my litte dream : JEPANG (part 1)

Labels: ,



Kenal detektif conan?? Atau power ranger?? Atau doraemon?? Siapa sih yang ngga kenal? Semua tokoh fiktif yang berasal dari negeri matahari terbit itu layaknya legenda bagi kita. Dan semuanya berasal dari salah satu negara kepulauan yang kecil itu, Jepang.

Udah lama aku pengen ke negeri sakura itu. Mencermati bagaimana orang-orang yang hidup teratur di sana. Bagaimana budaya mereka, dan bagaimana orang-orang itu bisa menghasilkan berbagai macam produk yang mendunia.

Banyak banget hal yang aku kagumin dari negeri sakura ini. Setelah google kesana kesini (coba deh search di google dengan keyword :kunci sukses orang jepang, langsung muncul bejibun), aku mendapat pencerahan betapa sangat positifnya kebiasaan hidup di sana. Bukan berarti ngga ada kebiasaan buruknya ya, tapi coba deh cermati satu-satu.

1. Disiplin waktu. 


Menurutku ngga ada yang ngalahin orang jepang masalah disiplin waktu. Disiplin waktu ini tercermin pada jadwal transportasi yang tepat waktu di sana, seperti jadwal kereta atau jadwal kedatangan bus. Kalau telat satu menit aja udah ketinggalan bus dan kereta. Aku jadi ngebayangin kalau aku hidup di sana, bakal seberantakan apa ya hidupku karena ketinggalan ini itu.. ahahha.. Kabarnya, hitungan waktu di sana udah bukan lagi kelipatan 5 menit kaya kita di Indonesia, tapi ke setiap menit dan detiknya. Kalo ngga salah di sana udah ditetapin standard waktu yang sama, akibatnya semua penunjuk waktu orang Jepang sama semua se menit-menitnya, se detik-detiknya. beda kan sama kita yang jam di ruang tamu sama jam di kamar aja udah beda berapa menit.


Kalau dirunut akar-akarnya kenapa bangsa Jepang ini disiplin waktu adalah karena pada jaman dulu, petani Jepang menanam padi di musim semi yang tepat. Kan jepang punya 4 musim, jadi kalau ngga disiplin menanam di musim semi, bisa dipastikan petani ngga bisa panen tepat waktu dan akibatnya bisa kelaparan sepanjang tahun. Karena kebiasaan inilah sampai sekarang bangsa jepang benar-benar menghargai waktu.


2. Kerja keras. 


Ini masih ada hubungannya juga sama pemanfaatan waktu nomor 1. Jam kerja orang jepang 8 jam, tapi beda sama kita, 8 jam itu bener2 full dipakai kerja sedangkan untuk istirahat dan makan disediakan 1 jam. Jadi kalau ditotal jam kerjanya ada 9 jam per hari. Menurut data di wikipedia tahun 2004, jam kerja orang jepang 1828 per tahun. Emang masih kalah sama bangsa korea selatan yang mencapai 2390 jam/tahun. oia, agak sedikit melenceng dari tema, aku pernah baca kalau siklus hidup orang korea (dalam kasus ini mahasiswa) adalah sebagai berikut. jadi dia kuliah dari jam 9-6. trus jam 6-12 kerja sambilan. jam 12-5 belajar dan jam 5-7 tidur. jam 7-9 beres-beres. ngeri ya, tidurnya cuman 2 jam. brsyukur deh di indonesia kita masih bisa tidur 8 jam.

Nah karena saking ngga ada waktu buat yang lain-lain, makanya orang jepang dikenal bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. contoh yang paling gampang adalah kebiasaan membaca buku di kereta atau di bus.

Faktor pekerja keras ini mungkin yang membuat bangsa jepang bisa bangkit dengan cepat saat dibom habis oleh tentara sekutu di hiroshima dan nagasaki. Lihat sendiri bagaimana dengan Indonesia, negara kita ngga dibom gede-gedean, tapi justru sekarang malah kalah jauh dibanding jepang, iya kan.

3. Kebersihannya. 


Aku bener2 kagum sama sistem pembuangan sampah di jepang. Mungkin udah banyak yang tahu kalau pembuangan sampah di jepang itu cukup ribet. Kalau dari artikel yang aku baca, sampah dibuang berdasarkan jenisnya masing2, misalnya dipisahkan antara yang bisa dibakar dan yang tidak, sampah plastik, botol, kertas, ranting, peralatan tidur, dll. dan cara pembuangannya pun ngga boleh sembarangan. pemerintah setempat udah menjual kantong plastik untuk masing-masing jenis sampah dengan warna yang berbeda-beda untuk tiap jenis sampahnya.

Cara ngebuang sampahnya aja ada aturannya. Misalnya ngebuang ranting itu harus dipotong-potong sekitar 60 cm, trus diiket, dan dikeringkan dulu. Atau misalnya mau buang lemarin, lemarinya harus dibongkar dulu. Bahkan pihak sana tidak mau menerima sampah jenis elektronik, misalnya TV bekas atau AC atau lemari es.


Waktu pembuangan sampah pun terjadwal tiap harinya. Misalnya hari senin untuk sampah jenis plastik, hari selasa sampah botol, dst. sampah di ambil tiap jam 8.30 tepat. Diluar jam itu, dilarang membuang sampah. Jadi kalau misalnya hari itu ngga sempet buang sampah, berarti harus menunggu minggu depan.

Pemerintah setempat juga udah ngejual kantong plastik khusus sampah yang harganya lumayan mahal. Hasil penjualan plastik nantinya juga ditujukan untuk pengolahan sampah juga. Dikasih harga mahal tujuannya biar kita menghargai bahwa membuang sampah itu mahal, jadi harus hemat-hemat gitu. Dan yang lebih bikin heran nih, di tiap kantong sampah itu harus ditulis nama keluarganya!! Katanya biar kita tanggung jawab sama apa yang kita buang gitu. Keren ya.


4. Taat aturan.

Sebenernya prinsip orang jepang itu sederhana, mereka ngga mau direpotin orang lain (terlepas dai kenyataan bahwa mereka ramah), nah karena ngga mau direpotin itulah mereka juga ngga mau ngerepotin dan mneyusahkan orang lain. Itu salah satu sebab kenapa mereka sangat taat kepada aturan. Karena kalau sampai mereka melanggar aturan, itu sama aja kaya menyusahkan orang lain.

Mereka konsekuen dengan apa yang telah mereka sepakati. Jadi, umumnya orang jepang akan malu jika ia mengingkari apa yang telah dijanjikannya. Aturan lalu lintas juga sangat dipatuhi. Hal lain yang terlihat dari sifat ini adalah budaya antrinya. 


Coba lihat di indonesia, hal yang seharusnya dilakukan dengan cara antri aja masih banyak ngga antrinya. Contoh ekstrim nya ya kaya tragedi pembagian zakat yang malah menimbulkan korban gara-gara ngga pada antri. Contoh gampangnya misalnya pas bayar listrik atau beli tiket, kadang kan kalau orang ngga sabaran, main nyerobot aja pinginnya. di sana, mau panjangnya kaya apa, orang tetep bersedia ngantri.

5. Kreatif dan inovatif. 

Mungkin emang jepang bukanlah bangsa penemu. Tapi mereka berhasil mengembangkan hal yang sudah lebih dahulu ditemukan menjadi barang yang lebih friendly user dan akhirnya mendunia. Misalnya barang-barang elektronik. Kekreatifan itu muncul mungkin karena keterbatasan sumber daya alam yang mereka miliki. Jadi dengan sumber daya yang terbatas, mereka memaksimalkan daya kerja otak supaya bisa memecahkan masalah dan akhirnya mengungguli bangsa lain.

Kkekreatifan bangsa jepang juga terlihat dari fashionnya yang lain dari pada yang lain, atau dilihat dari imajinasi para pelaku kreatif manga dan anime, yang terbukti disukai oleh penduduk dunia.


Secara garis besar, itu adalah 5 hal positif yang bisa aku tangkep dari kebiasaan orang jepang. Seandainya Bangsa Indonesia tercinta ini bisa mengadopsi hal-hal dan kebiasaan positif ini mungkin saja bangsa kita tidak akan kalah dari negara kecil dari asia timur yang pernah menjajah kita ini.

Ada sebuah artikel yang mengatakan, bangsa indonesia dan bangsa jepang kalau diibaratkan saudara yang berbeda orang tua. Yang satu diwariskan padanya harta kekayaan yang melimpah ruah, tanah yang luas dan subur. Sedangkan pada yang satu lagi diwariskan tanah yang sempit serta tidak memiliki banyak harta kekayaan.

Ssetelah lewat beberapa masa, justru saudara yang mendapat bagian sedikit ini lebih sukses dari yang mendapat bagian banyak. Alasannya, karena ia menggunakan seluruh otaknya untuk berpikir bagaimana bertahan hidup dengan sesuatu yang terbatas itu. Ia jadi terbiasa hidup kerja keras dan memutar otak untuk memaksimalkan apa yang ia punya.

Bertolak belakang dengan sang saudara yang diberi harta kekayaan, ia terlena oleh hartanya, menyangka itu akan memenuhi kebutuhan hidup sepanjang hayatnya hingga ia hanya bermalas-malasan dan menyerahkan semuanya pada takdir.



Tujuan artikel ini dibuat bukan untuk menjelek-jelekkan Indonesia loh ya. Aku juga sengaja ngga menampilkan keburukan budaya Jepang, karena memang bukan itu tujuanku menulis artikel ini. Kalau mau dicari, banyak juga kekurangan bangsa Jepang, misalnya tentang agama/kepercayaan mereka, dan tentang orientasi mereka tentang materi. Tapi tujuanku di sini cuma ingin memberikan gambaran bahwa ada hal-hal yang baik yang pantas untuk dijadiin introspeksi diri bagi bangsa kita, agar ngga ketinggalan jaman lagi.














Semoga yang baik tetap ada pada kita dan yang buruk segera kita tinggalkan untuk digantikan hal yang baik. Amin.



0kata temen-temen: