Gayus dan STAN

0

Labels:


Akhirnya saya tergelitik untuk menulis tentang kasus Gayus-gayus itu. Sebenernya ngga penting deh, walopun isu ini sekarang jadi isu paling hot yang ramai dibicarain di fordis ataupun media elektronik.

Saya, pribadi sebagai mahasiswa STAN yang notabene dulu pernah juga menjadi kampusnya si Gayus-gayus ini jelas tidak terima kalau sampai kampus saya dibilang kampus pengembang-biak koruptor. Siapa sih yang mau nama baik almamaternya tercoreng-coreng? Pastinyalah setiap orang akan membela diri dan membela almamaternya kan ya, terlepas apakah dari STAN, atau universitas lain.Tinggal bagaimana cara membela dirinya.

Berbicara mengenai STAN, desas-desus tentang koruptor sebenernya udah bukan hal baru lagi. Bagaimana tidak, lulusan sekolah ini akan langsung terjun ke dunia kerja, Departemen Keuangan lagi. Tentu saja akan ada banyaaakk sekali komentar dan pandangan orang bahwa ini adalah kampus basah dan lahan basah. Siapa yang tidak? kami masih bocah-bocah berbau kencur yang ketika lulus langsung disuruh untuk mengurus uang yang jumlahnya tidak sedikit. Ada istilah yang mengatakan fenomena ini sebagai fenomena 'balas dendam sosial', yaitu ketika kamu masih mahasiswa dan bukan apa-apa, hingga 'tiba-tiba' mempunyai kekuasaan untuk ikut mengatur keuangan negara. Timbul semacam rasa ingin balas dendam, rasa ingin membuktikan bahwa dirimu bukanlah 'bukan siapa-siapa' lagi, melainkan orang yang punya gaji besar dan akses yang mudah.

Mari kita sebut hal itu dialami oleh Gayus. Terpaan 'kecil' ini bisa dibilang sebuah ujian bagi Departemen Keuangan, ketika sedang gencar-gencarnya berpromosi untuk meyakinkan masyarakat bahwa Depkeu dan DJP secara khusus adalah instansi yang bersih, ternyata muncullah Gayus ini. Dan secara otomatis, kecurigaan masyarakat selama ini bahwa ada yang tidak beres di dunia perpajakan terbukti. Seperti kartu domino, kecelakaan ini berbuntut menjadi ketidakpercayaan masyarakat terhadap DJP lagi, dan menyangka bahwa ada banyak sekali gayus-gayus di badan DJP yang tidak pernah diketahui khalayak umum.

Reaksi yang wajar sebenarnya. Masyarakat sudah sangat lelah untuk tertipu. Jadi saat ada ketahuan oknum yang melakukan korupsi, secara tidak sabar masyarakat langsung menggaungkan nada protes dan berbau provokatif untuk bertindak melawan, yaitu dengan boikot pajak. ada banyak debat yang bisa diikuti mengenai persoalan boikot dan tidak boikot ini. Yang pasti, saya secara subjektif menyatakan bahwa tindakan boikot ini memang tidak dpat dibiarkan. masyarakat boleh kesal, namun seharusnya bukan dengan boikot pajak jalan keluarnya, melainkan merombak dan mengganti (kalau sudah lelah menggunakan kata reformasi) total orang-orang yang ada di dalamnya

Sungguh sangat disayangkan, padahal begitu banyak akibat jika boikot pajak ini benar-benar terjadi. Negara mendapat penerimaan dari mana? apa harus dari hutang lagi? Saya maklum, semaklum-maklumnya, kalau memang masyarakat masih banyak yang belum tersosialisasi mengenai pajak dan penggunaannya. yang disesalkan adlah ulah oknum yang mencoba menunggangi aksi ini sebagai bentuk pembelaan diri agar dirinya yang selama ini tidak membayar pajak jadi merasa benar.

Lalu, apa hubungannya dengan kampus saya, STAN? Yang jelas di sini, saya ingin meluruskan bahwa kampus saya, STAN, tidak pernah mendidik mahasiswanya untuk menjadi koruptor. Bahkan untuk sekedar mencontek, yaitu bentuk korupsi "ringan" saja tidak mendapat ampunan di sini. Lantas dari segi apa orang menilai bahwa kampus kami sekolah calon koruptor?

Orang berbuat tidak baik, tidak semata-mata akibat darimana dirinya berasal. Mungkin pepatah bahwa "gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga" itu benar. gara-gara gayus, kampus STAN jadi obrolan miring di mana-mana. Tapi, orang juga tidak bisa mengatakan bahwa kampus UI (maaf sebut merk) adalah kampusnya koruptor kalau ada salah satu alumnusnya menjadi koruptor kelas kakap, bukan? Persoalan korupsi ini seharusnya bisa dilihat secara dewasa, bahwa seseorang melakukan kejahatan bukan masalah dia berasal dari mana, namun bagaimana lingkungan membentuknya. Saya, sebagai mahasiswa STAN, menyatakan bahwa saya tetap mencintai kampus ini, tetap menganggap bahwa kampus ini adalah kampus yang bebas dari pendidikan korupsi, dan saya juga mendukung pemberantasan orang-orang seperti Gayus.

Jika diibaratkan sebuah kendaraan, STAN adalah sebuah bus yangmengangkut penumpang secara bersama-sama dan beriringan menuju indonesia yang lebih baik, dan orang-orang seperti gayus ini adalah penumpang gelap, yang harus segera diturunkan dari bus, tidak peduli bahwa dulu dia naik bersama kami.

*terima kasih pada pak Minami di kompasiana yang telah banyak memperkenalkan STAN lebih jauh.

Jalan-jalan ke pasar senen

0

Labels: ,



Secara tidak direncanakan, aku, isti , dan sinta terpelosok di belantara Poncol, pasar Senen. Awalnya cuman mau nyari topi pesenannya si pacar istu.. Dan ternyata kita menghadapi rimba baju, tas, dan sepatu bekas.

Bukannya apa-apa, saya bukannya udersetimate dan sok mampu beli barang-barang wah. Tapi saya agak alergi dengan baunya, dan saya selalu membayangkan bahwa barang-barang bekas yang dipajang kucel dan bau itu menyimpan berbagai penyakit dari pemilik sebelumnya. Meskipun saya akui, barang-barangnya banyak yang bagus dan modis.

Kami berkeliling-keliling memilih topi, dan tas yang cocok.. Saya sempet melirik-lirik tas pula,, banyak yang bagus.. banyak juga yang murah meriah.. ini fotonya..

ini saat memilih tas

Nah, sebenernya banyak juga barang berkualitas disana, tapi harus pintar-pintar milih, dan jangan langsung percaya kalau si penjual mengatakan barangnya asli. Sebelumnya kita harus tahu dulu mana ciri-ciri barang asli dan mana yang bukan. Misalnya, tas mahal yang asli itu biasanya jahitannya ngga amburadul, bahannya memang terlihat berkualitas. Perhatikan juga bagian dalam tas, biasanya berbeda dengan tas yang palsu, juga perhatikan resleting tas, di tas yang asli biasanya ada merk yang tercetak di pegangan resleting. Pokoknya hal-hal macam itulah. 

Sepinya pasar senen
Tips :
1. Jangan langsung memutuskan untuk membeli suatu barang. Lebih baik keliling dulu dan survey harga, pertimbangkan apakah barang pilihan memang barang yang berkualitas baik dengan harga yang masuk akal. percuma kalau dapet barang murah tapi kualita abal-abal.
2. Kenali ciri-ciri barang yang asli dan yang palsu. Rugi banget kalau sampai beli barang palsu dengan harga asli.
3. Sediakan waktu yang cukup, karena waktu yang terbatas membuat kita tidak dapat berpikir matang.
4. Makan dulu. Lapar perut bisa menyebabkan lapar mata.
5. Datang bersama teman. selain sebagai tempat untuk meminta pertimbangan, lingkungan di pasar senen merupakan lingkungan yang rawan. kalau tidak terbiasa berada di daerah tersebut bisa-bisa jadi incaran pencopet. Selain itu, karena sepi, biasanya pedagang akan berteriak-teriak memanggil pengunjung (yang bagi saya ini cukup menakutkan)

Di lantai empat juga terdapat para pedagang buku murah. Biasanya buku-buku yang ada di sini adalah buku bekas dan buku bajakan. kalau berniat mencari buku disini, sebisa mungkin siapkan judul buku yang akan di cari, dan perkirakan harga yang masuk akal. Karena waktu saya iseng ke lantai 4 ini, saya memang tidak punya tujuan secara spesifik akan membeli buku apa. Akibatnya, banyak sekali pedagang yang berteriak-teriak memanggil kami dan kami malah, akhirnya kami memutuskan untuk turun ke lantai bawah.

Dan akhirnya penjelajahan kami selesai sudah. Hasilnya? 2 buah topi, dan selebihnya hanya lelah. Kayanya harus pikir-pikir lagi deh kalau mau ke sana.

chatting singkat

0

Labels: , ,

Ana        : kerjaan lagi banyak ya ?
Lukman : iya ni na...lmbur trus...parahnya org2ny ky pdga nghargain gt...
                 jd capek deh...
Ana        : risiko orang kerja .. kalo berbuat baik, ngga di perhatiin.. sekalinya berbuat salah, langsung           disalah2in.. ya ngga
Lukman : bner bgt na...hwa....kta2mu trdengar bijak bgt x ni...
emg ana prnah krja jg y?
Ana       : belom sih.. ngebayangin aja.. haha..
kaya gitu mah ngga cuman berlaku di dunia kerja doank.. di kehidupan ini juga gitu.. orang terbiasa ngeliat cuman dari sisi jeleknya aja
Lukman : tp emg bner adanya..
gitu y na...
emg si, dsni jg gt,,,kbykn ska ngmongin kjlekn krywan yg lain...
Ana        : kebanyakan gitu kan..
ngomongin kejelekan orang lain mah kayanya udah jadi sifat dasar manusia deh.. hehehe
Lukman : emg udah budayanya gt x y...
Ana        : kita yang ngeliat dari luar mungkin bisa menilai kalao yang dilakuin orang lain dengan membicarakan sesamanya itu salah..
tapi kadang kita juga secara ngga sadar kadang ngomongin kejelekan org lain juga .. pengakuan nih aku.. hehe
Lukman : haha...sama na...
ak jg sring ga sdar msal lg ksel gt jd ngmongin kjlekan org tu trus...
Ana        : iya..
makanya, kalo dalam kerjaan, kita nglakuin kesalahan aja kayanya udah jadi kesalahan gede
Lukman : wlpun agk sadar (dikit) tp ttep ja dlnjutin...haha...
astaghfirullahaladzim....
Ana        : hahahha... bener..







Maaf untuk Lukman kalo chat di fb ini akhirnya aku posting di blog.. semoga ngga marah.. hehe.. intinya bagus soalnya ,, aku suka.. thanks untuk chatingnya yaaa

Garis perempuan

0

Labels:


Judul : Garis Perempuan
Pengarang : Sanie B. Kuncoro
Penerbit : Penerbit Bentang
Tebal : x + 378 hal
Cetakan : Pertama, Januari, 2010

Ceritanya buku ini aku lihat resensinya di Goodreads Indonesia , dan kemudian ketika jalan-jalan di Gunung Agung atrium senen, kubeli deh buku ini. Sebuah buku yang menceritakan kisah dari 4 orang perempuan : Ranting, Gendhing, Tawangsri, dan Zhang Mey. Sejak kecil mereka berempat telah menjadi sahabat serangkai yang menjalani aktivitas bersama. Namun jalan takdir membawa masing-masing pribadi ke arah jalan nasib yang berbeda.

Buku ini dibagi menjadi 3 bagian; selasar awal, tengah dan akhir. Di bagian tengah sendiri dibagi menjadi 4 segmen yang menceritakan masing masing tokoh secara terpisah. Kalau diibaratkan film, buku ini mencoba trik yang sama dengan Film "LOVE ACTUALLY", "VALENTINE'S DAY", atau film Indonesia "LOVE", karena masing-masing tokoh memiliki ikatan dan hubungan, meskipun dalam bentuk yang masih sederhana :sahabat.

Sesuai dengan judulnya, buku ini mencoba mengetengahkan isu yang kini sedang marak diperjuangkan kaum perempuan yaitu persamaan derajat dan emansipasi wanita. Bisa dibilang, buku ini dapat menjadi alat kaum feminis untuk menunjukkan bahwa ada banyak kenyataan sosial yang terpendam di masyarakat, bahwa banyak perempuan yang merasa terpinggirkan dan terhimpit secara sosial karena statusnya sebagai PEREMPUAN. 

Seperti kisah Ranting, akibat kemiskinan, dirinya rela dijadikan istri ketiga seorang pengusaha dengan jaminan uang untuk melunasi biaya operasi tumor ibunya. Bagi Ranting, tubuhnya hanya dia jadikan sebagai alat pertukaran, tidak lebih dari itu. Senasib dengan Ranting, Gendhing yang juga dililit kemiskinan juga berniat untuk menjual keperawanannya agar dapat menebus utang puluhan juta dari orangtuanya. 

Status mereka sebagai perempuan menjadikan mereka yang seharusnya bebas menggunakan dirinya, harus terjebak pada transaksi tubuh demi kemerdekaan ekonomi, namun tidak kemerdekaan jiwanya. Di akhir cerita, akhirnya mereka berontak terhadap belenggu yang telah kemiskinan ciptakan untuk mereka.
Lain dengan kisah Zhang Mey, yang mencintai orang pribumi, bukan keturunan Tiong Hoa seperti dirinya. penolakan pun tidak dapat terhindarkan timbul dari keluarga Zhang Mey,. Karena himpitan tradisi ini, Zhang Mey memutuskan untuk memberikan "yang berharga" miliknya pada sang kekasih. Kisah Tawangsri sendiri merupakan kisah favoritku, dimana dia mencintai seorang duda yang masih menyimpan kenangan tentang almarhum istrinya. Tawangsri yang memiliki kebebasan pilihan untuk memberikan keperawanannya pada seseorang yang dia kehendaki akhirnya memilih duda tersebut, meskipun ternyata di akhir kisah Tawangsri meninggalkannya.


Membaca buku ini seperti membaca 4 buah cerpen. Isi cerita yang singkat, akhir yang menggantung, dan konflik yang menurut saya sederhana. Hanya karena bunga-bunga bahasa di sana-sini akhirnyalah menjadi sebuah novel yang cukup tebal. Karena menggunakan bahasa yang lumayan berat, novel ini jadi semacam cerita serius yang harus mengernyit sepanjang buku. Namun jangan khawatir, justru karena konflik yang sederhana dan alur yang mudah diikuti, membaca buku ini malah menjadi mudah dan mengalir hingga halaman terakhir.

Buku ini bagus untuk referensi pergolakan hidup perempuan Indonesia, yang banyak terbentur masalah poligami, tradisi, nilai sebuah keperawanan, dan pilihan hidup. Kisah masing-masing tokoh juga menghadirkan kenangan-kenangan tersendiri bagi saya pribadi. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari sana, salah satu favorit saya adalah pernyataan Ayah Zhang Mey ketika beliau mengetahui hubungan putrinya dengan pribumi :
" Ini sesuatu yang sudah kau tahu sejak awal dan sudah terduga akan berakhir seperti ini. Bahwa kau tetap memilih untuk menjalaninya, itu lebih sebagai keinginan gelora hatimu yang tak terhindarkan. Seperti memainkan suatu permainan, kau tidak selalu bisa memenanginya dan ada saatnya permainan itu akan selesai. Bagimu, inilah saatnya."

Selamat membaca!

Vixxio bagi buku gratis

8

Kamu tahu ngga rasanya tiba-tiba ngedapetin sesuatu yang udah kamu pengen-pengenin sejak lama? i am there now!
Setelah sekian lama desperate karena ngga punya duit buat beli buku, ternyata aku dapet really good news. Gara-gara blogwalking, aku malah tahu kalau ada event Vixxio bagi buku gratis. Event ini berupa pembagian 3 buku secara gratis bagi para pemenang, and here they are :
1. Perjalanan wartawan boke' Keliling Dunia - Tony Ryanto
 
2. Daddy's Little Girl - Mary Higgins Clark
3. Pesan Dari Nam – Danielle Steel
Kalau disuruh milih, pasti bingung dan pengennya milih semuanya :p, tapi karena ngga boleh, aku memilih bukunya Mary Higgins Clark, because i love its suspense and thriller story. ohhh.. i was desperately hope i'll win this contest, God..
Buat yang mau ikutan, silakan klik di sini. Cepetan, soalnya batas waktunya cuma sampai 31 Maret 2010! Thanks untuk Vixxio!

p.s dan rasanya sekarang aku jadi tahu kemana harus nyari buku bekas yang bagus dan murah! :)

the DEATH

0

Labels:



akhir-akhir ini aku dihantui oleh sebuah kata : mati.


Awalnya karena pas jalan pulang ke magelang, aku dapet kabar bahwa seorang temen SMP ku telah dipanggil oleh-Nya. Gara-garanya sakit demam berdarah plus tipes. Aku inget orang ini. Namanya Nur Rohman. Temen sekelas waktu kelas satu SMP dulu. Maaf, bukan bermaksud ngomongin beliau, tapi aku inget dulu beliau sering diejekin sama temen-temen--entah aku juga ikut2an atau engga--dan kelihatannya beliau sih santai-santai aja. dan aku percaya beliau adalah seorang teman yang sangat baik.

Rencananya, setelah sampai di magelang aku bakal ikut nganterin sampe di kuburan. Tapi nyatanya karena capek, aku ngga bisa ikut. Setelah kejadian ini sebenernya aku baik-baik aja, ngga ada sesuatu yang terlalu aku pikirin. Tapi ngga tahu kenapa kemaren waktu jalan pulang lagi ke Jakarta, ngga sengaja aku nemuin FB nya tuh temen SMP ku, trus aku liat-liat deh. Banyak banget wall dari temen-temennya, dan temen-temen SMP ku yang ngasih ucapan belasungkawa, dan ngasih doa-doa gitu. Ada beberapa yang dibales sama beliau--err..maksudnya adiknya almarhum yang make accountnya.. Aku malu sendiri, karena bahkan untuk nulis di wall nya aku ngga sanggup. Aku cuman berdoa dalam hati buat almarhum semoga amal ibadahnya di terima dan dosa-dosanya diampuni.

Sepanjang perjalanan aku jadi mikirin ini terus. aku ngebayangin gimana rasanya berada sendirian di dalam kubur, di tanya in malaikat yang bahkan bentukannya aja aku ngga tahu kaya apa --katanya sih ngeri banget. SENDIRIAN. Bayangin aja. Ngga ada orang tuamu yang biasanya ngedampingin kamu ketika kamu takut. Ngga ada temen-temen yang biasanya bersedia nemenin kamu pergi-pergi. bahkan ngga daa pacar yang janjinya bakal nemenin sampe mati. Yang nemenin cuman amal.Aku mikir, amalku aja ngga tahu sbeerapa besar untuk bisa menemaniku dan membuatku aman di alam antah berantah itu.

Aku ngga sanggup nerusin pikiranku, karena tahu sendiri waktu itu aku perjalanan Magelang-Jakarta sndirian naik bus, dan aku takut kalau tiba-tiba ajalku menjemput. Aku takut. Aku nyoba buat ngilangin perasaan takut ini dan pikiran-pikiran ngga sehat ini tapi aku ngga bisa nahan hingga akhirnya aku posting di sini. Bukannya aku takut mati karena ngga mau ninggalin dunia dan segala isinya. Aku takut mati, karena aku ngga tahu seberapa besar dan seberapa mengerikan hal yang akan aku hadapi SENDIRIAN di alam sana. Aku takut ngga mampu menanggungnya.

Boleh ngga sih aku takut mati? Aku sadar tubuh ini bukan milikki. Ini milik Tuhan yang cuman dititipin ke aku untuk dirawat. Jadi sewaktu-waktu ketika saatku sudah habis di dunia ini, aku harus ikhlas menyerahkan tubuhku kembali dan rohku dipanggil oleh-Nya. Tapi bagaimana jika bekalku belum cukup? sedangkan kesempatan hidup sampai detik ini yang masih diberikan Tuhan untukku malah ngga aku gunain untuk ngumpulin bekal? Setiap pikiran untuk melakukan amal baik, selalu ada aja bagian dari pikiran yang meracuni : NANTI AJA.

Ah, aku belum siap mati TUHAN. Masih banyak hutang-hutangku pada orang tuaku yang belum aku bayar. Masih banyak janji-janji yang belum aku laksanain. Masih banyak bekal yang mesti aku persiapkan, TUHAN. Maka bimbinglah aku TUHAN, tuntunlah aku ke jalan yang benar dan lurus, TUHAN. Agar suatu saat jika memang waktuku di dunia sudah habis dan aku harus menyerahkan kembali hati dan tubuh ini kepadaMU, aku sudah siap, TUHAN.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahiim (Penyayang)
Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta
Yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahiim (Penyayang)
Raja/Penguasa di hari “ad-diin’ (pembalasan/kiamat)
Hanya padamu kami menyembah, dan hanya padamu kami memohon pertolongan
Tunjukkan kami “Shiraatal Mustaqiim” (Jalan Lurus)
Jalan yang penuh nikmat kepada mereka, bukan yang Engkau murkai pada mereka, bukan juga yang sesat

p.s untuk almarhum temanku, maaf karena aku masih punya banyak kesalahan padamu dan belum sempat meminta maaf. maaf juga ngga mengantarmu ke peristirahatanmu. semoga amal ibadahmy di terima dan perjalananmu  dilancarkan. amin

review this week

0

Labels: ,


Akhirnya beruang sudah pulang dari pengembaraannya ke Makassar. Alhamdulillah dia ngga kenapa-kenapa, walopun disana lagi banyak kerusuhan. Aku selalu mendoakan yang terbaik buat beruang, meskipun kadang ngga yakin kalopun ia terlibat ribut sama orang aku harus khawatir sama siapa--beruangnya atau orang yang ngajak ribut. LOL.

Tapi ngga tahu kenapa setelah hampir 1 bulan ngga ketemu, kok aku jadi ngerasa asing. canggung. dan grogi, kaya belum pernah kenal selama 2 tahun. Waktu aku bilang sama beruang ttg hal ini, dia cuman bilang, masa 2 tahun kehapus cuman oleh 1 bulan? kalau dipikir iya juga ya, bisa-bisanya aku jadi enggan untuk sekedar menggandeng tangannya lagi hanya gara-gara ngga ketemu 1 bulan. Aneh.

Hei.. tapi kenapa aku jadi curhat gini sih di blog? Sebenernya terserah-terserah aku juga, toh ini blogku.. Tapi.. ah.. udahlah.. Eniwei, semester baru udah hampir dimulai. Aku ngga tahu peubahan apa yang bakal aku hadapi-dan harus aku hadapi-untuk beberapa bulan ke depan/. Kayanya bakal seru sekligus bikin tegang. Tapi aku bener-bener butuh liburan. I mean, bener-bener liburan. Ngga yang cuman sekedar istirahat di rumah dan tidur, tapi JALAN-JALAN. Ah, im desperately need some adventoures...

Kemaren waktu nonton tayangan rafting di TV rasanya pengen banget nyobain..(iri banget sama si Farah) Trus nyokap bilang, "Ah olahraga kok yang ngeri-ngeri gitu.. mbok yang lain aja yang lebih aman". Oh, andai beliau tahu aku diajakin beruang rafting, naik gunung, keliling krakatau, snorkling n diving, pasti beliau ngga bakal ngijinin putrinya ini dipacarin sama si-pembawa-bahaya itu. hahahah.

Karena masih liburan dan sayangnya ngga bisa jalan-jalan ke manaaaa... gitu (i really envy with this one who go to vietnam), mungkin beberapa waktu ke depan aku bakal :
  1. Baca Pramoedya Ananta Toer
  2. Blogwalking ke beberapa orang dan ngambil beberapa tag
  3. Ngambil boneka yang udah ku cuciin
  4. Ngajar
  5. Ke Elex Media 
  6. Nyampulin komik
Thats all. Postingan ini ngga penting. Jadi ngga ada gunanya juga di baca sampai abis. got u! lol.

am i drama queen?

1 |

Labels: , ,



Aku inget dulu aku ternyata drama queen banget.

waktu SMP, aku pernah tuh punya pacar *gilee tuh sebenernya jaman segitu kelas 1 smp udah pacaran*. Nah, ternyata aku melakukan kesalahan besar sehingga dia ninggalin aku tanpa kesan baik-baik. Kalo dipikir-pikir dulu emang aku kejem banget deh, tapi dulu aku ngga nyadar kalo ternyata aku sekejem itu. Yah, you know lah, im with my teenage soul yang random dan unpredictable ituu..

Tapi setelah kejadian itu aku jadi sering ngalamun-ngalamun ngga jelas. Kadang kalo misalnya lagi ada kegiatan nginep di sekolah, entah LDKS atau Pesantren Kilat, or apalah, yang pasti aku bakal mengharap ada momen-momen bagus yang secara ngga sengaja bakal ngedeketin kita berdua lagi.

Misalnya lagi nyalain kembang api nih, kadang aku suka mengkhayal ngga jelas biar bisa berdiri di samping dia, trus tiba-tiba suasana jadi cuman milik berdua, yang lainnya cuman blur aja *lu kata komik apa bisa di blur* trus kita ngomong dengan gaya bicara dewasa *oh.. cant help my imagination*, trus saling tanya"hai, apa kabar" dengan suara rendah dan tenang. Then aku cuman natap dia, kami saling diem, tapi kami saling tahu maksud masing-masing. Dan keesokan harinya kami udah deket lagi kaya dulu.

But, damn it Ana, itu cuman imajinasi!! Dan lucunya sampe sekarang kuliah aku belom pernah nemuin hal-hal se so sweet itu, ya momen yang ngga pas lah, atau hal-hal yang aku khayalin itu juga ngga pernah terjadi. Hahaha. Lucu ya dulu aku bisa segitu dramanya. Dan sejak saat itu aku jadi ngga percaya lagi sama keindahan cerita-cerita di komik atau di novel chicklit-chicklit itu, aku 100% yakin kalau ada adegan-adegan kaya gitu, itu pasti khayalan si penulis yang juga pengen ngalamin momen kaya gitu tapi ngga pernah kesampaian, yah, just like me.

Hahaaha, bilang aku sirik, tapi kalu emang ada, coba ceritain sama aku.

eniwei, hubunganku sama mantanku akhirnya membaik juga setelah ada kejadian drama ngga penting, konyol dan kekanak-kanakan yang sangat jauh dari khayalan yang aku bayangin. Tapi syukurlah akhirnya kami berdua baikan juga. Walaupun ngga bisa balikan kaya dulu lagi, because he's already have a girlfiriend, and me too. Tapi aku ngga nyesel sih, walaupun kalo lagi kumat jahilnya kadang aku sms dia atau nge wall cuman buat iseng dan goda-godain aja.


p.s Semoga dia ngga baca posting ini. amin.


(L)aki-laki

0

Labels: ,



Judul : L
Pengarang : Kristy Nelwan
Penerbit : Grasindo
Tebal : 394 hal + viii

Aku ngga sengaja beli buku ini ketika ada pesta buku 2009 di istora senayan. Karena ditraktir siberuang, yang aku nyomot aja buku yang kelihatan bagus. Dan aku memilihh "L". Entah karena covernya yang lumayan bagus, atau karena judulnya yang pinter banget bikin pembaca penasaran sama isinya. well, akhirnya kebeli juga buku itu, meskipun aku sendiri belum pernah baca karya Kristy Nelwan sebelumnya.

Setelah ngendon hampir beberapa bulan di rak buku gara-gara aku lebih prefer baca komik, hehe, akhirnya kubacalah buku itu waktu pulang kampung ke Magelang dan tiba-tiba aku nyesel gitu aja ngga baca buku itu dari dulu-dulu, karena menurut pendapat pribadi ku, bukunya absolutely great!.

Sebenernya tema yang diangkat hampir sama kaya jualannya novel fiski metropop lainnya, ya tentang cewe-karier-single-mencari-pasangan-hidup. Kind of that lah.. Tapi ide dasar dari cerita ini cukup unik menurutku, Ava Torino--si tokoh utama--yang tidak percaya cinta sejati lantaran udah 3x berturut-turut dikhianati, akhirnya bikin obsesi gila : membuat list cowo yang harus dipacari berdasarkan huruf alphabet. Jadi aku sempet heran aja ketika di awal novel udah disuguhin konfliknya si Ava sama pacarnya yang berhuruf awal X--Xi Men.

Cerita berlanjut hingga akhirnya 25 huruf alphabet udah berhasil dia pacarin. Nah, ternyata di luar dugaan Ava malah kesulitan buat nemuin huruf terakhirnya, bisa ditebak kan, yap, huruf L. Dengan adegan make a wish di borobudur dan lain sebagainya, akhirnya Ava menemukan seseorang yang bernama Ludi. Dan dia udah betekad bahwa cowo kali ini bakal jadi the LAst Love nya, alias dia mau serius sama ni cowo dan bener-bener mau nikah sama dia.

Namun ternyata manusia emang cuman bisa rencanain, siapa sih yang nyangka bahwa ternyata dia jatuh cinta bukan pada "L"? Padahal rencana pernikahan udah disusunk dengan sangat matang dan ngabisin tenaga dan pikiran. Tapi sekali lagi, segala sesuatu Tuhan yang menentukan.  AKu pikir endingnya bakal mudah aku tebak, yang happily ever after gitu. Cuman ternyata berbelok ke arah yang sempet beberapa kali bikin aku nangis bayi. hahhaha.

Eniwei, ceritanya sangat mengalir lancar, selancar dialog dan adegan yang menari sepanjang halaman novel. Karena gaya bahasanya yang informal, jadi kita malah lebih enjoy dan santai dalam membacanya. Konflik dan inti ceritanya sebenernya udah banyak dijual sama novel-novel lain sejenis, namun Kristy Nelwan meraciknya dengan sangat pas, seimbang, dan jadi terasa nikmat tidak berlebihan. Kesan natural yang dibangun Kristy melalui masalah-masalah hidup Ava Torino yang tidak neko-neko dan bagaimana Kristy menunjukkan makna cinta dan pengorbanan secara ngga lebay, jadi makin bikin novel ini tambah nikmat!

Sebenernya waktu awal aku agak ngga suka sama tokoh Ava Torino-nya Kristy ini, karena walaupun dia wanita karier yang mandiri dan keras kepala, tapi ternyata dia peorokok. Ngga tahu, pokoknya bagi aku rokok tu udah semacam jadi nilai minus yang sangat tinggi banget. Untungnya di akhir cerita, si Kristy mematikan tokoh central dengan rokok dan itu menunjukkan bahwa salah satu pesan moral dari novel ini adalah : Jangan Merokok. Not bad.

Dan sentuhan Kristy pada hal religius dengan cara menyancingkan dua agama yang berbeda dan menjadikannya dalam satu frame pandangan sebenernya udah bagus, namun menurut aku mesti perlu pendekatan yang lebih dalem lagi, atau malah tidak usah ada sentuhan religi sama sekali karena sebenernya kedua agama itu agak-agak frontal perbedaannya.

Overall, aku suka sama novel ini. Great work, mba Kristy Nelwan! Thanks udah reply twitterku. Love it love it!

p.s Salah satu quote yang aku suka diucapin sama Mamanya Ava Torino :
"Mama dan Papa bertahan karena kita saling mencintai, sehingga waktu sedang kesal pun, kit amasih punya kemampuan untuk mengingat begitu banyak sisi baik di luar sisi mengesalkan yang dimiliki pasangan kita dan bikin kita mau hidup sama dia. Semenyebalkannya Papa, nggak pernah terlintas di benak mama kalimat : 'Why the hell i'm his wife?'"

kehilangan ATM

0

Labels: , ,


Baru-baru ini aku sempet kehilangan kartu ATM ku. Ngga tahu gimana ceritanya, tahu-tahu kartu mahapenting itu udah ngga ada di tempat biasanya dia berada. Jantung ni rasanya udah kecepatan 100km/jam kali rasanya. Angka-angka yang ada di tabungan mendadak berasa sangat penting untuk diingat.  But PANIC is not a term i need in this situation. Langsung aku call operator bank tempatku nabung dan dengan cara yang santun dan ramah dan tidak ribet, operator cowo itu menjelaskan bahwa nomor rekeningku sudah terblokir berdasarkan laporanku dan yang paling penting memberi tahuku bahwa isi tabungan masih sama seperti awal. Alhambdulillah.

Short story short, aku dateng ke kantor cabang pembantu bank di deket kost dan laporan tentang ATMku yang ilang. Maunya sih pake nomor yang lama gitu tapi kata mbaknya prosesnya bisa lama, bisa nyampe satu bulan. Akhirnya aku milih nomor baru aja, milihnya kaya milih kartu perdana gitu, so aku milih yang nomor cantik :)

Eh, ternyata proses pemindahbukuan itu membutuhkan surat keterangan kehilangan dari kantor polisi. Fyuh. Mana ngga ada siberuang lagi buat anter-anter kan. Ribet sendiri deh akhirnya naik-naik angkot berkali-kali.Sampai di kantor polisi, aku bilang sama petugasnya kalau mau urus surat kehilangan. Aku sama sekali ngga tahu prosedurnya apaan, tapi untungnya ada ibu-ibu yang antri sebelum aku dan dia ngga bawa apa-apa, ya cuman bawa diri sama keterangan ini itu; apa yang hilang, kapan ilangnya, dimana ilangnya, dan bla..bla..bla gitu deh.. trus polisinya langsung ngetik dan langsung jadi deh tuh surat keterangan hilangnya. *sambil mikir, oh cuman gini doank caranya*.

Nah, ini dia. Di akhir proses jadinya surat, aku liat si Ibu nyelipin duit 20 ribuan. Buset, "BAYAR" ya ternyata ??. Setelah ibu itu selesai, langsung aku dilayanin dengan proses yang sama. Dengan muka innocent dan ngga ngerasa bersalah, aku cuma mengucapkan terima kasih, senyum dan ngeloyor pergi--tanpa ngasih duit apapun. 

Aku ngga tahu ekspresi muka bapak itu gimana, atau dia ngebatin apa tentang aku, yang pasti bukan karena aku pelit dan ngga mau keluar uang buat bayar jasa tuh polisi. Kalau emang ada tulisan atau aturan secara resmi tentang tarif pembuatan surat keterangan hilang, aku bersedia bayar kok. Tapi maaf bukan dengan cara nyelipin secara sembunyi-sembunyi di balik tangan dan sang polisi juga nerima dengan sembunyi-sembunyi seperti itu. \Lagipula, tugas polisi kan mengayomi dan membantu masyarakat kan?

Ujung cerita, ATM ku yang baru udah jadi. Dan coba tebak, 2 minggu setelah itu, aku menemukan di bagian yang terselip di dompet, ada ATMku yang aku sangka sudah ilang itu. DAMN. Hahaha... 
 
p.s Pelajaran moral nomor 1 = cari tahu apakah ngurus surat keterangan kehilangan itu bayar atau engga.
      Pelajaran moral nomor 2 = cek dompet dg teliti sebelum menyatakan diri kehilangan sesuatu (terutama kehilangan harga diri :)
      Pelajaran moral nomor 3 = ngga semua polisi itu buruk, masih banyak yang baik. dan semoga kualitas polri kita lebih baik lagi.

kenapa aku miskin?

4

Labels:


Ada kejadian yang cukup bikin aku takut sekaligus geleng-geleng kepala. Ceritanya waktu aku dan temenku pulang dari belanja-belanji, kami berdua naik angkot, dan kebetulan angkotnya sepi penumpang, cuman ada kami berdua dan si sopir. Di tengah kemcetan lalu lintas yang bener2 crowded itulah, angkot kita di naikin sama mas-mas bertato di kedua lengennya, trus kukunya juga dicat item-item, dan keliatan ada beberapa tindikan di telinganya. Aku pikir dia cuman naik gitu doank, eh ternyata malah ngomel-ngomel ngga jelas.

Kurang lebih sih dia ngoceh gini,

                      "Mbak-mbak yang baik, kita disini cuman mau ngomong bentar. Coba kita berpikir dikit, kenapa  orang-orang kaya kami ini selalu dipandang sebelah mata, kenapa nasib tidak berpihak pada kami sehingga kami tidak beruntung. Daripada saya nyopet atau ngrampok mendingan saya ngomong terus terang buat minta sedikit rejeki dari mbak-mbak ini."

Trus dia nadahin tangannya di depan kita tuh. Aku yang dari awal emang udah takut sama penampilannya udah keder aja gitu. Maunya sih ngga ngasih soalnya udah jengkel duluan, tapi karena melihat ada nada ancaman di kata-katanya tadi, ya udah deh aku keluarin seceng. Eh dianya bilang makasih aja engga. Malah mlengos dan ngomel-ngomel ngga jelas. Buset ya ni orang, sama aja kalo gitu kaya ngrampok donk, pikirku. Yah karena cuman seribu sih ya udah lah aku ikhlasin aja.

Yang jadi titik pikiranku adalah kata-katanya yang bilang "kenapa nasib tidak berpihak pada kami". Hmm,, kalau dipikir apa bener nasib tidak berpihak padanya. Aku inget kata dosenku Pak Satria hadi Lubis (i had wrote down here about his book) yang dia sadur dari Donald Trumph kalo ngga salah , "Kalau manusia lahir miskin itu bukan salah dia, tapi kalau manusia mati miskin itu 100% salah dia".

Jadi, kenapa orang itu menyalahkan nasib yang menjadikannya tidak mampu? Bukankah Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri? Siapa yang salah kalau dia kerjanya cuman minta-minta (bahkan lebih kasar dari pengemis pake kata-kata ancaman gitu), trus uang hasil minta-minta itu malah ia gunain buat nato tubuhnya biar orang-orang takut sama dia, atau bukannya mau su'udhon tapi misalnya hasil minta-mintanya cuman dia pake buat beli rokok atau minum atau hal-hal ngga penting lainnya. Apa kaya gitu bisa ngubah keadaan dia?

Kalau dia ngga mau dipandang sebelah mata, ya berusaha dong. Dan meminta-minta secara kasar di angkot-angkot atau di tempat umum itu bukan merupakan usaha kan? apalagi tubuhnya masih seger dan kuat dan sehat. Aku bakal lebih respek sama orang yang banting tulang jadi tukang gali atau tukang bangunan daripada cuman minta-minta kaya gitu?

Lalu kenapa dia masih bisa bertanya,"Mengapa nasib tidak berpihak pada kami?". Jawab aja sendiri.

mengerti.

4

Labels: , , ,


aku benci mengakuinya.

aku tahu kamu sibuk, sibuk banget malah. kerja sambil ngurus kuliah. ga kenal waktu dan ga kenal capek. bahkan sebelum tidur pun udah susah diganggu gugat buat nelpon segala. bahkan hari minggu pun masih ada rapat. aku juga tahu kamu ngga enak hati seandainya sering-seringan nelpon di depan auditee mu. iya aku tahu. aku tahu.

tapi aku ngga mengerti.

dengan jarak yang jauh ini, aku pikir sampai sekarang aku masih bisa tahan sampai lebih dari 2 minggu. aku ngga kenapa-kenapa disini. baik-baik aja. aku ngga mengharap apa-apa. aku berusaha keras untuk mengerti keadaan bahwa justru harusnya AKU lah yang menelepon mu, bukan kamu. Aku lah yang harusnya sms kamu duluan, aku lah yang tanya bagaimana harimu. Aku berusaha keras untuk itu. tapi aku ngga bisa. aku terlalu manja sampai-sampai masih suka bad mood kalau ngga di telpon atau di sms duluan.


aku berusaha membuat alasan untuk memenangkan egoku, dengan berkata bahwa wanita butuh perhatian. seandainya ada 2 orang laki-laki yang sama-sama jauh, dan yang satu tidak memberi kabar, sedangkan yang satu intens memberi-dan menanyakan-kabarku, kamu tahu dalam keadaan yang terusmenerus akan berpihak kepada lelaki yang mana? ini bukan tentang kesetiaan dan kepercayaan dan kesabaran. pikiran egoisku mengatakan bahwa wanita berhak untuk mendapatkan perhatian. aku tahu dirimu disana menganggap aku pasti baik-baik saja disini, aku juga tahu kamu memikirkan aku. tapi aku meminta, ungkapkanlah.

aku egois. ya, aku egois. meminta semua itu padahal kamu sedang sibuk. aku tahu aku harus lebih berusaha keras. untuk mengerti.

maaf.


(pic taken from flickr.com)

are you a bookworm?

1 |

Labels: , ,


pernah ngga beli banyak buku untuk kemudian cuma dipajang di rak buku? aku sering. bahkan sampai plastik pembungkusnya aja belom dilepas. Tapi ngga tahu kenapa tiap ada pameran buku atau lagi jalan ke toko buku pasti ada aja yang pengen dibeli. Begitu sampai rumah, udah lupa lagi.

Nah, sekarang aku mau kasi tips supaya efektif membeli buku :

1. Apa yang kamu butuhkan?

Prinsip dasar berbelanja adalah membeli apa yang benar-benar kamu butuhkan. Begitu juga dengan belanja buku. Mungkin waktu jalan-jalan di pameran buku, kamu bakal tergiur dengan banyaknya buku bagus dan murah. Tapi, belanjalah apa yang memang penting dan kamu butuhin saja. Kalau tergiur karena murahnya, jangan khawatir. Tahun depan atau di event lain pasti masih ada yang berjualan buku murah. Jangan membeli buku hanya karena harus beli buku pada saat itu juga.

2. Rekomendasi dari teman

Ini masih ada hubungan sama nomor satu. Mungkin kamu melihat ada sebuah novel yang kelihatan bagus. Baik dari segi cover ataupun sinopsis di belakang buku. Tapi tunggu dulu, jangan keburu bawa ke kasir. Alangkah lebih baik kalau kamu tanya temenmu yang udah pernah baca buku itu, bagus atau engga. Atau kamu juga bisa browsing, sekarang kan jamannya internet. Search aja resensi buku yang kamu mau. Nilai baik dan buruknya. Baru putuskan untuk membeli atau tidak (kalau udah ada temen yang punya mending pinjem aja dulu, hehehe)

3. Segera baca apa yang kamu beli.

Belajar untuk tanggung jawab. Membeli buku mungkin adalah sebuah investasi, namun apa gunanya kalau cuma digunakan sebagai pemanis ruang tamu?. Begitu sampai di rumah, bukalah sampul buku dan baca-bacalah sebentar. Kalau memang sedang sibuk dan tak ada waktu. bacalah sebagai pengantar tidur. Sebuah buku tidak ada gunanya kalau tidak dibaca, kawan. Dan jangan lupa disiplinlah terhadap diri sendiri. Kecuali untuk yang mendesak, batasi dirimu untuk tidak membeli buku sebelum buku terakhir yang kamu beli sudah habis dibaca.

4. Pinjamkan pada teman.

hei, apa salahnya meminjamkan buku koleksi pada teman? Mungkin sebagai orang yang sibuk, kita jarang punya waktu untuk membaca semua buku koleksi sendiri. maka, ngga ada salahnya kalau mengundang teman untuk membaca buku kita. Siapa tahu, begitu dia selesai baca, dia akan memberikan rekomendasi-rekomendasi yang membuatmu ingin membacanya juga. Terkadang, membiarkan orang lain membaca bukumu terlebih dahulu justru akan memacu motivasi kita untuk segera membaca buku yang sama. tapi inget, bukunya harus dijaga baik-baik, jangan sampai lecek karena tidak hati-hati saat dipinjamkan.

5. Buka perpustakaan

Ngga ada salahnya berburu dan mengoleksi buku. Bahkan buku adalah harta yang sangat penting untuk kita miliki sebagai warisan kepada anak-anak. Terlalu sibuk? Berdayakan saja gudang di rumah untuk menjadi perpustakaan kecil bagi anak-anak tetangga yang mungkin tidak mampu membeli buku sebanyak anda. Selain menambah pengetahuan, juga menambah pahala juga lho.

6. Buatlah resensi.

Mungkin ini adalah opsi yang sulit kalau kita hanya memiliki sedikit waktu. namun, menulis resensi buku membuat mu ingin terus menambah panjang daftar resensi mu, dan selanjutnya membuatmu ingin membaca, terus, dan terus membaca. Membuat resensi buku untuk kemudian dipajang di blog juga akan membuatmu dikenal sebagai seseorang yang suka membaca dan bisa dijadikan referensi bagi orang lain. Bahkan tidak menutup kemungkinan kamu bisa mendapatkan penghasilan dari itu!


Ayo, ambil bukumu yang masih bersampul plastik itu, dan mulai baca. Selembar demi selembar, lama-lama menjadi berlembar-lembar. hehehe.

The man who does not read good books has no advantage over the man who can't read them.  ~Mark Twain,

what have you done?

0

Labels: ,

Kalau kamu sudah merasa intelek, coba lihat apa yang sudah kamu lakukan pada dirimu.

Seringnya, aku ini mencela apa yang aku ngga suka. Kadang suka marah kalo ngelihat para anggota DPR itu cuman bisa tawuran ala anak SMA. Kadang suka ngambeg kalo pak polisi di perempatan itu suka nyemprit sembarangan dan minta "uang damai". Dan kemudian menuangkannya dalam blog ataus ekedar update status twitter.

Tapi, kalau aku begitu jenius dan pinternya, kenapa sekarang aku belum jadi presiden? haha, pertanyaan yang menohok waktu itu kubaca di twitter, lupa update-annya siapa. Yang pasti waktu itu aku sempet ketawa kecil, iya juga ya. Indonesia ini paling jago kalo disuruh komentar. Siaran sepak bola aja, lebih rame komentatornya daripada pertandingannya sendiri. Siaran talkshow atau wawancara juga banyak di tivi-tivi. Belum juga kehitung forum-forum diksusi yang banyak ada di dunia maya atau nyata.

Tapi apa yang dihasilkan? Cuman para kometator hebat. Semuanya mencela orang-orang DPR sana, orang-orang kementerian, pejabat-pejabat birokrasi. Mahasiswa unjuk rasa, teriak-teriak betapa buruknya pemerintahan sekarang, Diskusi-diskusi membahas bagaimana, apa dan kenapa.

Kalau memang seefektif itu, kenapa setelah banyak komentar, setelah banyak unjuk rasa, setelah banyak diskusi, ngga banyak keadaan yang berubah? Bukan, aku bukannya mendiskreditkan kemampuan para ahli yang berdialog di tivi, sindiran-sindiran nakal profesor dan doktor yang pintar-pintar di acara politik, atau menjeekkan mahasiswa yang suka demo. Aku cuman melihat sama diriku sendiri ini. Yang bahkan ngga pernah ikut diskusi, ngga pernah ikut unjuk rasa, tapi cuman bisa ngoceh kalo liat berita.

Apa sih yang udah aku lakuin untuk diriku? Belajar untuk ujian aja masih males-malesan. Apalagi kalo mau ekstra effort untuk melakukan hal-hal luar biasa?. Sebenernya, kalau kita mau nyari, ternyata banyak kok orang-orang negeri ini yang inspiratif. Orang-orang yang mempunyai idealisme dan perilaku yang dapat menjadi teladan bangsa. mereka tak berhenti meskipun sekejap terus berfikir, berucap dan bertindak demi kepentingan orang banyak. atau bahkan mereka melakukan pekerjaan rutinnya namun sebenarnya yang mereka lakukan mempunyai implikasi luas terhadap masyarakat. (blogdetik.com).

Contohnya bisa dilihat di sini.

Jadi, apa yang sudah kamu lakukan? Inget pesennya aa'gym : Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal kecil, Mulai sekarang!


Happiness is the bright rainbow even if I was walking in the rain

0

Labels: , ,

berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian 

Akrab sama peribahasa ini? jelas,kecuali kamu belum lulus SD. Tapi apa sih sebenernya maksud nya?coba kita lihat secara lebih luaaaaaasss lagi.

Pernah mikir ngga, kalau sebenernya sebuah cobaan itu sebenernya merupakan karunia tersendiri? Jarang mungkin ya yang bisa bersyukur saat dikasih cobaan. Bahkan aku sendiri juga belom bisa bersyukur waktu lagi kesulitan. Biasanya orang kalo lagi punya masalah bisanya nangis, atau nyumpah-nyumpahin, atau ngeluh dan berbagai tindakan negatif lainnya.

Tapi, ya seperti yang aku bilang tadi, Cobaan = Karunia. Ngga percaya?

Tahu hujan kan, apalagi hujan petir plus badai. siapa sih yang ngga takut? pengennya cuman ndekem di rumah aja sambil selimutan dan tidur, berharap hujan bakal segera reda. Trus waktu udah bangun tiba-tiba aja udah sunshine, mendung hitamnya udah ilang gitu aja.. diganti sama embun di daun-daun, kicau-kicau burung di pohon-pohon,rumput-rumput yang basah di taman dan pelangi di kejauhan.

get my point? you never see sun without rain fall first.
The way I see it, if you want the rainbow, you gotta put up with the rain.-Dolly Parton

Sama halnya ketika kita dapet masalah, yakin dan percaya aja kalau di ujung perjalanan nanti kita pasti bakal dapet "imbalan" atas apa yang telah kita perjuangakan dalam memecahkan masalah tersebut. Sama kaya aku yang lagi ujian. mau se helpless apapun dan males apapun waktu belajar, toh nantinya udah ada IP yang nungguin, udah ada pengumuman kelulusan yang ada di depan. And all we have to do just struggling, while wait for the rain stop falling.

Kadang, hidup tanpa hujan juga ngga asik kan? Artinya, hidup tanpa masalah tuh ngga asik banget deh. Monoton. kaya berjalan di jalan yang luruuuuuuus aja ngga ada pemandangan ngga ada belok-belok. bisa-bisa malah cuman berhenti di jalan dan balik arah.

Aku pernah nonton film belanda, judulnya Atlantis (directed by Digna Sinke). Sebenernya ngga begitu ngerti ceritanya gimana, soalnya filosofi tingkat tinggi gitu *maklum, ngga nyampe buat otak dudunk ku*. Di sana diceritain bahwa ada sebuah negara *ngga secara spesifik menyebut Belanda ya* yang melarang warganya untuk mengingat masa lalu. Bahkan saking ekstrimnya, di sana udah ngga dibolehin lagi pake barang-barang old fashion. semuanya harus up to date dan seragam. Mengingat masa lalu adalah kejahatan, dan melanggar kebiasaan umum adalah kegilaan.

Kalo misalnya ada mayat di tengah jalan gitu, ngga ada orang yang peduli, cuman orang-orang berseragam kuning yang ngangkut mayatnya dan tiba-tiba semuanya udah biasa kembali seperti semula kaya ngga pernah terjadi apa-apa. semua berita-berita dari luar seperti berita tentang perang, tentang kejahatan-kejahatan juga di stop sama pemerintah supaya ngga diketahuin oleh warga. Tujuannya cuman satu, membuat sebuah generasi yang tidak mengenal kejahatan, yang ngga mengenal masa lalu, supaya bisa menjadi seseorang yang bahagia.

Pertanyaannya, bahagia seperti apa? Apakah dengan tidak mengenal berbagai hal yang membuat kita sedih lantas kita bisa menjadi orang yang paling bahagia di dunia? Apakah dengan ngga tahu tentang kejahatan perang, kondisi masa lalu yang buruk, lantas bisa bikin kita seneng karena ngga ada penderitaan lagi? Bener ngga kalau kita mengeliminasi semua keburukan lalu yang tertinggal hanya kebahagiaan?


Bagiku, ngga masuk akal.


Mana ada orang yang bisa bahagia tanpa merasa sedih. itu namanya dia mati rasa. Seperti, mana ada orang yang bisa mengenali putih ketika semua warna yang dilihat adalah hitam. Atau, bagaimana kita bisa tahu seseorang itu jelek kalau semua orang di dunia ini cantik dan ganteng? ngga bakal ada standard tentang baik-buruk, siang-malam, jelek-cantik, hitam-putih, lapar-kenyang, miskin-kaya, surga dan neraka.

Semua diciptakan pasti ada lawannya, ada kebalikannya, karena kalo engga kita ngga akan bisa mengenalinya lagi.

Jadi, bener kan, bahwa cobaan itu = anugrah, kalau dijadiin rumus seperti ini :

                                cobaan + usaha + doa = hadiah.

so, Just face your problems, solve it, have a deal with it, and u'll get the prize!

alone

2

Labels: , ,



everyone dont wanna be alone.

but sometimes,
you need times for yourself,
private room
where other people dont have rights to move in
and you have full power to control yourself

dont care for anybody who blame at you
consider that you are the most freak person in this world.
why must you care for it?

then when u are ready,
go out from your cave,
then say hi to the world
that you have being such an extraordinary girl
that have make your own choice of your life

keep walking
keep struggling
and be life!!


WAKIL RAKYAT

0

Labels:

Hak untuk memimpin di berikan kepada mereka yang hidupnya sederhana

Aku dapet Quotes ini dari bukunya pak Satria Hadi Lubis  simple, tapi bener2 mengena menurutku. Seorang pemimpin yang patut kita teladani yaitu Nabi Muhammad SAW kita ketahui bahwa hidup beliau sangatlah sederhana. Walaupun usaha dagangnya sukses dan istri pertamanya, Siti Khadijah juga kaya raya, namun beliau meninggal dalam keadaan miskin. Ngga lain dan ngga bukan karena hartanya banyak beliau gunakan untuk kepeningan umat.

Mari kita bandingkan dengan para pemimpin di negeri ini. Menterinya saja mendapat mobil each of them worth 1 billion rupiahs. Its only 1 car, times 34 equals 34 billion rupiahs. Thats a BIG AMOUNT of money, i think. Belum lagi rumah dinasnya. Belum juga gajinya yang puluhan bahkan ratusan juta per BULAN. Belum nanti uang perjalanan dinas keluar kota. Belum uang rapat, uang sidang, uang membuat rancangan undang-undang, tunjangan ini dan tunjangan itu.

Sayangnya, kita tidak pernah tahu berapa porsi APBN yang digunakan hanya untuk keperluan administrasi pemerintahan. Kalau mau menghitung, silakan di site tersebut datanya sudah cukup lengkap. See? seberapa besar gaji dan tunjangan (dan korupsi) para pemimpin negeri ini. Coba bandingkan secara ekstrim dengan para pemulung yang merupakan fakir miskin, sehari mungkin hanya dapat 50.000 rupiah saja.Coba bandingkan dengan gaji presiden yang sebesar 65 juta.0,0769% perbandingannya. Mari beristighfar.

Padahal,di Undang-Undang Dasar, jelas2 tercantum,"fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara". Nah sekarang pertanyakan,dipelihara maksudnya bagaimana? dipelihara agar semakin tumbuh dan berkembang kemiskinannya kah?
***
Kemarin juga aku baru baca artikel dari Kompas cetak, tanggalnya aku lupa, Judulnya "Menanti Potensi Terpendam SBY". Di dalamnya dikatakan bahwa SBY selama ini hanya pintar menjaga citra dirinya dari luar, dan sensitif terhadap hal-hal di permukaan. Terlihat dari komentar-komentar SBY yang lebih mengedepankan penampilan seperti "kamar mandi di wilayah X tidak bersih" atau "para pengunjuk rasa tolong lebih memiliki etiket". Disebutkan bahwa SBY memiliki karakter seorang anak tunggal dan yatim piatu (bukan dalam arti sebenarnya), bahwa beliau berusaha mencari perhatian, agar mata semua orang tertuju padanya, dengan memanfaatkan simpati masyarakat dengan keadannya (waktu itu) yang disudutkan oleh beberapa pihak. Dan usahanya berhasil, beliau menyedot perhatian rakyat Indonesia hingga mampu terpilih 2x dalam kepemimpinan negeri ini.

Sebenarnya itu merupakan kesempatan bagus bagi SBY untuk menunjukkan bahwa dirinya punya kualitas memimpin, mampu menyelesaikan secara tegas berbagai masalah pelik di negeri ini. Negeri ini tidak butuh orang yang hanya peduli soal penampilan,pakaian klimis dan seragam  apik. Negeri ini butuh lebih dari seorang pahlawan yang secara tegas mau berkata IYA atau TIDAK untuk sebuah masalah. Namun apa yang SBY tampilkan,ia selama 2 tahun ini,alih-alih menjadikan dirinya Warrior bagi Indonesia,ia malah tetap mempertahankan karakter anak tunggal dan yatim piatu itu.
***
Jadi pemimpin itu susah. Tanggungan dosanya banyak. Bahkan aku pernah baca, jika ada rakyat yang hidup dai bawah kepemimpinan seseorang dan rakyat itu sampai kelaparan, pemimpinnya mendapat dosa besar. Kalau semua orang tahu betapa berat beban menjadi seorang pemimpin, aku pikir ngga ada yang mau jadi pemimpin. Cuma gajinya saja yang besar,(bahkan bisa korupsi sesukanya). Coba saja kalau pemimpin gajinya sama seperti PNS, pasti ngga ada yang mau. Lantas sebenarnya, apa motivasi mereka untuk memimpin? hati yang tulus karena ingin memperbaiki indonesia dan menyejahterakan rakyatnya,atau......?

Saya pikir ini hanya pertanyaan retoris saja. tidak usah dijawab. Istighfar,dan menanti siapa yang kelak bisa menjadi pemimpin yang sebenarnya.

My Name is not Khan, and im not a terrorist too

0

Labels: ,


Kemaren sebelom siberuang pergi ke Makassar, kita nge-date seharian..ini permintaannya siberuang sih... aku sih ikut aja(padahal seninnya aku kan ujian akhir). But its olrait.. because i m also wanna gave him some pretty memorries before he left.

so, we went to the cinema.. going to watch MY NAME IS KHAN. Good film actually, and this film brought the deep messages to all of us.The issues is about terrorism.. it still the main cause in the America though,,

I dont know where i have to start resuming this movie because it is spinning around my head,and i cant stop it Whole the story is touching me so deep. I even cant  mention which part of it didnt made me cry baby,,, hahha.. *blush*

so, here the summaries went on..

Rizvan Khan,who is an autis child, raised in the moslem family in India, very smart child, indeed. When he was child, he was told by her mother that,
there are only two kind or person in this world : good person who always do the good things,and bad person who always do the bad things.

Good quote, eh? so this Khan brings this concept until he grew enough.. and when his mother died,he went to America and lived with her brother. Soon, he met Mandira *cast by Kajool, she still beautiful anyway* and get married, although Mandira is Hindu and Khan is moslem, thats simply didnt matter for them. Then, the movie is going to climax. 9/11 happen in America and gave those moslem community in America get the worst consequence. Many people hate moslem and always curious with them. many terror, and intimidate did everyday. And so Rizvan Khan family. Their raising son, Sam, is being killed because of this issues.. Mandira was really shocked and going to mad with Khan, simply because he is a moslem.

Mandira then order Khan to had up the president of America, and say "My name is Khan, and im not a terrorrist". On this scene, really, its hard for you not to cry. I just imagined if i am being that Mom who lost my only son, and deeply desperated, couldnt do anything to change the situation... yeah, maybe i would act like Mandira act..

Short story short, with his kindness and sincerity, Khan brings publics of America to know the really Islam is. After all his struggle, finally He could met the president of United States, meet Mandira again, and they lived happily ever after.

Too good to be true, eh? but the messages this movie bring is so valuable. It just like describe the BIG problem of Moslem citizen in America nowadays.. so i think this movie is good enough to be placed on your watchlist anyway..

oya, dont forget that this is an Indian film. You cant watch any Indian Film without its dancing, its singing and its drama thing, rite? just enjoy it,and u'll surprise how it really entertain you!. Selamat menonton!


For this movie,i gave 4,5 stars!

March.

0


Well, if u asked me what i most did todays, i wonder i would confuse to choose wether read comics or study is the most things.

Im in exam now, cant do anything without worrying matter to study.. But i still enjoy the day since there were a lot of comics in my room.

This march gonna be okay, though there werent siberuang by my side.. He went to Makassar 4 a month.. But it was great actually..

I can be freely going anywhere i want! And i can make my own desicion to eat lunch or not. Or even i dont take a bath in the evening.

One point i have to admit it was so difficult to me to be lonely. I was used to dinner with him, or he could pick me up anywhere i want.. But now i must take my own effort. Its not easy, though..

So,here i am. Face and struggling trough exams. Stand alone. Its alrihgt!

Welcome, March!

Just like ur original name, march came from Mars which meaning is "god of war".

Hanya

1 |

Labels: , , , ,



Aku layangkan pandangku
Jauh ke ujung lembayung langit

Kau tak membalas
Karena memang kau tak pahami

Makna dari kilau bola mata
Binar gembira dari tari tubuh
Dan uluran tangan yg senantiasa

Hanya
Ombak pelan di debur karang
Camar di tingginya biru
Dan angin pembawa kabar
Yang tahu

Bahwa aku masih ada di ujung sini
Menunggu
Kepulanganmu