sang perempuan pembunuh

Labels:




Judul Buku : Pembunuh
Pengarang : Rayni N. Massardi
Isi : 22 Cerpen

ni Buku aku beli pas ada pameran buku dan perpustakaan di Istora senayan jakarta. Awalnya ga begitu tertarik, karena terus terang kalaupun disuruh baca kumpulan cerpen, maunya yang rame-rame, keroyokan, dalam arti, satu buku kumpulan cerpen dari berbagai pnulis. tapi karena waktu itu lagi ada diskonan, dan entah kenapa aku jadi mencomot buku ini dari tumpukan dan membelinya.

satu demi satu cerpen aku baca, dan satu demi satu aku mulai menyukai si penulis. kenapa ya, aku sendiri juga ga tahu alesan yang sebenernya, cuman kesimple-an si penulis dalam mengungkapkan pikirannya justru yang menurutku bikin amanat yang mau disampaikannya nyampe banget. alesan lain adalah, sebagian besar cerpennya, sepengamatanku, bercerita tentang kaum terpinggir, yang ditindas dan disingkirkan oleh pihak penguasa.

bahkan dalam salah satu cerpennya, dia mengungkapkan bahwa orang-orang --termasuk wartawan-- hanya bisa menguak kasus2 kemiskinan, hanya bisa menyuguhkan data2, bahwa negara kita masih banyak orang2 malang yang membutuhkan. namun tulisan2 di media massa itu hanyalah menjadi konsumsi sesaat, orang bersimpati, tapi kemudian sudah. stop. tidak ada tindak lanjut yang membuat angka2 di statistik itu menurun, atau tidak ada tindakan atau pengaruh berarti. orang miskin tetaplah orang miskin. dan orang yang menulis tentang orang miskin pun memanfaatkan orang miskin untuk mengangkat status sosialnya, untuk mengangkat kelangsungan karir dan kesejahteraannya. menurutku cerpen ini yang palin "dalem" diantara yang lain.

selain mengangkat kasus fakir miskin, dia juga banyak merepresentasikan kehidupan pribadinya, yang ia ubah di beberapa sisi hingga menjadi layaknya fiksi, namun jika kita jeli, si pengarang sebenernya menulis tentang dirinya sendiri, seorang perempuan yang mandiri.

2kata temen-temen: