Sukses Jalan Terus : a Book by Satria Hadi Lubis

Labels: , , ,



Judul : Sukses Jalan Terus
Penulis : Satria Hadi Lubis
Penerbit : ProYou media
Tebal : 180 hal

Buku ini merupakan buku pertama dari pak Sahal (begitu panggilan akrabnya) yang saya baca. Dosen saya yang satu ini sengaja menugasi kami para mahasiswanya untuk membeli buku ini untuk kemudian dijadikan sebagai bahan kuis minggu depan. Mungkin karena tema buku ini sangat pas untuk mata kuliah yang beliau ajarkan; Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian (KSPK).

Sebenernya telat banget kalo aku nulis resensinya sekarang, karena kalo ngga salah buku ini sudah mulai terbit awal 2009. Tapi karena aku merasa sayang kalau buku ini hanya sebagai bahan kuis, aku berpikir kenapa ngga dibikin resensinya saja? The thing is, isinya menurutku bagus banget.

Buku ini dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama, sesuai dengan judulnya Sukses Jalan terus, membahas apa sih yang dimaksud dengan sukses yang sebenernya itu. Pak Sahal mencoba untuk mengetengahkan hal yang benar kepada kita, bahwa paradigma sukses yang selama ini tertanam di masyarakat termasuk kami para mahasiswa itu salah besar. yaitu paradigma bahwa sukses itu identik dengan : Kekayaan, Kedudukan, dan Popularitas.

Beliau membahas secara lengkap bagaimana akibatnya jika kita memiliki pandangan yang salah tentang sukses itu, antara lain adalah kita bisa menghalalkan segala cara, egois dan kurang peduli terhadap kepentingan orang lain, tidak dapat menikmati proses menuju sukses, mengabaikan hal-hal lainnya yang mungkin lebih bermakna, hidupnya tidak seimbang, dan yang terakhir gagal memperoleh sukses yang sesungguhnya.

Kemudian, apa sih yang dimaksud sukses yang sebenernya menurut pak Sahal? Sukses yang sebnernya adalah ketika kita mampu

(1) Hidup seimbang .
     Hidup seimbang artinya hidup dengan menjaga 2 buah keseimbangan : internal dan eksternal. Keseimbangan internal itu ada 4, yaitu dimensi fisik, dimensi mental, dimensi emosional, dan dimensi spiritual. Sedangkan keseimbangan eksternal adalah bagaimana kita mengatur agar semua hak orang-orang di sekitar kita terpenuhi. Artinya, kita mampu menjalankan masing-masing peran kita dengan baik tanpa merugikan orang lain. Contohnya, jika Anda seorang laki-laki, peran yang Anda jalankan bisa menjado seorang PNS, suami, ayah, paman, atasan, dan peran sebagai seorang hamba Allah. Semua peran harus bisa dijalankan dengan baik tanpa mencederai peran yang lain. Jika ada salah satu yang merasa tidak puas dengan Anda, itu artinya Anda tidak seimbang.

(2)  Memberikan manfaat bagi orang lain.
       Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."
      Sikap yang selalu memberikan manfaat kepada orang lain akan sulit dibangun jika Anda masih dikuasai oleh hawa nafsu untuk selalu memuaskan diri sendiri. Percayalah, ketika Anda berbuat baik dan memberi manfaat kepada orang lain, rasa bahagianya akan jauh lebih besar dan berlipat-lipat dibandingkan dengan ketika Anda mengejar kepentingan Anda sendiri. Jika sifat egois ini dipertahankan, kita tidak akan meninggalkan apa-apa untuk dunia ini, dan hanya akan menyesal di hari tua.

(3) Menuju cita-cita mulia
     Jika Anda ingin menjadi orang sukes, jadilah orang yang konsosten memperjuangkan cita-cita mulia. Tidap peduli apakah nanti di tengah jalan cita-cita mulia itu akan gagal, namun Anda tetap akan dikenang sebagai orang yang sukses.

(4) Menikmati Kemenangan
     "Kepuasan sebenarnya terletak pada usaha yang kita lakukan, bukan pada puncak pencapaiannya. Dalam bagian ini pak Sahal mencoba mengatakan bahwa kemenangan-kemenangan kecil harus terus kita lakukan dan syukuri dan nimati, karena dari kemenangan-kemenangan kecil itulah akan datang kemenangan/sukses yang besar.

(5)Akhir yang baik.
    Setiap manusia pasti akan berakhir dengan kematian. Tidak bisa tidak, kita harus menghadapinya. Dan, karena kematian adalah awal dari perjalanan panjang kita di akhirat, kita harus memiliki bekal yang cukup sebelum kita mati. Jadi, sebelum kematian datang menghampiri, sebisa mungkin kita telah mempersiapkan diri dengan bekal yang baik agar perjalanan kita di akhirat nanti bisa lancar. Caranya adalah dengan melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas.

***

Bagian kedua buku ini memaparkan tentang jalan/cara untuk menuju sukses. Disebutkan ada 7 buah cara menuju sukes yang terdiri atas :
  • Mulailah dari orientasi 
  • Bersaing dengan diri sendiri
  • Mendobrak Kemalasan
  • Menikmati dunia
  • Disiplin
  • Kerendahan hati
  • Warisan bermakna
Secara garis besar, bagian kedua ini merupakan implementasi dari arti sukses yang telah dijelaskan di bagian pertama. Artinya, langkah-langkah yang ditawarkan di sini merupakan langkah konkret menuju sukses bagi pembaca. 
 
Waktu pertama membaca buku ini, rasanya aku agak sedikit mengantuk, karena memang awalnya agak lambat dan masih sangat umum. Namun semakin ke belakang, aku semakin ngerti dimana letak menariknya buku ini, karena entah kenapa tips-tips dan saran-saran yang ada di buku ini terngiang-ngiang terus di kepala, seakan itu memang sebuah kebenaran yang selama ini saya acuhkan. 

Dan keistimewaan lain dari buku ini adalah, di setiap bahasannya, selalu dikembalikan kebada Alqur'an dan Assunah, jadi ini bukan hanya sebuah pemikiran dari pak Sahal, namun sudah memiliki sumber yang mutlak terpercaya. Kelebihan lainnya adalah di setiap halaman kita bisa menemukan kata-kata motivasi yang bagus, serta ukuran buku yang relatif kecil membuatnya portable dan mudah dibawa kemanapun.

Terakhir, semua tips dan tuntunan di buku ini tidak akan berguna, kalau Anda tidak mempraktekkannya. Jadi, selamat membeli buku ini, membacanya dan kemudian mempraktekannya!


7kata temen-temen: