sekelumit tentang STAN

Labels: , ,


stan bukanlah segalanya, tapi segalanya bisa berawal dari stan.


coba search di mbah google dengan kata kunci STAN, hingga kemudian Anda akan bertemu dengan banyak sekali blog yang memberikan judul serupa dalam artikelnya. bukan, ini bukan masalah plagiatisme atau penyalahgunaan hak cipta. di sini aku akan menuangkan sedikit uneg-uneg yang mungkin beberapa hari ini mengendap di sel-sel kelabuku --meminjam istilahnya Agatha Christie.

bagi yang belum tahu, STAN adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, sebuah perguruan tinggi kedinasan (PTK) di bawah naungan Departemen Keuangan. Sekolah kedinasan ini termasuk salah satu sekolah favorit bagi lulusan SMU/sederajat di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya secara gratis dan terjamin. gratis di sini saya maksudkan bahwa mahasiswa dibebaskan 100% dari biaya pendidikan, literatur juga disediakan walaupun terbatas, buku tulis juga di beri secara cuma-cuma, bahkan di tingkat akhir Anda akan mendapatkan uang saku dari lembaga, meskipun jumlahnya terbatas.

sedangkan terjamin artinya, setelah selesai mengikuti kegiatan perkuliahan selama 3 tahun (6 semester), mahasiswa yang gelarnya Ahli Madya alias Diploma III ini akan segera ditempatkan di seluruh Indonesia di instansi-instansi milik Depkeu. secara gampangannya, pekerjaan lah yang menunggu mereka, bukan mereka yang mencari pekerjaan. dan seperti yang sudah umum diketahui, seorang pegawai Depkeu tidak bisa dibilang melarat dan prihatin, karena tunjangannya yang lebih besar daripada departemen yang lain.

dengan beberapa keistimewaan dan kesejahteraan di atas, maka ga heran kalau peminat sekolah kedinasan ini sangat banyak dan dari segala penjuru Indonesia. buktinya, selama 3 tahun berturut-turut, sekolah ini mampu memecahkan rekor pendaftar mahasiswa terbanyak di antara seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. terakhir yang aku tahu, pendaftar terbanyak mencapai 125.000 orang. FYI, yang diterima sebagai mahasiswa melalui Ujian Saringan Masuk hanyalah +/- 2000. orang.

kalau menilik dari deskripsi singkat di atas, ga heran kalau istilah "STAN bukanlah segalanya, tapi segalanya bisa berawal dari STAN" itu menjadi semacam slogan tersendiri bagi mahasiswanya. tapi rasanya-rasanya, setelah menjelajah google dan membaca berbagai artikel, agaknya, aku sedikit tergelitik dengan semacam aura "sombong" yang muncul dari berbagai tulisan milik anak STAN.

bukan, ini sama sekali tidak ada unsur hinaan, atau pencemaran nama baik. aku cuma ingin sedikit mengajak kawan-kawan, terutama yang juga sempat diberi kesempatan bersekolah di STAN untuk bercermin dan mawas diri. aku merasa, agaknya teman-teman sedikit terlalu banyak membanggakan apa yang Anda punya saat ini. wajar, sebagai sifat alami manusia. dan wajar pula, karena masuk STAN itu sangat susah, 1:0,00....sekian. bahkan cerita bahwa orang tua di kampung sangatlah membangga-banggakan buah hatinya kepada tetangga-tetangga pun bukanlah menjadi sebuah rahasia lagi.

dan aku sendiri, sebagai salah satu mahasiwa di stan, pernah--atau bahkan sampai saat ini--masih merasa bangga karena berhasil bertahan sampai sekarang. bangga itu muncul juga karena merasa tidak membebani orang tua untuk biayain kuliah. bangga itu juga muncul ketika mudik dan melihat teman-teman yang sedang menganggur atau sudah menikah dan berumah tangga.

hingga kemarin, ketika menemukan sebuah komentar di blog teman, yang aku copy paste seperti ini,



waa… malah menurut saya orang2 yg masuk stand itu bukan orang2 pilihan, dan bukan juga orang2 yg nantinya akan melayani masyarakat, tetapi sebagian besar orang yg nantinya malah akan menipu rakyat…!!! dan cuman orang2 bodoh yg masuk dalam kampus itu.

dan mahasiswa yg benar2 sukses adalah mahasiswa yg setelah lulus, mampu memberikan lapangan kerja kepada orang lain.

smua itu karna saya tidak yakin klu smua yg masuk stand itu murni lulus, kita smua tau alasannya knapa (bagi mahasiswa yg tidk tau mendingan berhenti saja kuliahnya karna hanya akan buang2 duit ortu aja dan waktu).

maaf, mungkin ini yg pertama dan terakhir masuk dlm blog ini.

terima kasih, moga2 kalian sadar klu masyarakat tdak membutuhkan lagi pelayan, tapi yg dibutuhkan hanya lapangan kerja, jadi saya harap kalian bisa kreatif dalam menambah lapangan kerja di negara ini.


nah, dari sini saya kemudian merenung. kurang lebih komentar tersebut ada benernya juga.. selama ini mungkin temen2 sempet merasa sombong, karena telah menjadi manusia pilihan.. tapi sebenernya itu tidak berarti apa-apa..

yang bisa kita berikan kepada negara ini cuma sebagai pelayan, pelayan masuyarakat, yang bahkan sekarang tidak dan susah dipercaya oleh masyarakat itu sendiri..
apa yang bisa kita banggakan? merasa pinter? saya rasa masih banyak teman-teman kita yang lain yang lebih pinter.. atau merasa beruntung? atau merasa bisa jadi orang kaya esok setelah lulus? apa cuma itu tujuannya? kalau cuma seperti itu, alangkah pendeknya pikiran ku dan teman-teman sekalian...

**


apa yang aku tulis disini sepenuhnya pendapat pribadi, boleh disanggah atau tidak setuju,,

may Alloh be with us

0kata temen-temen: