Jalan-jalan ke pasar senen

Labels: ,



Secara tidak direncanakan, aku, isti , dan sinta terpelosok di belantara Poncol, pasar Senen. Awalnya cuman mau nyari topi pesenannya si pacar istu.. Dan ternyata kita menghadapi rimba baju, tas, dan sepatu bekas.

Bukannya apa-apa, saya bukannya udersetimate dan sok mampu beli barang-barang wah. Tapi saya agak alergi dengan baunya, dan saya selalu membayangkan bahwa barang-barang bekas yang dipajang kucel dan bau itu menyimpan berbagai penyakit dari pemilik sebelumnya. Meskipun saya akui, barang-barangnya banyak yang bagus dan modis.

Kami berkeliling-keliling memilih topi, dan tas yang cocok.. Saya sempet melirik-lirik tas pula,, banyak yang bagus.. banyak juga yang murah meriah.. ini fotonya..

ini saat memilih tas

Nah, sebenernya banyak juga barang berkualitas disana, tapi harus pintar-pintar milih, dan jangan langsung percaya kalau si penjual mengatakan barangnya asli. Sebelumnya kita harus tahu dulu mana ciri-ciri barang asli dan mana yang bukan. Misalnya, tas mahal yang asli itu biasanya jahitannya ngga amburadul, bahannya memang terlihat berkualitas. Perhatikan juga bagian dalam tas, biasanya berbeda dengan tas yang palsu, juga perhatikan resleting tas, di tas yang asli biasanya ada merk yang tercetak di pegangan resleting. Pokoknya hal-hal macam itulah. 

Sepinya pasar senen
Tips :
1. Jangan langsung memutuskan untuk membeli suatu barang. Lebih baik keliling dulu dan survey harga, pertimbangkan apakah barang pilihan memang barang yang berkualitas baik dengan harga yang masuk akal. percuma kalau dapet barang murah tapi kualita abal-abal.
2. Kenali ciri-ciri barang yang asli dan yang palsu. Rugi banget kalau sampai beli barang palsu dengan harga asli.
3. Sediakan waktu yang cukup, karena waktu yang terbatas membuat kita tidak dapat berpikir matang.
4. Makan dulu. Lapar perut bisa menyebabkan lapar mata.
5. Datang bersama teman. selain sebagai tempat untuk meminta pertimbangan, lingkungan di pasar senen merupakan lingkungan yang rawan. kalau tidak terbiasa berada di daerah tersebut bisa-bisa jadi incaran pencopet. Selain itu, karena sepi, biasanya pedagang akan berteriak-teriak memanggil pengunjung (yang bagi saya ini cukup menakutkan)

Di lantai empat juga terdapat para pedagang buku murah. Biasanya buku-buku yang ada di sini adalah buku bekas dan buku bajakan. kalau berniat mencari buku disini, sebisa mungkin siapkan judul buku yang akan di cari, dan perkirakan harga yang masuk akal. Karena waktu saya iseng ke lantai 4 ini, saya memang tidak punya tujuan secara spesifik akan membeli buku apa. Akibatnya, banyak sekali pedagang yang berteriak-teriak memanggil kami dan kami malah, akhirnya kami memutuskan untuk turun ke lantai bawah.

Dan akhirnya penjelajahan kami selesai sudah. Hasilnya? 2 buah topi, dan selebihnya hanya lelah. Kayanya harus pikir-pikir lagi deh kalau mau ke sana.

0kata temen-temen: