gerakan Indonesiaku

Labels:



Aku cinta bangsa Indonesia. Ada terlalu banyak hal untuk bisa diceritakan tentang Indonesia, bahkan mungkin perlu waktu 100 tahun untuk membuat studi secara mendetail tentang bangsa Indonesia yang sangat kaya ini.

Sebelum-sebelum ini, mungkin banyak sekali orang yang kesal dengan bangsa kita ini. Entah karena pergolakan politiknya yang kian hari tidak kunjung membaik. Atau pertumbuhan ekonominya yang meskipun terus naik namun tidak berdampak banyak bagi rakyat miskin. Atau berbagai demonstrasi menentang peraturan pemerintah yang saling tumpang tindih. Atau tentang nasib bocah-bocah kurang beruntung yang dibunuh orang sedikit gila.

Berbagai carut marut Indonesia yang merdeka lebig dari 60 tahun yang lalu ini sebenarnya menjadi ujian bagi kita, apakah kita memang siap menjadi sebuah bangsa yang mandiri, yang mampu menopang hidupnya sendiri walaupun dengan berbagai masalah sebagai beban.

ngga, aku ngga bakal panjang lebar lagi mengenai masalah ini. Di sini aku cuman pengen ngebahas satu sifat menonjol dari bangsa Indonesia : gotong royong.

Sebagai sila ketiga dari pancasila, yaitu persatuan Indonesia,  yang diwujudkan dengan gotong royong, sifat ini sudah mengakar di jiwa bangsa kita. Contohnya pembangunan candi Borobudur. (terlepas dari apakah mungkin Borobudur hanya dibangun oleh seorang saja).

Baru-baru ini aku sangat senang karena ternyata sifat ini belum menghilang sepenuhnya. Kasus Prita Mulyasari misalnya. Dengan gerakan Koin Untuk Prita saja, ternyata bisa mengundang simpati dari seluruh rakyat Indonesia hingga akhirnya Prita bisa mengumpulkan uang lebih dari 500 juta hanya dari koin-koin uang.

Atau ketika terjadi gempa dahsyat baik di jogja, aceh, sumatra barat. bantuan datang dari segala penjuru tanah air. seolah di komando serentak semua orang berlomba-lomba untuk peduli.



Atau kasus Penangkapan chandra hamzah dan bibit samad riyanto. gerakan 1.000.000 facebookers pun mewarnai.

Nah, satu lagi yang aku temuin di sebuah forum komunitas, ada seorang kakek yang saat itu kehilangan becaknya karena dicuri padahal itu adalah becak satu-satunya tempat ia mencari nafkah. cerita kehilangan becak itu diposting oleh orang yang kebetulan membantu kakek tersebut mencari becaknya yang hilang. Ia sengaja memposting cerita itu untuk mendapat dukungan moral dari orang-orang. dan ternyata sumbangan dengan sangat cepat berdatangan, hingga jumlah terakhir yang aku tahu mencapai 21 juta rupiah. mungkin belum termasuk jumlah yang fantastis, namun menurutku ini adalah hal yang luar biasa.

betapa kasus-kasus di atas menunjukkan bahwa bangsa kita masih punya rasa kepedulian terhadap orantg-orang yang setanahair dengannya. betapa kita masih memiliki hati nurani untuk saling membantu terhadap orang yang membutuhkan.

aku seneng banget dengan suasana kegotongroyongan kaya gitu. dan tiba-tiba aku merasa bangga menjadi bangsa indonesia.

namun, setelah dipikir2 lagi, sebenernya ada yang kurang dalam sifat bangsa Indonesia ini. Kita orangnya mudah sekali lupa. Mungkin dalam satu waktu kita bisa mengucurkan dana melimpah untuk menyumbang saudara kita, namun setelah berlalunya waktu, ternyata kita lupa, dan menjadi acuh lagi. dan kadang gerakan kepedulian ini ada hanya karena ada publikasi besar-besaran, jadi faktor ikut-ikutan itu bisa saja termasuk.

soalnya, kadang kita malah lebih tidak aware sama keadaan lingkungan sekitar. misalnya, tetangga kita ada yang begitu miskin dan membutuhkan, namun kita malah lebih prioritas pada gerakan sumbangan untuk yang jauh di sana, hanya karena yang jauh di sana sudah terpublikasi di media. itulah kesalahan kita. tidak aware dan mudah lupa.

semoga semangat kebangsaan yang baik tidak luntr, namun sifat yang kurang baik segera tergantikan dengan yang baik-baik. harapanku, kita nanti bisa menjadi sebuah bangsa yang besar, yang mengharagai pahlawannya, yang menghargai sesamanya, dan menjadi bangsa yang bisa memakmurkan rakyatnya.

2kata temen-temen: