mengerti.

Labels: , , ,


aku benci mengakuinya.

aku tahu kamu sibuk, sibuk banget malah. kerja sambil ngurus kuliah. ga kenal waktu dan ga kenal capek. bahkan sebelum tidur pun udah susah diganggu gugat buat nelpon segala. bahkan hari minggu pun masih ada rapat. aku juga tahu kamu ngga enak hati seandainya sering-seringan nelpon di depan auditee mu. iya aku tahu. aku tahu.

tapi aku ngga mengerti.

dengan jarak yang jauh ini, aku pikir sampai sekarang aku masih bisa tahan sampai lebih dari 2 minggu. aku ngga kenapa-kenapa disini. baik-baik aja. aku ngga mengharap apa-apa. aku berusaha keras untuk mengerti keadaan bahwa justru harusnya AKU lah yang menelepon mu, bukan kamu. Aku lah yang harusnya sms kamu duluan, aku lah yang tanya bagaimana harimu. Aku berusaha keras untuk itu. tapi aku ngga bisa. aku terlalu manja sampai-sampai masih suka bad mood kalau ngga di telpon atau di sms duluan.


aku berusaha membuat alasan untuk memenangkan egoku, dengan berkata bahwa wanita butuh perhatian. seandainya ada 2 orang laki-laki yang sama-sama jauh, dan yang satu tidak memberi kabar, sedangkan yang satu intens memberi-dan menanyakan-kabarku, kamu tahu dalam keadaan yang terusmenerus akan berpihak kepada lelaki yang mana? ini bukan tentang kesetiaan dan kepercayaan dan kesabaran. pikiran egoisku mengatakan bahwa wanita berhak untuk mendapatkan perhatian. aku tahu dirimu disana menganggap aku pasti baik-baik saja disini, aku juga tahu kamu memikirkan aku. tapi aku meminta, ungkapkanlah.

aku egois. ya, aku egois. meminta semua itu padahal kamu sedang sibuk. aku tahu aku harus lebih berusaha keras. untuk mengerti.

maaf.


(pic taken from flickr.com)

4kata temen-temen: