(L)aki-laki

Labels: ,



Judul : L
Pengarang : Kristy Nelwan
Penerbit : Grasindo
Tebal : 394 hal + viii

Aku ngga sengaja beli buku ini ketika ada pesta buku 2009 di istora senayan. Karena ditraktir siberuang, yang aku nyomot aja buku yang kelihatan bagus. Dan aku memilihh "L". Entah karena covernya yang lumayan bagus, atau karena judulnya yang pinter banget bikin pembaca penasaran sama isinya. well, akhirnya kebeli juga buku itu, meskipun aku sendiri belum pernah baca karya Kristy Nelwan sebelumnya.

Setelah ngendon hampir beberapa bulan di rak buku gara-gara aku lebih prefer baca komik, hehe, akhirnya kubacalah buku itu waktu pulang kampung ke Magelang dan tiba-tiba aku nyesel gitu aja ngga baca buku itu dari dulu-dulu, karena menurut pendapat pribadi ku, bukunya absolutely great!.

Sebenernya tema yang diangkat hampir sama kaya jualannya novel fiski metropop lainnya, ya tentang cewe-karier-single-mencari-pasangan-hidup. Kind of that lah.. Tapi ide dasar dari cerita ini cukup unik menurutku, Ava Torino--si tokoh utama--yang tidak percaya cinta sejati lantaran udah 3x berturut-turut dikhianati, akhirnya bikin obsesi gila : membuat list cowo yang harus dipacari berdasarkan huruf alphabet. Jadi aku sempet heran aja ketika di awal novel udah disuguhin konfliknya si Ava sama pacarnya yang berhuruf awal X--Xi Men.

Cerita berlanjut hingga akhirnya 25 huruf alphabet udah berhasil dia pacarin. Nah, ternyata di luar dugaan Ava malah kesulitan buat nemuin huruf terakhirnya, bisa ditebak kan, yap, huruf L. Dengan adegan make a wish di borobudur dan lain sebagainya, akhirnya Ava menemukan seseorang yang bernama Ludi. Dan dia udah betekad bahwa cowo kali ini bakal jadi the LAst Love nya, alias dia mau serius sama ni cowo dan bener-bener mau nikah sama dia.

Namun ternyata manusia emang cuman bisa rencanain, siapa sih yang nyangka bahwa ternyata dia jatuh cinta bukan pada "L"? Padahal rencana pernikahan udah disusunk dengan sangat matang dan ngabisin tenaga dan pikiran. Tapi sekali lagi, segala sesuatu Tuhan yang menentukan.  AKu pikir endingnya bakal mudah aku tebak, yang happily ever after gitu. Cuman ternyata berbelok ke arah yang sempet beberapa kali bikin aku nangis bayi. hahhaha.

Eniwei, ceritanya sangat mengalir lancar, selancar dialog dan adegan yang menari sepanjang halaman novel. Karena gaya bahasanya yang informal, jadi kita malah lebih enjoy dan santai dalam membacanya. Konflik dan inti ceritanya sebenernya udah banyak dijual sama novel-novel lain sejenis, namun Kristy Nelwan meraciknya dengan sangat pas, seimbang, dan jadi terasa nikmat tidak berlebihan. Kesan natural yang dibangun Kristy melalui masalah-masalah hidup Ava Torino yang tidak neko-neko dan bagaimana Kristy menunjukkan makna cinta dan pengorbanan secara ngga lebay, jadi makin bikin novel ini tambah nikmat!

Sebenernya waktu awal aku agak ngga suka sama tokoh Ava Torino-nya Kristy ini, karena walaupun dia wanita karier yang mandiri dan keras kepala, tapi ternyata dia peorokok. Ngga tahu, pokoknya bagi aku rokok tu udah semacam jadi nilai minus yang sangat tinggi banget. Untungnya di akhir cerita, si Kristy mematikan tokoh central dengan rokok dan itu menunjukkan bahwa salah satu pesan moral dari novel ini adalah : Jangan Merokok. Not bad.

Dan sentuhan Kristy pada hal religius dengan cara menyancingkan dua agama yang berbeda dan menjadikannya dalam satu frame pandangan sebenernya udah bagus, namun menurut aku mesti perlu pendekatan yang lebih dalem lagi, atau malah tidak usah ada sentuhan religi sama sekali karena sebenernya kedua agama itu agak-agak frontal perbedaannya.

Overall, aku suka sama novel ini. Great work, mba Kristy Nelwan! Thanks udah reply twitterku. Love it love it!

p.s Salah satu quote yang aku suka diucapin sama Mamanya Ava Torino :
"Mama dan Papa bertahan karena kita saling mencintai, sehingga waktu sedang kesal pun, kit amasih punya kemampuan untuk mengingat begitu banyak sisi baik di luar sisi mengesalkan yang dimiliki pasangan kita dan bikin kita mau hidup sama dia. Semenyebalkannya Papa, nggak pernah terlintas di benak mama kalimat : 'Why the hell i'm his wife?'"

0kata temen-temen: