lewat media mereka sendiri, bahkan gag jarang memakai media anonim kaya m**tir de el el..

dan dalam 2 tahun ini, aku udah melalui berbagai hal.. dari mulai frustasi karena sumpek dengan semua kejaran deadline, merasa ngga kuat hingga akhirnya memutuskan untuk (hampir) mengundurkan diri dari MC, sampai cercaan orang2 yang gag setuju sama pemberitaan kami.

dan setiap membaca artikel temen yang lain, setiap betemu muka dengan para makhluk bengkel --reporter yang lain,red-- aku merasa diperkaya oleh mereka. walopun kadang adasedikit rasa eneg karena bengkel--markas-- kotor banget, ato dongkol karena anak2 kebiasaan molor dari waktu deadline, ato hal2 lain, tapi tiap detik, tiap menit, tiap hari, rasanya gag bakal sama anadi aku dulu gag berani untuk masuk di ruangan kecil ini, ,menjadi makhluk bengkel..

buat angkatan 10 dont give up..
buat angkatan 11 terus belajar..
buat semuanya.. thanks...

oia, satu hal lgi yang bikin aku penasaran, dimana yah BuCur alias buku curhat kita itu??apakah ada yang sengaja memusnahkannya?? NGAKU!

0kata temen-temen: