award (lagi)

10

Labels:

uh-oh.. dapet award lagiii... uhuy.. senengnya.. maaf kalau ngga update blog yang ini, soalnya aku lagi sibuk memenuhi blogku yang satu lagi Sapi dan Bukunya. Nah award ini dapet dari filia yang dengan sangat baik hati mau ngasih satu kalimat motivasi : KEEP SPIRIT. Thanks berat..

Untuk menerima award ini ada rulesnya loh, here they are:
1.Memberikan award ini ke teman blogger lainnya, minimal satu orang. Hal ini akan menjadikan antar sahabat saling menyapa sehingga memberikan efek silaturahim yang memperpanjang umur, InsyaAllah.
2.Menuliskan minimal satu kalimat motivasi atau kalimat penyemangat atau nasihat yang memacu pikiran positif untuk kita semua. Boleh mengutip dari kata-kata motivator dunia ataupun dari manapun, asal disebut sumbernya ya.... Tapi kalau punya kalimat sendiri atau nasihat dari orang tua/teman/saudara yang ingin dibagi, pastinya boleh juga..

Dan kata-kata motivasi dari ku yang merupakan motto hidupku juga (berbanggalah , hehehe)
Jangan biarkan kesulitan menghentikanmu.

Maksudnya kalau misalnya lagi di tengah jalan trus tiba-tiba ada batu gede banget, jangan mandeg dan putus asa, karena batu besar itu bisa dipandang dalam 2 sisi : Batu penghalang atau batu loncatan, tergantung siapa yang melihatnya. 

Jadi, silakan memboyong award ini bagi catatan cahaya , dan farah, silakan diambil yaaa...

Pelajaran dari penulis-hiperaktif

10


Entah kenapa, saya agak terganggu setiap membaca atau melihat atau melirik kata-kata yang ada bau buku dan gratis. hahahha.. penyakitnya mahasiswa, ngga punya duit tapi pengen beli buku banyak-banyak. Alhasil cuma mengandalkan nongkrong lama di gramed, atau berburu buku di toko buku bekas. Nah, makanya, ketika mba Fanny ngadain hibah buku untuk menyambut postingannya yang ke 1000, tahu dong apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Sebelumnya aku ngga kenal Fanny Fredlina. Bahkan aku belom pernah tahu dan baca karyanya *padahal ngaku-ngaku kutu buku, tetep aja ngga gaul*. Ketemu Beliau juga lewat blog aja, ngga lebih. Tapi begitu berkunjung ke blog nya yaitu Sang cerepenis bercerita, reaksi pertamaku adalah : IRI.

Duh, plis, jangan berpikiran negatif dulu. Iri di sini bukan berarti lantas aku benci dan ngga suka atau yang lain semacam di sinetron-sinetron itu, tapi lebih kepada, "Kok bisa ya orang ini mampu membaca buku dalam jumlah banyak dalam satu bulan, sekaligus membuat banyak postingan sekaligus beternak blog yang jumlahnya aja 8 buah??". Hebat ngga? Aku aja yang cuma ternak satu blog (lagi nambah satu lagi) ini masih kewalahan buat ngurusin dan posting, belum termasuk baca bukunya, paling cuman mampu 1 buah buku sebulan.

Dan, yang paling bikin ngiri adalah, di sela semua hal yang dikerjakan itu, orang ini masih juga produktif ngirim cerita pendek ke media-media cetak. Maaf ya, bukannya aku lebay, tapi kenyataan emang mengatakan yang sebenernya kan? Di dalem postingan beliau yang berjudul Yang Membuat saya semangat menulis, dia menjelaskan bahwa ternyata emang semangat menulisnya yang membabi-buta itu cuman di dasarkan pada satu motivasi : semangat ingin berbagi. hehhe.. keren ya..

Ada satu hal yang paling berkesan buatku adalah, mba fanny ini meskipun udah terkenal di dunia blog dan punya follower seabreg plus komentar di postingan yang ngga pernah sepi, tapi mba fanny mau follow aku di blog kedua ku Sapi dan Bukunya, she is the one and the fisrt follower in my second blog.. *terharuuu..*

Semoga, suatu saat aku juga bisa produktif kaya beliau deh.. bisa baca buku yang banyak, trus bisa bagi-bagiin buku juga buat para pecinta buku, bisa bagi-bagi cerita dengan rajin posting di blog.. dan seterusnya.. semoga ya, tunggu besok kalau udah lulus kuliah. Amin.

bagi-bagi award pertamax

6

Labels:

haloo... ini award pertama kuu... boleh dibagi kan..? maaf ya kalau jelek.. hehehe.. award ini akan aku bagiin ke  Hartinah , Filia , Miaw , mba Fanny , dan refica DS. Maaf kalo ngga , aku sendiri baru pertama kali ngasih award jadi masih canggung,,, hehehe... 

Silakan copy-paste kode di bawah ini ya untuk memboyong awardnya.. 

award

4

Labels:



Aku dapet award nih.. dari Filia, thanks banget yaaa... ini award kedua ku setelah dulu pernah dapet dari Ninneta, tapi aku lupa masang.. hehehe.. maaf banget..

Tadinya aku ngga ngerti kenapa harus ada award2an segala, trus juga gimana aturan maennya. Banyak yang bilang kalo award itu cuman buat nambahin backlink jadi pagerank nya bisa nambah.. tapi kalo menurutku sih ngga hanya sekedar itu aja sih, sebagai newbie aku seneng kok dapet award, karena itu tandanya aku mulai punya banyak temen di dunia maya.

Eniwei, kebanyakan berkutat di dunia maya bisa bikin kamu autis ngga sih? hahaha..

Selanjutnya, award ini akan aku terusin ke Inge , Kaikazack , Fauzan , hiLmIa dan Ranny. diambil yaaaa..


eniwei.. aku juga sedang berencana untuk memberikan award buatanku sendiri nih.. tapi in progress yaa.. award pertamax deh.. hehehe

Does GOD exist?

10

Labels:

Apakah Anda percaya adanya Tuhan?

Saya percaya, karena saya seorang yang beragama. Islam agama saya dan saya beriman bahwa ada Allah yang telah menicptakan alam semesta ini beserta seluruh isinya. Saya percaya kalau Allah lah yang telah menciptakan saya, ibu saya, ayah, adik-kakak, teman-teman, dan semua orang yang saya cintai dan sayangi. Allah juga sudah menciptakan bumi ini sebagai tempat kita hidup dan mencari penghidupan, menciptakan matahari sebagai pusat tata surya kita, dan menciptakan alam semesta agar kita beribadah pada-Nya.

Kita akan berbicara mengenai kaum atheis, kaum yang tidak percaya dengan adanya Tuhan. Ada yang memandang sebelah mata dengan kaum yang satu ini. Penganutnya tidak sedikit, bahkan terus bertambah. Saya ingin mengatakan bahwa orang atheis bukanlah orang yang bodoh, bahkan banyak di antara mereka yang ilmuwan hebat atau profesor yang sangat pintar. Sayangnya, kepintaran mereka malah dipergunakan untuk memikirkan hal-hal teologis yang diujung nanti akan mempertanyakan keberadaan Tuhan.

Saya pikir pola pikir ini berawal dari cabang ilmu filsafat. Menurut Socrates, filsafat merupakan cara berpikir secara radikal dan menyeluruh [holistic] atau cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya.Filsafat dalam peranya tidak bertugas menjawab pertanyaan yang muncul dalam kehidupan, namun justru mempersoalkan jawaban yang diberikan. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa berfilsafat adalah berpikir radikal (hingga sampai ke-akarnya], menyeluruh dan mendasar. (sumber di sini).

Saya pernah membaca sebuah buku filsafat karangan Jostein Garder, yang di dalamnya mengupas secara dasar dan sederhana apa itu filsafat adn bagaimana filsafat bekerja. Saya rasa pola pikir filsafat ini menjadikan orang berfikir secara lebih mendalam mengenai segala sesuatu, filsafat mencoba mengupas berbagai macam sisi dan unsur kehidupan, tidak terkecuali dengan eksistensi Tuhan.

Di sini saya tidak mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang salah atau tidak perlu, yang saya ingin katakan adalah, pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat memfilsafati kehidupan biasanya akan berujung pada pertanyaan : benarkah Tuhan itu ada?. Orang-orang yang sekuleris-logis-rasionalis pasti akan mencari sebanyak-banyaknya bukti untuk mengetahui sekaligus memuaskan logika berpikirnya bahwa Tuhan itu ada (atau pembuktian terbalik bahwa Tuhan itu tidak ada). Semakin banyak mereka berpikir, semakin banyak mereka mengumpulkan bukti, kebanyakan dari orang-orang sekuleris-logis-rasionalis akan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sampai ada bukti yang mengatakan sebaliknya.

Orang atheis juga tidak beragama, karena menganggap bahwa agama hanya akan membatasi pola pikir mereka. Setiap ada pertanyaan yang tidak mampu dijawab, orang akan mengalihkan jawabannya kepada sifat Ketuhanan., dan ini sangat mengganggu bagi orang atheis, karena menurut mereka segala sesuatu harus ada jawaban dan alasan yang melatar belakanginya--dan dapat dibuktikan secara logis.Menurut mereka kehidupan akan tetap dapat berjalan tanpa adanya keyakinan terhadap hal-hal supranatural dan bersifat fiktif.

Pola pikir mereka adalah sebagai berikut : menyatakan bahwa manusia (dan makhluk hidup yang lain) dulunya adalah sekumpulan atom-atom yang kemudian berevolusi menjadi makhluk mikro, unisel, multiseluler dan seterusnya hingga membentuk makhluk sperti yang saat ini. Teori-teori penciptaan alam semesta juga banyak mereka ciptakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana alam semesta dapat terbentuk. Mereka mengahargai perbedaan, dan tidak mau memperlakukan orang lain hal yang dirinya tidak mau diperlakukan seperti itu. Pada umumnya, orang-orang atheis ini memiliki pandangan yang bagus tentang perdamaian dunia, bahwa tanpa agama orang akan hidup lebih damai, seperti lagunya "Imagine" milik John Lennon yang terkenal itu.

Banyak penganut atheis saat ini yang sangat pinter, dengan kalimat-kalimat analisis yang tajam dan mengiris seperti pisau bedah. Argumennya kuat dan pilihan katanya brilian. Mereka sangat yakin dengan kebenaran yang mereka anut dan tidak takut akan sanggahan atau hujatan yang akan mereka terima, bahkan mampu menangkis balik dengan tidak kalah pintarnya. Beberapa waktu lalu juga muncul seorang Richard Dawkins, seorang pakar  biologi, yang menulis The God Delusion, mengutip satu kalimat pengarang  lain: "Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan disebut agama." 

Mereka menuntut jawaban dari orang yang percaya akan Tuhan, dan mereka meminta bukti kalau Tuhan itu benar-benar ada. Saya pernah (dan sedang) mengikuti diskusi tentang keberadaan Tuhan juga, dan di sana mereka sangat menuntut bukti tentang adanya Tuhan dengan jawaban yang logis menurut mereka. Berikut saya kutip salah satu komentarnya (sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/20/bukti-tuhan-itu-ada/#comments)


EKSISTENSI TUHAN dan BANTAHAN FILOSOFIS
1. ARGUMEN PENGALAMAN
Pengalaman keberagamaan menjadikan kita berhadapan
dengan realitas yang hanya dapat dijelaskan melalui
penjelasan keberketuhanan.
BANTAHAN:
Andaikan saja kita sepakat bahwa pengalaman keberagamaan
menunjuk pada Tuhan. Secara definisi, maka pengalaman
tentang Tuhan berararti Tuhan itu ada. Namun, dapatkah
seseorang menggambarkan Tuhan dalam eksistensi?
2.ARGUMEN UTILITAS/ KEGUNAAN
Percaya kepada Tuhan membenarkan alasan moral dan sangat
dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Selama keberadaan
Tuhan tidak dapat dibangun secara logika dan faktual, seseorang
mungkin berusaha melakukan keinginan untuk percaya yang akan
membenarkan keberadaan Tuhan.
BANTAHAN:
Jika percaya pada hantu dapat mengembangkan perilaku
manusia, tentunya hantu juga harus ada?
3. ARGUMEN INTUISI
Tidak ada yang disebut dengan teologi natural bahwa
Tuhan diketahui melalui wahyu, yang ada hanya ber-
dasarkan intuisi dan tidak dengan yang lainnya. Tidak
ada alasan ilmiah yang mengarah pada pembuktian
atau ketidakterbuktian Tuhan.
BANTAHAN
Tidak ada cara sistematis yang dapat menyampaikan
kita pada cara kerja intuisi, untuk mengetahui apakah
ia benar atau salah atau untuk mendapatkan persetujuan
dari masyarakat umum terhadap hasil intuisi tersebut
4.ARGUMEN PENALARAN
A.Argumen Ontologis
Argumen ini bersifat apriori : Ide tentang Tuhan terdapat
dalam eksistensinya sendiri.
BANTAHAN
Mengatakan sesuatu itu ada tidak memberi pengaruh
terhadap sesuatu. Misal ide kita tentang Puteri Duyung
tidak dapat kita simpulkan Puteri Duyung itu ada[/i].
B. Argumen Kosmologis
Adanya Tuhan karena adanya Penggerak Pertama
atau Penyebab Tak Tersebabkan karena ketidak –
terbatasan sebab adalah sesuatu yang mustahil.
BANTAHAN
Jika hal itu benar adanya, argumen kausalitas tidak
menjelaskan apa2 berkaitan dengan sifat Penyebab
Pertama. Apalagi prinsip kausalitas tidak memiliki
makna dan kriteria dalam penerapannya dalam dunia
nyata.
Atau:
Argumen diatas berasal dari kontingensi (keberlanjutan)
karena segala sesuatu mungkin saja terjadi mungkin
pula tidak. Harus ada sesuatu yang mesti ada sebagai
Yang Wajib Ada sehungga kontingensi dapat terwujud.
BANTAHAN
Jika Tuhan tidak terkait dengan waktu, maka hubungannya
dengan alam tidak mungkin dengan proses sebab akibat,
karena hubungan kausalitas mesti terkait dengan waktu.
5.LIMA ARGUMEN
Tuhan ada dapat dirunut dari:
a.Dari pergerakan kepada Penggerak Yang Tak Tergerakkan
b.Dari sebab akibat kepada Penyebab Pertama
c.Dari yang mungkin kepada Yang Mesti
d.Dari yang lebih kepada Yang Paling
e.Dari desain kepada Yang mendesain
Bantahan:
Baca pada bantahan argumen kosmologis.

Bantahan demi bantahan mereka lontarkan, dan saat si orang-yang-percaya-pada-Tuhan menghadirkan bukti bukti tentang alam semesta, beserta analogi-analoginya, dan menghadirkan ayat-ayat Qur'an, si pendebat mengatakan bahwa itu semua hanyalah argumen sekelas anak SD. Untuk selanjutnya silakan baca sendiri di link yang telah saya cantumkan.

Saya pikir tidak ada gunanya juga meladeni debat dengan orang-orang yang mengagungkan logika, karena memang dari awal keyakinan saya dan mereka begitu berbeda, dan saya pikir tidak akan pernah menemukan ujung kesimpulan kalau seperti ini, makanya akhirnya saya hanya mengikuti saja bagaimana pola pikir mereka sambil mendoakan suatu saat mereka bisa menemukan jawaban apa yang mereka cari selama ini kalau tidak keburu mati.

Saya ingin menceritakan sedikit analogi pernah saya baca. Ada orang yang bertanya tentang keberadaan Tuhan, mengapa kalau Tuhan itu ada, masih banyak orang yang mempunyai masalah, mengapa banyak timbul bencana, dsb, dimana Tuhan ketika melihat hal-hal yang menimpa umat-Nya?. Kemudian sang sahabat pun menjawab, banyak orang tahu ada tukang cukur di ujung jalan sana, atau di manapun. Tapi apakah dengan adanya tukang cukur, rambut semua orang akan tercukur rapi? Tidak.Mengapa? karena tidak semua orang datang kepada tukang cukur, hanya orang yangmau mendatangi tukang cukur lah yang rambutnya tercukur rapi. Begitu pula dengan Tuhan, kawan. Hanya orang yang bersedia mendatangi-Nya dan mendekat kepada-Nya yang tahu bahwa Tuhan ada untuk memberikan jawaban atas kehidupan.


Jadi, saya percaya akan adanya Tuhan, dan jika ada orang yang bertanya, jika aku dan kamu dan alam semesta memang diciptakan oleh Tuhan, lalu siapa yang menciptakan Tuhan? Jawablah dengan mengatakan, "Saya beriman kepada Allah dan RasulNya. Allah Esa, Allah tempat meminta. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

  Wallahu a'lam bi showab.

p.s postingan ini tidak bermaksud untuk menyinggung SARA. Jika ada yang tiadk berkenan, silakan menghujat di kolom komentar. thanks.

sumber:
1. http://filsafat-ilmu.blogspot.com/2008/01/filsafat-ilmu-dan-filsafat-ilmu.html
2. http://assunnah-qatar.com/aqidah-artikel-192/417-jawaban--siapa-yang-menciptakan-allah.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_ilmu
4. http://incoharper.multiply.com/journal/item/203/Atheis_-_Catatan_Pinggir_Gunawan_Muhamad
5. http://media-islam.or.id/2007/09/06/bukti-tuhan-itu-ada/
6. http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/19/memahami-cara-berfikir-atheist/
7. http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/20/bukti-tuhan-itu-ada/#comments

Lomba Menulis Cerpen Remaja

16


clip_image001[4]
Deadline: 15 September 2010
Berhadiah Total Rp 85  Juta + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
Peserta Siswa SLTP (Kategori A), Siswa SLTA (Kategori B)
dan Mahasiswa/Guru/Umum  (Kategori C)
Syarat-syarat Lomba:
  1. Lomba ini terbuka untuk pelajar tingkat SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)  dari seluruh Indonesia maupun yang studi/bekerja di luar negeri. Kecuali keluarga besar PT ROHTO Laboratories Indonesia dan Panitia/Dewan Juri LMCR 2010
  2. Lomba dibuka 21 April 2010 dan ditutup 15 September 2010 (Stempel Pos)
  3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan, kegagalan, cita-cita, derita dan kekecewaan)
  4. Judul bebas tetapi harus mengacu tema Butir 3
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia literer (indah, menarik, mengalir) dan komunikatif. Bahasa gaul dan bahasa daerah/asing  boleh digunakan untuk segmen dialog para tokohnya – jika itu diperlukan dan sesuai dengan tema
  7. Naskah yang dilombakan harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasi
  8. Ketentuan Khusus:
  • Naskah ditulis di kertas ukuran kuarto, ditik berjarak 1,5 spasi, font 12, huruf Times New Roman, margin justified 5 Cm, panjang naskah antara 6 – 10 halaman, dikirim ke panitia dalam bentuk printout 3 (tiga) rangkap/copy disertai file dalam bentuk CD.
  • Cantumkan sinopsis maksimal 1 (satu) halaman, mini-biodata pengarang, foto 4R, fotocopy KTP atau SIM/Paspor/Student Card
  • Setiap judul cerpen yang dilombakan wajib dilampiri kemasan LIP ICE (bagian kartonnya) atau segel SELSUN Shampo jenis apa saja
  • Naskah cerpen yang dilombakan beserta persyaratannya dimasukkan ke dalam satu amplop (boleh berisi beberapa judul),  cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2010 dan Kategori-nya di atas amplop kanan atas dan dikirim ke: Panitia LMCR-2010 LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD – Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City Bogor 16810
  • Hasil lomba diumumkan tanggal  15 Oktober 2010 melalui www.rayakulturanet dan www.rohto.co.id
  • Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
  • Hasil Lomba: Masing-masing kategori: Pemenang I, II, II dan 5 (lima) Pemenang Harapan Utama,  10 (sepuluh) Pemenang Harapan dan Pemenang Karya Favorit untuk Kategori A: 20 Pemenang, Kategori B: 60 Pemenang dan Kategori C: 100 Pemenang.
Hadiah Untuk Pemenang:
Kategori A (Pelajar SLTP)
  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 20 (dua puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010
  • Sekolah Pemenang I, II dan II berhak mendapat 1 (satu) unit TV
Kategori B (Pelajar SLTA)
  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 60 (enam puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) unit TV
Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)
  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 100 (seratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010
catatan : Naskah cerpen yang dilombakan jadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya. Informasi lebih lanjut e-mail ke rayakultura@gmail.com
ni contoh dari produknya :
 
clip_image005  clip_image007


sapi dan bukunya

2


Ah, akhirnya sudah terbentuk blog baruku.. Bukan baru sih sebenernya, lebih tepatnya mengekspor posting-posting lama yang bertag "Resensi Buku" ke blog Sapi dan bukunya. Menurutku, nantinya bakal jadi lebih fokus ke arah resensi buku, review tuker-tukeran info tentang buku, info buku gratis, pembagian buku, dan anything about books lah pokoknya. Daripada berserakan campur aduk di blog sapidudunk ini, lebih baik mulai ku amankan mulai sekarang.

So, buat kalian yang juga pecinta buku, silakan share dan kasih aku hujatan apapun yang menurutmu aku belum tahu dan paham. Masih kosongan sih blognya, ini cuman sebagai itungannya soft launching aja. Sambil berharap menemukan beberapa follower dan menjadi murid dari para senior-senior kaya Fanda atau Dela.. hehhe..

Jadi, sila kunjungi Sapi dan Bukunya!

My Hijab, My Choice

9

Labels:


Baru-baru ini aku baca sebuah artikel di kompasiana.com, yang menjelaskan alasan logis mengapa wanita banyak yang memilih untuk berjilbab. Ulasannya cukup menarik dan si penulis berusaha untuk mengemukakan apa sih alesan yang masuk akal kenapa wanita berjilbab. Sebagian besar, saya setuju dengan pandangan si penulis, bahkan saya salut padanya, karena dia telah mencoba untuk memberikan "pencerahan" kepada para wanita muslim yang belum berjilbab (padahal si penulis adalah seorang laki-laki).

Bagian yang menarik adalah komentar yang berdatangan semenjak artikel tersebut dipublikasikan. Mungkin tidak sepopuler artikel yang pernah hampir mendatangkan ribuan komentar, hujatan, sanggahan dan dukungan seperti artikel milik pak Minami yang berjudul "Mengenal STAN almamater Gayus Tambunan Lebih Dekat", namun komentar-komentar yang datang di dalamnya cukup membuatku geram.

Si pengomentar dengan gencar bertanya, dan menyanggah, bahwa angka kejahatan seksual di negeri-negeri yang berkebudayaan tertutup (dia menyebutkan negara-negara arab) lebih tinggi, kebudayaannya lebih terbelakang dan tidak lebih maju daripada di negara-negara barat seperti amerika atau eropa.Dia mengatakan bahwa di hongkong, atau di amerika, orang tidak mudah tergoda oleh nafsu karena sudah terbiasa melihat tungkai wanita.

Karena ini dalam forum diskusi, kan tidak pantas untuk marah-marah dan emosi, kalau tidak terima dengan pendapatnya, kita harus lawan dengan pendapat yang menurut kita benar tapi juga harus objektif dan berdasar kuat Makanya, aku bilang, penganalogiannya mungkin seperti kue yang harganya mahal dengan kue yang herganya 1000 rupiah. Kue yang berharga mahal akan disimpan di etalase yang indah, dan tidak semua orang bisa memegangnya. Berbeda dengan kue yang 1000 rupiah, banyak dijual di warung-warung di pinggir jalan, dan orang dengan bebas memilih dan memegangnya, tak terkecuali lalat.

Aku juga mengatakan, bagaimana orang-orang di negara yang ia sebut maju itu tidak banyak kejahatan seksualnya, lha wong kalau mau berhubungan, ya tinggal pilih aja, ngga usah pakai kejahatan karena bebas tersedia di pinggir jalan. Yah, memang terkesan ada nada emosi sih di komentarku, aku sendiri merasa bahwa sebagai perempuan (yang berjilbab) merasa tersinggung oleh komentar-komentarnya.

Yang perlu mendapat perhatian di sini adalah, banyak orang mengira bahwa penganjuran pakaian berjilbab bagi wanita adalah sebuah bentuk pengekangan terhadap kebebasan dan hak asasi. Wanita di anggap terkekang dan tersudutkan oleh jilbab, dan kebebasan berkespresinya terancam, karena tidak dapat memakai sembarang baju yang dia inginkan. Banyak juga yang berpikir bahwa jilbab adalah sebuah bentuk keterbelakangan, tidak modern, dan mencampuradukkan antara agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di agamaku , islam, jilbab adalah sebuah kewajiban. Jelas tercantum dalam kitab suci Alqur'an bahwa wanita dewasa wajib menutupkan kain di auratnya, terkecuali muka dan telapak tangan. Hanya saja, karena Indonesia bukanlah negara agama, negara tidak punya hak untuk mewajibkan jilbab bagi wanita, jilbab hanyalah sebuah pilihan : apakah mau melaksanakan kewajiban atau tidak.

Pilihan inilah yang harus dihormati. Mau memakai atau tidak memakai, urusannya ada pada pribadi masing-masing dengan Tuhannya. Tidak ada unsur pemaksaan, apalagi pengekangan terhadap kebebasan. Bahkan kalau menurutku, dengan jilbab wanita bisa lebih bebas beraktivitas tanpa harus khawatir rambut berantakan atau celananya diintip orang nakal. Namun sekali lagi, jilbab adalah pilihan. Coba tanya kepada wanita yang memakai jilbab, apakah mereka terkekang dan merasa derajat wanitanya direndahkan. Tidak akan ada yang merasa seperti itu, karena jilbab baginya adalah sebuah keputusan yang ia ambil secara ikhlas dan sukarela, karena dia sadar sepenuhnya, bukan karena paksaan, bukan karena tersudutkan, bukan karena desakan dan tekanan.


Wanita memilih memakai jilbab, karena hatinya terpanggil kepadanya.


Dan kalau ada yang mengaitkan jilbab dengan kejahatan seksual, bahkan mengaitkannya dengan kemajuan atau kemunduran suatu bangsa, itu ngga ada hubungannya sama sekali. Orang baik dan orang jahat akan selalu ada, apapun agamanya. Kemajuan suatu bangsa juga pilarnya ada pada perempuannya. Kalau perempuannya cerdas dan mampu menjaga dirinya sendiri, mampu menjaga dan mengajarkan hal baik pada anaknya, negara itu pasti maju dan bahagia.

Hujatan terhadap apa yang kita yakini pasti akan selalu ada, jangan dihindari dan jangan dikonfrontasi, justru itu adalah ujian, untuk mengetahui sebarapa cintanya aku dan kamu yang berjilbab untuk mempertahankan keyakinan itu. Bagi yang memang tidak dan belum, mari kita saling menghormati pilihan masing-masing dan hidup damai berdampingan tanpa merasa terancam satu sama lain.

Salam.


p.s postingan ini dibuat dengan tidak ada maksud untuk menyinggung beberapa pihak.


are you smoker?

0

Labels:

 
Aku benci rokok. Paling ngga tahan sama bau dan asapnya kalau kehirup. Pasti batuk-batuk dan tenggorokan rasanya kering dan ngga enak. Tiap ada orang yang merokok dideketku, pasti aku langsung tegur kalau aku kenal sama orangnya, kalau ngga kenal biasanya cuman berani batuk-batuk kenceng dan kipas-kipas tanda ngga nyaman. hehe.
 
 Dalam keluargaku sendiri ngga ada yang merokok. Meskipun dulu kakekku perokok berat, namun aku sangat bersyukur ayahanda ku tercinta ngga ngerokok. Dan dalam memilih pasangan pun aku bakal menetapkan standar ngrokok-dan ngga ngerokok. Agak ekstrim sih, tapi itulah. Siapapun juga tahu kalau rokok tu beracun. Bahkan para perokok berat itu juga sangat hapal mungkin sama berbagai kandungan rokok yang berbahaya. Tapi mereka tetep aja secara sadar melakukannya. Parahnya, yang lebih berbahaya adalah asap yang dikeluarkannya. Orang yang ngga ngerokok pun bisa kena akibatnya cuman gara-gara keseringan menghirup asap rokok.

Pernah dulu waktu naik bus ekonomi non ac, aku duduk sebelah sama bapak-bapak yang ngerokok nonstop selama perjalanan. Belum lagi, depan kursiku juga kakek-kakek, udah batuk-batuk akut, tapi ngerokoknya juga nonstop. Mana asepnya kemana-mana lagi. Alhasil sepanjang perjalanan aku cuman bisa menutup hidung, batuk-batuk, mengutuk dalam hati dan di facebook & twitter, ngga lupa berdoa semoga aku ngga mati gara-gara kebanyakan ngirup asep rokok. Benci banget, abisnya aku juga ngga punya hak buat melarang mereka ngerokok, kan ngga ada larangan buat ngerokok di bus non AC. Sedih banget rasanya. 

Terus tadi waktu makan, aku juga ngeliat ada bapak-ibu dan anak yang lagi makan juga. Bapak-ibu nya itu dua-duanya lagi ngerokok. Ya Ampun,, emang mereka ngga mikir ya akibatnya buat anaknya yang masih kecil itu? Padahal menurut Komnas Pengendalian Tembakau mencatat konsumsi rokok keluarga miskin menyumbang 32.400 kematian balita per tahun di Indonesia.   
 
Perokok pasif mempunyai dua kali lebih untuk mendapat serangan kanker paru-paru dari pada yang merokok. Khusus bagi anak-anak dapat meningkatkan resiko untuk mendapatkan serangan ISPA dan gangguan paru-paru dimasa yang akan datang. Anak-anak dari anggota keluarga perokok lebih mudah dan lebih sering menderita gangguan pernafasan  dibanding anak-anak dan anggota keluarga yang bukan perokok.(sumber : http://infopuskesmas.com/kebiasaan-merokok-dalam-rumah-berpengaruh-dengan-penyakit-ispa-pada-balita.htlm.). Padahal kan orang tua harusnya menyediakan yang terbaik buat anaknya, tapi malah kaya gitu.. Daripada buat beli rokok kan mending duitnya ditabung buat pendidikan tuh anak kan...

Makanya, buat para perokok, kalo emang kalian mau ngerokok ya silakan, tapi TELEN SENDIRI ASEPNYA.

(pic taken from flickr)


duniaku penuh sampah

0

Labels:


"Kalau sering terjadi, apakah masih pantas disebut bencana?"

Kalimat di atas aku lupa pernah kutemui dimana, yang pasti, artikel itu membahas tentang banjir. Ya, 'bencana' yang tiap tahun hampir menghampiri kota Metropolitan ini. Aku sendiri selama 3 tahun di (pinggiran) Jakarta belum pernah dan tidak berharap mengalami banjir. Aku cuma ngga bisa bayangin aja gimana rasanya harus menyelamatkan barang-barang, belum entar pasti ada juga barang-barang yang hanyut. Saat banjir juga ngga bisa jalan dengan tenang (ngga bisa ngebedain mana jalan mana selokan). Trus habis banjir, pasti harus bersih-bersih, dan bau air yang meresap di tembok pasti ngga bisa hilang hanya dalam hitungan minggu. Duh!

Dan kejadian ini udah hampir tiap tahun"langganan" terjadi, biasanya terjadi di daerah-daerah yang deket dengan sungai, atau daerah yang dulunya wilayah resapan air namun diubah peruntukannya menjadi pemukiman. Berita-berita akan penuh dengan liputan banjir, dan akan banyak testimoni maupun permintaan dari berbagai pihak yang meminta pemerintah untuk segera menemukan jalan keluar masalah banjir-banjir ini.

Memang, pemerintah tentu harus bertanggung jawab atas rakyatnya yang tengah mengalami "bencana" tahunan. Selain karena pemerintah sebagai pemegang regulasi, juga karena pemerintah kan sebagai pemimpin negeri ini, wajib dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masyarakatnya. Tapi bener ngga sih kalau masalah banjir ini harus ditangani pemerintah semua?

Ayo dianalisis :
 
 Jumlah penduduk Jakarta tahun 2009 adalah 8.523.157 jiwa (Sumber : Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi), dan seandainya jumlah seluruh penduduk Indonesia sekitar 231 juta jiwa, maka penduduk Jakarta (belum termasuk Tangerang, bekasi, depok dan bogor ya) berjumlah 3% dari total penduduk Indonesia. Kepadatannya saja mencapai 13.042 jiwa per km2. Jumlah sebanyak itu harusnya menghuni pulau sebesar sulawesi mungkin ya, tapi semuanya tumplek bleg di jakarta dan sektarnya.

Dengan jumlah sebanyak itu, tentu kebutuhan ruang untuk aktivitas sangat tinggi. Perkantoran, pemukiman, perindustrian, dan perdagangan menjadi prioritas utama, apalagi dengan banyaknya developer yang sekarang makin sibuk dan gencar membangun unit-unit apartemen demi keuntungan. Kayanya udah pada lupa kalau kota ini juga butuh ruang terbuka hijau (RTH). Harusnya, dalam perda pun pasti sudah ada peraturan berapa persen minimal RTH yang harus tersedia dalam sebuah kota, khususnya DKI Jakarta, namun tentu saja, peraturan di Indonesia ada kan untuk dilanggar, apalagi kalau sudah ketemu dengan uang.

Minimnya RTH diperparah lagi dengan minimnya daerah resapan air. Orang membangun rumah yang dipikirkan pasti keindahan dan nilai estetikanya, apalagi sekarang sedang tren model minimalis, tidak akan ada tempat untuk tanah terbuka. Daerah resapan air yang sudah disediakan khusus pun terancam tergusur oleh perumahan dan perkantoran. 

Hal ini belum ditambah dengan kebiasaan masyarakat yang belum sadar akan sampah. Kebiasaan buang sampah di sungai masih banyak ditemukan, kebiasaan buang sampah diluar tempat sampah juga masih banyak dilakukan. Upaya untuk mengurangi sampah plastik juga rasanya tidak ada gaungnya. Tambah banyak iya, berkurang engga sama sekali.
 
Pertanyaannya sekarang, dengan begitu banyaknya penyebab banjir yang muncul, apakah masalah banjir masih tanggung jawab pemerintah? Jawabannya iya, pasti, namun masyarakat hendaknya sadar, bahwa mereka juga menyumbang banyak hal penyebab banjir, terutama masalah sampah. 
Kemudian, apa yang mesti dilakukan?
1. Mulai dari diri sendiri, apakah kita sudah membuang sampah di tempat sampah? Jika memang ada pembagian tong sampah kering dan sampah basah, sudahkah memasukkan sampah sesuai kategori?
2. Mulailah membawa kantong saat berbelanja, beli makan, atau beli hal-hal kecil biasakan tidak perlu meminta kantung plastik. Kalaupun memang butuh, usahakan seminimal mungkin menggunakannya.
3. Perlu peraturan yang tegas bagi warga yang masih membuang sampah di sungai, atau kalau perlu sanksi tegas bagi pelanggar yang membuang sampah di sembarang tempat. Dan peraturan ini perlu dilakukan dengan kesadaran penuh dari warga.
4. Membangun pabrik pengolahan sampah yang berteknologi tinggi dan berskala besar, sehingga mampu mengolah sampah menjadi barang daur ulang dan mampu menampung sampah dalam jumlah besar, seperti yang sudah banyak dilakukan di luuar negeri.
5. Mencontoh kebiasaan negeri Jepang, yang sangat tertib dalam jadwal pembuangan sampah berikut jenis sampah yang harus dipisah. Dengan cara demikian, masyarakat akan lebih aware dan peduli dengan sampah. 
5. Mulai menanam pohon dan tanaman hijau di sekitar rumah.

Sebenernya masih banyak solusi yang sekiranya bisa dilakukan, namun yang paling penting adalah mulai dari diri sendiri dulu. Bagi orang tua juga sebaiknya mengajarkan pada anak sejak dini untuk membuang sampah di tempatnya. Sebenernya, sudah banyak aktivis peduli sampah di negeri ini, seperti http://www.pedulisampah.org/ dan http://greenpressnetwork.blogspot.com. Banyak juga kisah dari para pahlawan masyarakat yang secara swadaya memperjuangakan kelestarian lingkungan, seperti kisah Yuyun Ismawati yang mendapat penghargaan majalah Time sebagai Heroes of Environtment 2009.
 
Jadi, kapan giliranmu?

i hate myself

2

Labels: ,



Tiba-tiba terpikir oleh saya : bagaimana seandainya kita menjadi orang yang kita benci.

Begini penjelasannya. Pernah kan kita ngga suka sama seseorang? Entah karena tingkah lakunya yang ngga ngenakin, ngga cocok, atau emang karena 'something that cant exlpain' tiba-tiba emang ngga suka aja. Wajar kalau menurutku, kita kan manusia, bukan berarti permakluman atas ketidaksempurnaan, namun hanya karena kita punya selera. Seperti ada yang suka sama es cream *lirik Farah *, ada juga yang suka pete dan jengkol sementara ada yang ngga suka. Ini kan tentang pilihan, dan ketika pilihan itu memunculkan konsekuensi, ya mau ngga mau, take it. *duh kok jadi ngelantur*.

The thing is, when we hate someone, we dont think that ourselves is worse than her/him, right? We always think that ourselves is better than her/him. And never crossed in our mind we'll turn like him/her. Intinya adalah, kita ngga pernah pengen jadi orang seperti itu. Tapi, gimana ketika ternyata di kemudian hari, kamu semakin sadar bahwa kamu lama-lama jadi mirip orang itu?

Pernah dulu, when i was a children, aku sering diomelin sama ibuku. Yah, biasalah, masalah-masalah sepele. Dan dalam hati aku yakin dan bertekad : Besok aku ngga akan jadi ibu yang kaya gini buat anakku. (so sorry mom..). But, whats then? ternyata semakin kesini, semakin sadar aku kalau banyak sifatku yang mirip beliau *ya 90% karena memang aku anaknya*. Padahal, apa yang udah aku katakan beberapa tahun sebelumnya : bahwa aku ngga mau mewarisi beberapa hal yang dulu di mataku tampak ngga ngenakin. 

Contoh lain adalah ketika aku ngga suka sama salah seorang temenku, karena tingkah lakunya, dan setelah beberapa waktu berlalu, aku kemudian sadar kalau ternyata aku juga ngga jauh beda sama dia. Tahu ngga rasanya, rasanya tuh kaya baru aja ngetawain badut, lalu kemudian ketika ngeliat di cermin, ternyata badutnya ya aku sendiri.

Satu hal yang aku pelajarin dari hal ini adalah, belajarlah untuk menerima kekurangan orang lain. Karena, ketika kamu merasa terganggu oleh sikap seseorang, secara ngga sadar tubuh kamu malah menyerap dan mengingat-ngingat hal yang sebenernya ngga kamu pengenin itu. Kalau menurut buku "The Secret", tubuh dan pikiran kita ngga mengenal kata-kata negatif seperti : tidak, jangan. Jadi, ketika kita bilang "Ngga bakal jadi orang yang nyebelin", pikiran hanya akan menyerap kata "Ngga bakal jadi orang yang nyebelin", dan jadi nyebelinlah kita. 

Kalaupun emang ngga suka sama sikap seseorang, catat baik-baik dan inget-inget, jadikan itu sebagai reminder, jika suatu saat kamu ngelakuin hal yang sama, kamu bisa marah sama diri kamu sendiri karena kamu udah menjadi "Seseorang yang ngga gue inginkan".
Dan kemudian, ubahlah dirimu hingga akhirnya kamu ngga bakal membenci dirimu sendiri :)

sedikit tentang bumi manusia

7

Labels:



Ah, untuk buku ini aku ngga berani nulis resensinya... Terlalu berat, dan emang kualitas buku ini terlalu tinggi untuk kutandingi dan kukata-katain dalam resensiku. Ah, siapa aku ini dibandingkan si legenda hidup Pramoedya Ananta Toer (alm.) kan... Makanya, untuk buku ini aku cuman akan komentar komentar sedikit,,

Awalnya, aku takut untuk membaca buku ini. Bukan apa-apa, aku sudah banyak mendengar kehebatan sang pengarang, betapa ia dipuja dimana-mana, bahkan dia satu-satunya pengarang Indonesia yang jadi nominasi pemegang nobel sastra.. kalo dibandingin sama aku ya kaya ngebandingin gedung pencakar langit sama gubug reyot dibawah jembatan... hahahha.. Makanya, waktu awal, aku takut ngebaca ini.. cuman takut ngga bisa nyelesaiinya..

Tapi ternyata aku salah besar.. Membaca buku ternyata mengalir, semacam tidur malam yang nyenyak dan bangun di pagi hari dengan segar.. Meskipunini buku pertama dari tetralogi buru, namun aku sudah mampu menangkap keindahan setting yang diciptakan Pram, kekuatan para tokoh, dan keindahan plotnya. Bahkan karakter Nyai Ontosoroh pun tak dapat diacuhkan kharismanya.

Di buku ini, Pram seperti menyuntikkan semua isi otaknya, semua ide dan pemikirannya terhadap bangsa Indonesia, dan aku pikir, pemikiran Pram yang sangat luar biasa itu tidak cocok untuk umur bangsa yang masih muda.. Bahkan untuk ukuran sekarang, pemikiran Pram yang revolusioner itu masih tergolong langka (meskipun sekarang sudah banyak intelek yang 'vokal').

Yang pasti, novel ini keren, tapi sayangnya aku belum mau nerusin ke novel keduanya, novel lanjutan dimana tokoh utamanya, si Minke, menjalani hidup setelah terpisah dari istrinya, Annelies : Anak Semua Bangsa.Alasannya sederhana; belum berani. Hahaha.. Alesan....

the confession

2

Labels: ,


Ini semacam pengakuan dosa.

Susah sebenernya, siapa orang yang dengan senang hati mengakui kesalahannya, bahkan kesalahan terpendam, yang gelap, dan memalukan. Pencuri mana yang dengan berbesar hati mengaku?. Tapi selalu ada satu diantara seribu, seratus, atau sepuluh. Dan aku melakukannya malam ini.


Pengakuan ini datang bukan karena aku sombong dan tanpa merasa bersalah melakukan hal yang seharusnya ngga aku lakuin. Aku mengaku ini karena aku merasa pengakuan adalah sebuah langkah awal dan penting agar bisa lebih memperbaiki diri.

Aku, sering melewatkan waktu sholat.
Aku muslim, terlahir dari keluarga muslim juga. Bisa dibilang pendidikan agama di keluargaku cukup bagus. Dari kecil aku sudah banyak menghabiskan waktu di masjid untuk sholat berjama'ah, dan di rumah pak kyai untuk belajar mengaji, Walaupun itu semua tidak kemudian menjadikanku seorang wanita muslimah dan sholehah. Aku juga baru memakai jilbab secara fisik saat kelas 3 SMA. Namun paling tidak aku punya cukup bekal tentang apa baik dan buruk menurut agama, aku juga tahu mana yang boleh dan tidak boleh (meskipun kadang masih ada beberapa hal yang susah aku taati seperti pacaran), dan aku tahu bahwa sholat itu hukumnya wajib dan tidak boleh ditinggalkan.

Pertama kali meninggalkan sholat, aku waktu itu masih SMP, karena aku terlalu malas untuk beranjak dari tempat tidur, akibatnya tertinggal waktu sholat. Hanya beberapa kali. Tentu saja di bawah pengawasan orang tuaku, meninggalkan sholat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, meskipun memang tidak ada niat untuk meninggalkannya juga.

Namun sekarang, ketika hidup jauh dari orang tua, aku yang sedari awal sombong karena merasa mampu hidup jauh dari orang tua ini ternyata tak mampu untuk memikul tanggung jawabku sendiri : Sholat secara rutin. Orang tuaku tidak akan menanggung dosa dari apa yang aku perbuat ini, karena memang umurku yang sudah akil baligh, aku bertanggung jawab penuh atas dosa yang aku tanggung. Aku tidak sering ninggalin sholat, tidak sesering yang kebanyakan orang lakukan (bukan berarti aku nge-judge orang lain juga). Paling hanya sholat subuh yang sering terlewat karena bangun kesiangan. Atau sholat maghrib karena berbenturan waktu dengan perjalanan, atau waktu sholat yang lain karena faktor lupa. Ada beberapa yang aku sengaja dan memang yang lain dilakukan secara tidak sengaja.

Perbuatan ini jujur, tidak sering. Namun akhir-akhir ini, ngga tahu kenapa, frekuensinya jadi makin sering. Bahkan kadang kulakukan dengan keadaan sadar. Dan parahnya lagi, aku kadang meremehkan dosa yang akan aku tanggung. Kalau bahasa kasarnya, aku seperti menantang ketentuan Allah. Dan aku tahu penyebabnya, karena aku semakin jarang mendekat padaNya. Semakin sering aku meninggalkan kewajibanku, semakin hilang rasa menyesal, rasa was-was, rasa terganggu yang seharusnya muncul ketika aku tidak sholat. Semakin aku terbiasa melakukannya, semakin aku lebih sering meninggalkannya.

Aku merinding mengetik semua pengakuan ini sebenernya, tapi aku berharap banyak pada diriku sendiri setelah menulis pengakuan publik ini. Berharap agar aku segera meninggalkan kebiasaan burukku ini. Berharap agar aku semakin mendekat kepada-Nya, agar Dia juga tidak menjauh dariku. Dengan begitu, aku mampu menunjukkan, kalau aku memang sudah siap untuk menjalani hidup yang baru, hidup dengan lebih bertanggung jawab dan benar-benar lepas dari orang tua.

Aku tahu aku salah, dan aku berusaha agar nantinya aku lebih baik dari  saat ini. Aku sedih, ternyata aku masih segini bobroknya, padahal selama ini aku koar-koar di sana-sini. Ngga ada gunanya, karena bahkan pertanggungjawaban diriku sendiri kepada Yang di Atas saja belum jelas...

3M-nya Aa Gym
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hal kecil
Mulai sekarang
Astaghfirullahaladziim...




mana terima kasihmu?

3

Labels:



sebegitu mahalnya-kah ucapan terima-kasih?

Aku lahir dari sebuah keluarga jawa, yang terbiasa berucap dan berperilaku layaknya orang jawa pada umumnya : sopan, halus, dan segan. Meskipun terlihat agung dan luhur, ada yang bilang sifat orang jawa ini lah yang memudahkan para belanda itu dulu menjajah kita. Selain itu, sikapnya yang sopan dan terkesan malu sebenernya hanya untuk menutupi jiwanya yang rakus dan tamak.

Ah, tapi aku ngga mau menjelekkan leluhurku sendiri, yang dulu toh pernah membuat candi Borobudur yang hebat dan megah itu. Dan masalah adat budaya orang jawa ini akan aku bahas di waktu lain. The thing is, dari kecil aku sudah dibiasakan untuk mengucapkan terima kasih (matur nuwun dalam bahasa Jawa) kepada siapapun yang udah membantu kami. Meskipun terkadang juga masih suka lupa, tapi rasanya ada yang kurang ketika tidak mengucapkan terimakasih bahkan pada saat orang lain tidak berbuat sesuatu terhadap kami.

Ngga, aku ngga berusaha memuji diri sendiri. Aku cuman menceritakan latar belakang kehidupanku. Dan kebiasaan ini sudah berlanjut sampai puluhan tahun (21 tahun tepatnya). Makanya, hari ini, ketika aku memberikan sepeser uang pada pengemis (aku tipe orang yang mudah kasihan, bisa disebut kelemahan juga), dan ketika pengemis tua itu cuman diem, aku kaya mencelos.

Bukannya aku mengharap pamrih ya, terserah kalau emang dianggepnya gitu, tapi HELLoooooo.... bapak itu tu sama sekali ngga noleh.. dan kenapa ya, mungkin karena latar belakang pendidikan di keluargaku tadi itu yang bikin aku lumayan sensi. Bukannya aku terus sok ngasih biar dapet ucapan terima kasih, aku cuman merasa bahwa ucapan terimakasih kini ternyata sudah tidak penting lagi.

Ah, tapi, buat apa sih hal kaya gini dipusingin juga? Bisa aja kan bapak itu tadi emang berucap terimakasih di dalem hati, dan bahkan ngedoain aku yang baik-baik?. Toh, ucapan terimakasih secara lisan ngga ada artinya kalau ngga disertai ucapan tulus dari dalam hati...

Teruslah berbuat baik, Ana. entah itu akan mendapat imbalan ataupun engga. 

BUKU GRATIS LAGI!

4

Labels:


Baru-baru ini aku sempet belanja belanji ke Blok M Square, daaaann bisa dipastikan kemana arah kumenuju : Bazaar buku di basement. Buat yang belum tahu, di Blok M Square basement ada bazaar buku murah, ngga kalah sama yang di kwitang. Bahkan, menurutku lebih lengkap dan variatif, berbagai novel lama, novel baru, buku pelajaran, komik, baru-lama, semuanya ada. Karena dalam kunjungan pertamaku dulu aku gagal mendapatkan buku bagus, akhirnya dalam kunjungan keduaku ini aku berburu apapun.

Setelah berkeliling ke sana kemari akhirnya aku berhenti pada 3 buku berikut :

1. Spellbinders in suspense by Alfred Hitchcock

2. Pop Goes the Weasel - James Patterson
3. The Murder Artist - john Case

Dan ketiga buku tersebut aku dapet dengan harga yang sangat murah *menurutku*, lebih murah daripada paket murah makan di KFC, hehehhe...

Anyway, ada giveaway lagi dari Books of Dela yang kali ini mau bagi buku "Alice in Wonderland" by Lewis Carroll. Jujur aku ngga tahu gimana ceritanya Alice ini, aku cuman sempet tahu dulu waktu kecil kalau si Alice terdampar di negeri mana dan ngga tahu terus gimana ceritanya. Filmnya juga belom nonton. So that im curious about this book, hows the story goes, and so on...


Dan, bagaimana jika kamu juga bisa dapet buku ini GRATIS? Seneng lah pastinya.. pengen juga? klik disini ! okay! i hope i'll get this book too!

Kenapa dengan Pegawai Pajak??

8

Labels: , ,


Harus diakuin bahwa segala pembicaraan mengenai betapa korupnya instansi DJP ini membuatku gerah, resah dan gelisah (bukan geli-geli basah pastinya).

Bagaimana tidak? ketika aku masih diwulang sama pak dosen Administrasi Pajak Modern, kami bener-bener diyakinkan bahwa DJP sekarang sudah mengalami yang namanya Reformasi birokrasi besar-besaran, dan perilaku koruptif sedang digempur dan dilawan habis-habisan. Dosenku bener-bener menekankan bahwa keadaaan udah jauh berbeda dengan jaman masih orde baru. Bahkan beliau mengatakan jika sekarang masih ada orang-orang yang "basah", maka dia akan malu sendiri..

Tapi semuanya hanya kata dosenku yang notabene juga udah pejabat di lingkungan DJP. Aku sendiri belum tahu keadaan sebenernya DJP kaya apa. Yang aku tahu adalah, apa yang ditanamkan selama kami kuliah ini bahwa pegawai-pegawai negeri di lingkungan Kementerian Keuangan sudah berusaha untuk "membersihkan" KemKeu, dan begitu pula dengan kami nantinya (Insya Alloh).

Dan semua pembicaraan mengenai betapa kotornya PNS pajak membuatku cukup gerah.  
Pengen banget teriak bahwa semua itu ngga bener. 
Bahwa ngga semua pegawai pajak seperti Gayus. Bahwa masih banyak di antara mereka yang masih tetap teguh terhadap idealisme. Bahkan ada yang bersedia dimutasi ke luar jawa, atau dikeluarkan dari bagiannya hanya gara-gara tidak mau "nurut" sama atasannya. Pengen banget ngebuktiin bahwa apa yang orang-orang tuduhkan itu ngga semuanya bener, meskipun emang aku akuin ngga semuanya salah juga.

Aku pengen buktiin, tapi aku sendiri belum punya bukti, secara aku bukan apa-apa. Lagipula kedudukanku sebagai mahasiswa STAN yang notabene tempat kuliahnya Gayus pun akan mengundang tudingan juga bahwa aku subjektif. Iya, aku memang subjektif, membela (calon) instansi ku, tapi bukan berarti aku membela Gayus pula. Dia cuman seorang penumpang gelap, yang wajib diturunkan dari kendaraan. Kami juga membenci Gayus dan orang-orang seperti dia, tapi kami juga tidak terima bila kami digeneralisasikan sebagai orang yang sejenis dengan dia.

Pengen rasanya mengatakan pada orang-orang itu : Kalo emang lo nganggep kita segitu bobroknya, kenapa ngga lo aja yang ada di sini dan ceritain ke kita apakah lo bisa ngelakuin hal yang lebih baik dari kita?  Kalo emang iya, wah aku salut banget! Lo emang pantes jadi pegawai yang baik. Tapi bercermin dulu deh. Apa dalam hidup lo belum pernah sekalipun lo korupsi? Kolusi? Belum pernah 'damai' sama polisi kalao pas lagi ditilang? belum pernah telat juga sebagai bentuk lain dari korupsi?

Tapi aku tahu ngomong kaya gitu ngga ada gunanya. Malah akan membuat masalah ngga selesai dan makin panjang aja urusannya. So, aku lebih memilih buat diem (atau paling engga menuangkan uneg-uneg ngga berarti di blog ini). Jadi aku memilih untuk percaya saja
Sama seperti hubungan dua pasang kekasih, kalau tidak ada rasa kepercayaan di antara keduanya, tidak akan tercipta suatu hubungan yang baik dan sehat. Aku memilih untuk percaya mungkin sebagian karena memang aku mahasiswa STAN, tapi selain itu aku juga ingin menunjukkan bahwa pemerintah kita walaupun sedikit juga masih ada yang berkeinginan besar untuk mengubah sistem pemerintah yang baik demi negeri yang baik pula (duh bahasanya udah kaya bahasa undang-undang). Dan itu adalah salah satu bentuk penghargaanku terhadap mereka yang masih memegang teguh pendirian, nilai kebenaran, dan idealisme mereka.

Terus apa yang akan kamu lakukan? mendukung? menghujat? :)






How to Train Your Dragon

6

Labels:


Satu lagi film animasi yang aku tonton : How To Train Your DRAGONS.

Dari judulnya sebenernya dari awal agak underestimate sama ni film. Kesannya, judulnya tu standar banget, kaya 'How to make Pancake', atau 'How to make a delicious ommelette', dan kesannya kaya film-film National Geographic. Tapi berhubung film ini lumayan ramai di twitter, dan nyatanya sampai ada versi 3D nya(dari dulu aku berpendapat bahwa film yang dibuat versi 3D tidak akan mengecewakan), aku memutuskan bahwa film ini tidak sesederhana judulnya. 

Dan ternyata BENAR. Film ini, walaupun animasi dan memang ceritanya untuk anak-anak, tapi tetep aja cukup membuat 98 menit di dalam bioskop terlalui dengan tidak terasa. Film action fantasy ini bercerita tentang seorang pemuda, putra Ketua suku Viking yang bernama Hiccup (kalau dalam bahasa filipina, artinya Cegukan). Biasanya, putra ketua suku adalah putra mahkota dan orang yang berkemampuan hebat. Namun Hiccup ini terkenal di desa Viking adalah orang yang selalu terkena sial. Desa Viking sendiri adalah desa yang masyarakatnya kuat-kuat, badannya gede-gede dan berotot, serta tidak mengenal kata takut. Tiap seminggu sekali desa mereka didatangi oleh para naga yang menyerang dan memangsa hewan peliharaan dan bahkan manusia.

Dalam berbagai jenis naga, ada satu ekor naga yang bahkan tidak ada keterangan dalam buku petunjuk naga karena sifatnya yang mematikan, disebut dengan Night Furry. Disebut demikian karena kulit tubuhnya yang hitam tidak bisa dilihat saat malam hari, dan api yang disemburkannya berbeda dengan yang lainnya, yaitu berwarna biru (udah kaya api gas elpiji aja tuh). Dan si Hiccup yang ingin membuktikan bahwa dirinya juga bisa diandalkan ini, secara tidak sengaja berhasil menembak Night furry dan menjatuhkannya di hutan tanpa ada seorangpun yang tahu..

Ketika ditemukannya dalam keadaan tidak berdaya, Hiccup pun mencoba untuk mengambil kesempatan itu untuk membunuh Night furry, akan tetapi akhirnya dia sadar bahwa dirinya tidak perna bisa membunuh naga, tidak seperti umumnya warga Viking. Cerita pun berlanjut dengan penuh ketegangan, action, dipadu dengan gambar yang kaya warna dan gerakan. Dan seperti umumnya film animasi, tentu saja tidak bisa lepas dari humor, persahabatan, kisah romantis, dan akhir yang bahagia --happily ever after.

Inilah awal mula dinamai night furry sebagai Toothless--tidak bergigi

Si astrid yang keren dan temen-temennya

The Dragons
Pesan moral yang aku tangkep adalah, kamu tidak perlu takut untuk menjadi berbeda. Di saat semua orang memakai pakaian hitam sedangkan dirimu ternyata lebih suka dengan putih, mungkin pada awalnya orang akan memandang kamu sebagai orang yang aneh dan nyeleneh, serta perlu "disadarkan". Namun justru perbedaan itulah yang nantinya malah tidak akan disangka mampu membawa perubahan besar yang membawa kehidupan menjadi lebih baik lagi. Seperti Hiccup yang menolak untuk membunuh naga, pada awalnya semua warga Viking memandangnya sebagai orang aneh dan pembangkang, bahkan ayahnya sendiri tidak mau menganggapnya sebagai anak. Namun saat akhirnya Hiccup malah muncul sebagai pahlawan dan mampu menunjukkan bahwa apa yang selama ini dipandang negatif oleh orang-orang adalah hal yang salah, akhirnya Hiccup malah dikenang sebagai orang paling berjasa dan mampu membawa perubahan besar : Warga Viking dan Naga akhirnya bisa hidup berdampingan.

Ada satu hal yang agak mengecewakan buatku adalah, ketika awal Night furry digambarkan sebagai Naga yang mematikan, menyeramkan dan membahayakan. Namun ternyata muka si naga ini menurutku malah cenderung imut dan menggemaskan. Mukanya ngga jauh sama muka kelinci yang ada di anime jepang, atau kalau menurut siberuang, mukanya mirip sama ikan lele. hahahha. 
Film ini sendiri diangkat dari sebuah buku berjudul sama karangan Cressida Cowell, dan Qoute yang paling aku suka adalah saat Hiccup berkata, "When i see his eyes (Night Furry), i just see my self". 

Overall, film yang cukup bagus!. I Strive for 3,5 Stars out of 5!