bingung

Labels:

sebentar lagi akan diadakan lomba puisi di kampungku

padahal mereka semua tahu aku labih suka duduk di rendah dahan pohon

pinggir jalan rumah mbah dukun 

yang gelap dan ada baju tersampir di genteng rumahnya itu

suka turun hujan dibiarkannya sudah kuyup kepalanya

hingga dimarahi bapak 

lomba puisi itu menakutkan dirinya sampai gemetar menyerang

dirinya yang tak bisa membuat puisi

memikirkan apa orangorang itu lebih suka kalau ia lenyap saja tanpa

tahu kemana ia akan pergi melanglang

mungkin ke atas genteng mbah dukun

mengambil baju yang tak pernah berwana putih lagi itu

seharusnya mereka tak pernah mengadakan lomba puisi itu

karne abocah itu lebih suka meringkuk di bawah akar pohon besar 

tempat orang meninggalkan sisasisa sesajen 

tanpa tahu bahwa sesajen itu habis dimakan perut bocah kecil itu

0kata temen-temen: