Resensi ORPHAN

Labels:



nahh,, ini dia nih film buat pecinta film-film sadis-psikopat-sakit jiwa. emang udah dari awal dikasih tahu kalo ni film tu ngeri gitu.. cuman belom berani nonton, dan baru kesampaian kemaren.

and, here they are...

ORPHAN

kisah berawal ketika Kate, seorang ibu beranak 2, mengalami depresi dan se ring sekali bermimpi buruk gara-gara anak ketiganya meninggal sebelum dilahirkan. ini menjadi sebuah penentu keputusan untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan, sebagai sebuah bentuk "obat penyembuh" bagi Kate.

maka pergilah Kate dan suaminya ke sebuah panti asuhan. di sana mereka berdua bertemu dengan seorang gadis 9 tahun yang memesona : manis, mudah bergaul, pintar, dan suka sekali menggambar. jadilah Esther, sang gadis 9 tahun, menjadi anak adopsi bagi Kate dan suaminya.

inilah titik tolak keharmonisan dan keutuhan keluarga Kate. ternyata Esther tidak semanis yang ia tampakkan dari luar. berbagai kejadian, seperti cek cok antara Kate dan suaminya, atau suster panti asuhan yang terbunuh, membuat kate curiga bahwa there's sumthing wrong with esther. sayang, tidak ada seorangpun yang mendukungnya, karena Kate dianggap kembali mengalami depresi dan seharusnya masuk panti rehabilitasi.

klimaks cerita terjadi ketika Daniel, anak tertua Kate hampir mati dibunuh Esther, dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. ternyata usaha pembunuhan Daniel ini tidak berhenti sampai di situ. di rumah sakit Esther berusaha mengakhiri hidup Daniel, untungnya tindakan tersebut berhasil dicegah.

tragedi pun berlanjut ketika suami Kate pun terbunuh. dan akhirnya fakta pun terkuak : bahwa Esther bukanlah seorang gadis berumur 9 tahun, tetapi ia adalah seorang wanita dewasa umur 33 tahun yang menderita penyakit hypopituitary, yaitu pertumbuhan tubuhnya terhenti di umur 9 tahun. karena penyakit itu, Esther--yang bernama asli Leena-- menderita depresi dan kelainan. sejujurnya ia sangat mendambakan sebuah hubungan intim dengan lelaki, namun karena kondii tubuhnya yang tidak memungkinkan itu, akhirnya dia menjadi gila dan menjadi seorang psikopat.

ide cerita film ini sebenarnya klasik. tentang seseorang yang baru kau kenal dan ternyata dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. cuman dlam film ini berwujud seorang anak kecil. dan film ini sebenernya mirip-mirip sama Gothika yang dibintangi sama halle berry, tentang perempuan yang curiga terhadap sesuatu sayangnya dia tidak dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya.

terus juga ending cerita yang sangat ngegantung menurutku. mungkin tujuannya biar bikin orang penasaran, cuman kayanya pemotongannya ga pas, jadi kesannya malah ga selesai dan dipotong dengan tidak rapi.

overall, film yang cukup menegangkan dan mampu membuatku jerit-jerit sendirian, haha, enjoy.

0kata temen-temen: