Happiness is the bright rainbow even if I was walking in the rain

Labels: , ,

berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian 

Akrab sama peribahasa ini? jelas,kecuali kamu belum lulus SD. Tapi apa sih sebenernya maksud nya?coba kita lihat secara lebih luaaaaaasss lagi.

Pernah mikir ngga, kalau sebenernya sebuah cobaan itu sebenernya merupakan karunia tersendiri? Jarang mungkin ya yang bisa bersyukur saat dikasih cobaan. Bahkan aku sendiri juga belom bisa bersyukur waktu lagi kesulitan. Biasanya orang kalo lagi punya masalah bisanya nangis, atau nyumpah-nyumpahin, atau ngeluh dan berbagai tindakan negatif lainnya.

Tapi, ya seperti yang aku bilang tadi, Cobaan = Karunia. Ngga percaya?

Tahu hujan kan, apalagi hujan petir plus badai. siapa sih yang ngga takut? pengennya cuman ndekem di rumah aja sambil selimutan dan tidur, berharap hujan bakal segera reda. Trus waktu udah bangun tiba-tiba aja udah sunshine, mendung hitamnya udah ilang gitu aja.. diganti sama embun di daun-daun, kicau-kicau burung di pohon-pohon,rumput-rumput yang basah di taman dan pelangi di kejauhan.

get my point? you never see sun without rain fall first.
The way I see it, if you want the rainbow, you gotta put up with the rain.-Dolly Parton

Sama halnya ketika kita dapet masalah, yakin dan percaya aja kalau di ujung perjalanan nanti kita pasti bakal dapet "imbalan" atas apa yang telah kita perjuangakan dalam memecahkan masalah tersebut. Sama kaya aku yang lagi ujian. mau se helpless apapun dan males apapun waktu belajar, toh nantinya udah ada IP yang nungguin, udah ada pengumuman kelulusan yang ada di depan. And all we have to do just struggling, while wait for the rain stop falling.

Kadang, hidup tanpa hujan juga ngga asik kan? Artinya, hidup tanpa masalah tuh ngga asik banget deh. Monoton. kaya berjalan di jalan yang luruuuuuuus aja ngga ada pemandangan ngga ada belok-belok. bisa-bisa malah cuman berhenti di jalan dan balik arah.

Aku pernah nonton film belanda, judulnya Atlantis (directed by Digna Sinke). Sebenernya ngga begitu ngerti ceritanya gimana, soalnya filosofi tingkat tinggi gitu *maklum, ngga nyampe buat otak dudunk ku*. Di sana diceritain bahwa ada sebuah negara *ngga secara spesifik menyebut Belanda ya* yang melarang warganya untuk mengingat masa lalu. Bahkan saking ekstrimnya, di sana udah ngga dibolehin lagi pake barang-barang old fashion. semuanya harus up to date dan seragam. Mengingat masa lalu adalah kejahatan, dan melanggar kebiasaan umum adalah kegilaan.

Kalo misalnya ada mayat di tengah jalan gitu, ngga ada orang yang peduli, cuman orang-orang berseragam kuning yang ngangkut mayatnya dan tiba-tiba semuanya udah biasa kembali seperti semula kaya ngga pernah terjadi apa-apa. semua berita-berita dari luar seperti berita tentang perang, tentang kejahatan-kejahatan juga di stop sama pemerintah supaya ngga diketahuin oleh warga. Tujuannya cuman satu, membuat sebuah generasi yang tidak mengenal kejahatan, yang ngga mengenal masa lalu, supaya bisa menjadi seseorang yang bahagia.

Pertanyaannya, bahagia seperti apa? Apakah dengan tidak mengenal berbagai hal yang membuat kita sedih lantas kita bisa menjadi orang yang paling bahagia di dunia? Apakah dengan ngga tahu tentang kejahatan perang, kondisi masa lalu yang buruk, lantas bisa bikin kita seneng karena ngga ada penderitaan lagi? Bener ngga kalau kita mengeliminasi semua keburukan lalu yang tertinggal hanya kebahagiaan?


Bagiku, ngga masuk akal.


Mana ada orang yang bisa bahagia tanpa merasa sedih. itu namanya dia mati rasa. Seperti, mana ada orang yang bisa mengenali putih ketika semua warna yang dilihat adalah hitam. Atau, bagaimana kita bisa tahu seseorang itu jelek kalau semua orang di dunia ini cantik dan ganteng? ngga bakal ada standard tentang baik-buruk, siang-malam, jelek-cantik, hitam-putih, lapar-kenyang, miskin-kaya, surga dan neraka.

Semua diciptakan pasti ada lawannya, ada kebalikannya, karena kalo engga kita ngga akan bisa mengenalinya lagi.

Jadi, bener kan, bahwa cobaan itu = anugrah, kalau dijadiin rumus seperti ini :

                                cobaan + usaha + doa = hadiah.

so, Just face your problems, solve it, have a deal with it, and u'll get the prize!

0kata temen-temen: