Singgah di Pulau Sebelah

Labels:



Berawal dari, seperti biasa, ide mendadak dari Beruang, my partner in crime. Tib-tiba dia berkata, "Ke Lampung yuk besok minggu?". Dan seperti biasa pula, pertanyaan Beruang adalah hal yang tidak perlu dijawab, karena apapun jawabanku, dia akan menganggap aku bilang "iya". Yeah, well... karena aku traveller lover juga, so lets goo... *asal dibayarin, ahahhaha* *timpuk*
Jadi, rencana yang tercetus 2 hari sebelum hari keberangkatan kita ke Lampung itu kita jabanin! Minggu pagi, 15 november 2009, kami berangkat pukul 07.00, setelah sarapan dulu, naek motor menuju kantor si beruang yang ada di daerah jalan Gatot Subroto. Karena kita mau menuju arah barat, maka demi kenyamanan kita memilih untuk naik bis. Kata siberuang, kalo mo naek kereta, ya silakan-silakan aja, tapi dia ga ikut!. Katanya keretanya udah sama kaya kereta barang, saking bobroknya.



Ya okelah, walo mengaku backpacker, tapi teteup minta yang nyaman-nyaman aja... hehehe.. Setelah titip motor di kantornya si beruang, kita naik kopaja bentar untuk turun di daerah Slipi jaya. Biayanya Rp 4000 untuk 2 orang.



Dilanjutkan dengan naik bus Primajasa, seat 2-3, yang bertiket seharga Rp 17.000. Bagi temen2 yang berasal dari bekasi juga bisa naik bus ini, seharga Rp 21.000. Selama di perjalanan aku berusaha menghubungi temen-temen yang berasal dari Lampung, untuk sekedar memberitahu tempat-tempat wisata disana, dan sedikit browsing-browsing juga.. Tapi kayanya si emang jarang ada objek wisata disana yang bisa buat hedon-hedon, hehhe,, so kita cuman pengen ngerasain sensasi mabuk lautnya (maklum, belom pernah naik kapal). ehm.


Sekitar 2,5 jam kita udah nyampek tuh di pelabuhan merak. Begitu turun dari bus, kamu akan disambut segerombolan penjaja jasa ojeg untuk mengantarkanmu sampe di pelabuhan. Tapi ga usah terkecoh, karena sebenarnya jarak antara terminal bus dan pelabuhan itu cukup deket untuk ditempuh dengan jalan kaki, apalagi sama Pemda udah disediain kanopi yang panjang dan sepanjang jalan itu banyak pedagang-pdagang makanan, jajanan, buah, macem-macem deh. (bahkan ada yang menawarkan jasa menge-charge hape segala).


Untuk berangkatnya, kita memilih untuk naik kapal yang besar. Wrong choice. karena kapal tersebut membutuhkan waktu yang sangaaaaaaaattttt lama untuk sampai di Lampung. Tapi no problem lah, buat pengalaman ini.

saking lamanya, beruang sampe tidur dengan nyenyakkk



beruang lagi tidur! jangan di ganggu


bergaya di atas kapal
3 jam berada di atas kapal membuat otak kita sedikit geser, dan salah tempat. Sakit dan agak kehilangan orientasi deh pokoknya, makanya kita langsung seneng begitu menginjakkan kaki di PULAU SUMATERA!! Yeaaaahhhh…



pulau pulau yang ada di sekitar pelabuhan bakauheni
pulau pulau yang ada di sekitar pelabuhan bakauheni
Tempat tujuan pertama adalah mencari masjid atau musholla untuk sholat dhuhur. Oia, di pelabuhan Bakauheni ini, kamu bakal banyaaaakk sekali menjumpai para penjual jasa ojeg yang akan dengan sangat gencar menawarkan jasanya padamu, bahkan dengan cara yang agak memaksa. Aku sih merepet-merepet aja tuh di belakang beruang, biar dia yang urus semua tukang ojeg nekat nan mengerikan itu. Intinya : hati-hati, jangan sampe kelihatan bingung atau ngga tahu jalan. Pokoknya pede aja lah mantep mo jalan kemana (meski ga tahu). Bisa-bisa nanti malah kena tipu.


Selesai sholat, selanjutnya kami mencari tempat makan. Strategi kedua : cari warung yang kira-kira berasal dari daerah yang sama denganmu. Waktu itu kita lihat ada soto Lamongan, ya masuk aja deh. Dan penjualnya ternyata dari Surabaya. Okelah, paling ngga masih satu pulau jawa ini. Kita pun memesan satu porsi soto, ditambah jasa ngecharge hape dan sedikit air panas.


Strategi selanjutnya, setelah makan, kami berakrab-akrab dengan si penjualnya. Cara ini bisa digunakan untuk bertanya ini-itu mengenai keadaan sekitar pelabuhan, jalan mana yang harus ditempuh, dan tarif NORMAL untuk memakai jasa ojeg.


Dan kami pun memutuskan untuk pergi ke Menara Siger, yaitu landmarknya pelabuhan bakauheni, kelihatan dengan jelas berwarna kuning di atas bukit saat kapal sudah mendekati pelabuhan. Jarak tempuhnya ngga jauh-jauh amat, kayanya cuman 5 menit naik motor, tapi medannya naik, jadi agak pegel mungkin kalo harus jalan.


Kita bayar tukang ojeg dengan tarif normal Rp 5000 untuk 2 buah motor. (padahal tadi kami ditawarin Rp 5000 untuk 1 buah motor). Sesampai di sana, udah banyak ternyata yang juga ingin menikmati pemandangan dari atas bukit. MAuknya ngga bayar, cukup mengisi buku tamu saja. Menaranya sendiri kosong, ga ada isinya, katanya hanya digunakan kalau ada hajatan saja. Kan sebenernya bagus ya kalau misalnya diisi tentang kebudayaan Lampung atau semacamnya.


bergaya di menara siger
bergaya di menara siger
Di sana kita cuman foto-foto bentar sambil begaya macam artis iklan sampo *anginnya kenceng, bikin rambut dan baju berkibar-kibar*. Habis itu kita jalan balik. Kenapa kita ngga ke tempat yang jauh seperti Way Kambas atau kota Bandar Lampungnya?? Karena jauh. Kata temenku bisa sampe 3 jam untuk ke Bandar Lampung dan 6 jam untuk ke Way Kambas. Karena agendaku sama beruang cuman bisa sempet sehari aja tanpa nginep, alhasil kita pulang tanpa dendam.


berkibar
berkibar

memandang alam dari atas bukit
memandang alam dari atas bukit
Satu tips untuk temen-temen, setiap melakukan perjalanan, entah pakai bus, kereta atau kapal laut, ketika sudah sampai di tempat tujuan, jangan LUPA untuk menanyakan jadwal terakhir pemberangkatan untuk pulang. Karena bisa-bisa kita lupa waktu, dan ternyata udah ketinggalan kereta terakhir atau kapal terakhir. Rite??


Dan pulangnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa kapal cepat. Bagi yang gampang mabok perjalanan, disarankan untuk tidak menaikinya, karena goyangan kapalnya cukup kerasa dan mampu mengocok-ngocok perut. Tapi ini adalah pilihan pas bagi kamu yang butuh kecepatan dan kenyamanan : kursi yang nyaman dan AC yang ga bikin kepanasan. !
Untuk sebuah perjalanan 1 jam sampai di pulau jawa kembali, rasa-rasanya biaya Rp 30.000 tidak terlalu berlebihan.


Sampailah kami kembali di tanah kelahiran, pula Jawa. Senang, karena sudah merasakan suka dukanya naik kapal, merasakan nyebrang pulau, dan merasakan udara pulau sumatera. Kami pasti akan datang lagi, dengan cara berbeda (naik pesawat aja deh), dan tujuan berbeda pula (ke medan, atau danau toba). See yaaaaa...

2kata temen-temen: