iri tidak membuat manusia lebih baik

Labels: ,




aku inget ketika aku masih kecil dulu, aku diajarin sama guru agama islamku, bahwa iri dan dengki adalah sifat yang tidak baik. kedua sifat itu merupakan penyakit hati yang harus dihindari dan dihilangkan, karena iri dan dengki merupakan bagian dari syirik dan merupakan dosa besar. selayaknya api yang membakar kayu bakar, begitu kata guru agamaku berulang2.

waktu itu aku merasa beruntung sekali. dengan jiwa kecilku yang masih polos dan ga tahu apa2 tentang dunia, aku merasa aku telah terhindar dari dosa besar itu. bukannya sok2an atau sombong, tapi waktu itu memang aku ga punya rasa iri dan dengki dengan siapapun. palingan juga cuma iri kecil2an kaya pengen pinter banget kaya si ini yang ikut olimpiade fisika, atau pengen dibeliin es kim sama ibu karena tetangga sebelah sedang asyik menjilati es krim kerucutnya. thats it. ga ada yang sifatnya terlalu syariat dan mengganggu.

but its really bothering me, again, when i growing up, like now, aku ngerasa aku semakin dikuasai sama sifat jelek itu. aku ga tahu dari mana munculnya, tapi tiba2 aku merasakan benci yang luar biasa terhadap seseorang. ini mungkin semacam engakuan dosa ya, karena aku tahu sifat ini sama sekali ga baik, tapi aku ga sanggup--sampai saat ini, paling tidak--untuk ngilangin kdua penyakit hati ini.

awalnya, aku cuma ga suka dengan cara dia dekat dengan orang lain. terlalu penjilat menurutku, dan full of sh*t. dan aku udah dari awal memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan orang itu. tapi kemudian tanpa kurencana kita malah semakin didekatkan di dalam sebuah kepengurusan, dan aku kembali harus menelan kejengkelan ketika dia yang aku underestimate, malah bisa mengerjakan suatu tugas dengan --kuakui-- lebih baik daripada aku.

dan semakin lama, kejadian yang sama kembali terulang, lagi.lagi.dan lagi.. mungkin untuk orang lain, dia bgitu luar biasa dan lain sebagainya, tapi aku ga suka . thats the point. mungkin masalah ini ga akan terlalu aku pikirin kalau aku cuma ngerasain padanya seorang. sayangnya, semenjak rasa ga sukaku sama dia, perasaan iri sama orang lain jadi makin nambah banyak.

ngelihat orang cantik dikit, langsung minder, "andai aku cantiknya kaya dia..", atau orang yang ber blackberry, "andai aku juga punya blackberry kaya dia.." atau liat cewe yang punya pengagum banyak, " kok pengagumku ga sebanyak dia ya..?" and sooooo many andai dan kok lainnya.and its really bothering me!! mengetahui bahwa itu adalah sifat yang buruk, tapi ga bisa menghilangkannya..

what should i do???

sebenernya, tiap ngelihat mbak2 berjilbab rapi, panjang dan memakai rok dan kaus kaki itu, aku merasa iri *lagi.lagi..* iri dengan keteduhan wajahnya dan kelembutan hatinya.. dan aku yakin pasti di dalem hatinya ga bakal ada rasa iri yang aku rasain ini. pasti di dalem hatinya cuma ada kedamaian dan kebaikan, apa yang dipikirkan dan dilakukannya hanyalah untuk ibadah dan kebaikan orang2 yang ada di sekitarnya.. aku pengen kaya gitu.. pasti berasa hidup tu damai banget.. ga ada beban..dan bisa ngejalanin hidup dengan ikhlas...

tapi boro2 mau ikhlas dan ngilangin iri dan dengki, pakai rok aja jarang, apalagi pake kaos kaki, yang ada kakinya belang, membekas tali samdal jepit berbentuk hurif V di punggung kaki.... sholat aja masih males2an.. bahkan baca Qur'an dan artinya juga jarang...

seharusnya aku udah tahu apa obat dari penyakit ini, aren't i?


0kata temen-temen: