suami setia

Labels: , , ,




aku ingin pasangan hidup yang setia. yang mencintai istrinya, tidak hanya ketika dia muda dan cantik, tapi juga ketika rambut mulai beruban dan kulit keriput.

aku ingin suami yang mau menghabiskan seluruh sisa hidupnya untuk satu-satunya istrinya, yang ia lamar dengan hati gemetar, yang ia sunting dalam sebuah pesta pernikahan yang sederhana, yang kecup keningnya tiap pagi hari menjelang, for now and forever.

too good to be true, huh? tapi bukan berarti tidak nyata kan? aku banyak mendengar cerita dari dosen-dosenku yang baik, betapa mereka mencintai istrinya.

pernah bapak dosen A, bercerita di depan kelas, betapa ia sangat mencintai istrinya itu. alasannya sederhana, karena istrinya lah yang telah memberikan malaikat-malaikat kecil dalam hidupnya. bukan berarti ia menganggap istrinya hanya sebagai "produsen", namun lebih dari itu, justru itulah yang membuat ia sangat mencintai istrinya. bahkan ia memanggil istrinya itu "sang permaisuriku".

pernah suatu ketika sang dosen A ini akan pergi meninggalkan kota kelahirannya menuju jakarta, bersama dengan istrinya ini. saat akan mencari tiket kereta, sayang sekali tiket yang tersedia adalah 2 buah tiket kereta ekonomi.

apa yang dosen itu lakukan? ia mengurungkan niatnya untuk pulang, dengan konsekuensi ia tidak dapat masuk kerja untuk beberapa hari. hanya karena ia tidak mau istrinya naik kereta ekonomi yang penuh sesak itu. bukan, bukan sombong atau sok kaya, tapi ia hanya tak ingin istrinya harus merasakan kepayahan di dalam kereta ekonomi.

"kalau saya sendirian, tidak masalah mau pakai kereta apa saja. tapi saya inginkan yang terbaik bagi permaisuri saya, karena ia telah melahirkan anak-anak saya". begitu ujarnya.

dan tahukah, berapa umur dosen tersebut, beliau sudah berumur sekitar 60tahun, dan begitu pula istrinya. untuk pria seumur beliau, itu merupakan hal yang istimewa yang bisa dilakukan seorang suami kepada istrinya, setelah mengarungi kehidupan rumah tangga selama puluhan tahun.

ada lagi dosen ku, sebut saja dosen B. si bapak ini tidak jauh berbeda, berusia 60an, dan sangat mencintai istrinya. ia sangat menghargai istrinya, yang ketika pagi membuatkan kopi panas untuknya, yang ketika pulang kerja, menyambutnya dengan senyum hangat. dan mereka telah melalui kehidupan rumah tangga dengan sangat romantis dan bahagia.

pernah beliau bercerita bahwa istrinya adalah istri paling hebat di dunia, karena telah mau menerima dirinya selama puluhan tahun, dan sampai sekarang masih mesra.

beliau sangat membenci lelaki yang melakukan poligami. karena menurutnya, poligami itu sangat susah dilakukan jika tidak dapat adil. satu istri saja sudah cukup, jika lelaki mau membuat istrinya itu menjadi yang istimewa dan terbaik bagi dirinya.


menyenangkan bukan jika punya suami yang setia, yang akan mencintaimu hingga mati? ini tidak cuma di negeri dongeng kok, asal tentu saja ada timbal balik yang positif dari istri. ngga mungkin suami bisa setia kalau istrinya tidak memperlakukan suaminya dengan baik kan? menjadi seorang istri artinya mengabdi dan melayani suami, bukan berarti menjadi pengasuh, tapi, teman hidup.


***

mengutip kata-kata dosen B, "lelaki adalah makhluk yang paling manja di depan istri". jadi, mari kita menjadi istri yang baik bagi suami kita dan suami yang baik bagi istri kita. insya Alloh cerita cinta sampai mati itu tidak hanya mimpi. amiiiin.



Imam Nawawi : “Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu.”

p.s referensi untuk artikel ini, ada sebuah artikel tentang suami setia juga. cekidot.
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=14750



4kata temen-temen: