what have you done?

Labels: ,

Kalau kamu sudah merasa intelek, coba lihat apa yang sudah kamu lakukan pada dirimu.

Seringnya, aku ini mencela apa yang aku ngga suka. Kadang suka marah kalo ngelihat para anggota DPR itu cuman bisa tawuran ala anak SMA. Kadang suka ngambeg kalo pak polisi di perempatan itu suka nyemprit sembarangan dan minta "uang damai". Dan kemudian menuangkannya dalam blog ataus ekedar update status twitter.

Tapi, kalau aku begitu jenius dan pinternya, kenapa sekarang aku belum jadi presiden? haha, pertanyaan yang menohok waktu itu kubaca di twitter, lupa update-annya siapa. Yang pasti waktu itu aku sempet ketawa kecil, iya juga ya. Indonesia ini paling jago kalo disuruh komentar. Siaran sepak bola aja, lebih rame komentatornya daripada pertandingannya sendiri. Siaran talkshow atau wawancara juga banyak di tivi-tivi. Belum juga kehitung forum-forum diksusi yang banyak ada di dunia maya atau nyata.

Tapi apa yang dihasilkan? Cuman para kometator hebat. Semuanya mencela orang-orang DPR sana, orang-orang kementerian, pejabat-pejabat birokrasi. Mahasiswa unjuk rasa, teriak-teriak betapa buruknya pemerintahan sekarang, Diskusi-diskusi membahas bagaimana, apa dan kenapa.

Kalau memang seefektif itu, kenapa setelah banyak komentar, setelah banyak unjuk rasa, setelah banyak diskusi, ngga banyak keadaan yang berubah? Bukan, aku bukannya mendiskreditkan kemampuan para ahli yang berdialog di tivi, sindiran-sindiran nakal profesor dan doktor yang pintar-pintar di acara politik, atau menjeekkan mahasiswa yang suka demo. Aku cuman melihat sama diriku sendiri ini. Yang bahkan ngga pernah ikut diskusi, ngga pernah ikut unjuk rasa, tapi cuman bisa ngoceh kalo liat berita.

Apa sih yang udah aku lakuin untuk diriku? Belajar untuk ujian aja masih males-malesan. Apalagi kalo mau ekstra effort untuk melakukan hal-hal luar biasa?. Sebenernya, kalau kita mau nyari, ternyata banyak kok orang-orang negeri ini yang inspiratif. Orang-orang yang mempunyai idealisme dan perilaku yang dapat menjadi teladan bangsa. mereka tak berhenti meskipun sekejap terus berfikir, berucap dan bertindak demi kepentingan orang banyak. atau bahkan mereka melakukan pekerjaan rutinnya namun sebenarnya yang mereka lakukan mempunyai implikasi luas terhadap masyarakat. (blogdetik.com).

Contohnya bisa dilihat di sini.

Jadi, apa yang sudah kamu lakukan? Inget pesennya aa'gym : Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal kecil, Mulai sekarang!


0kata temen-temen: