the confession

Labels: ,


Ini semacam pengakuan dosa.

Susah sebenernya, siapa orang yang dengan senang hati mengakui kesalahannya, bahkan kesalahan terpendam, yang gelap, dan memalukan. Pencuri mana yang dengan berbesar hati mengaku?. Tapi selalu ada satu diantara seribu, seratus, atau sepuluh. Dan aku melakukannya malam ini.


Pengakuan ini datang bukan karena aku sombong dan tanpa merasa bersalah melakukan hal yang seharusnya ngga aku lakuin. Aku mengaku ini karena aku merasa pengakuan adalah sebuah langkah awal dan penting agar bisa lebih memperbaiki diri.

Aku, sering melewatkan waktu sholat.
Aku muslim, terlahir dari keluarga muslim juga. Bisa dibilang pendidikan agama di keluargaku cukup bagus. Dari kecil aku sudah banyak menghabiskan waktu di masjid untuk sholat berjama'ah, dan di rumah pak kyai untuk belajar mengaji, Walaupun itu semua tidak kemudian menjadikanku seorang wanita muslimah dan sholehah. Aku juga baru memakai jilbab secara fisik saat kelas 3 SMA. Namun paling tidak aku punya cukup bekal tentang apa baik dan buruk menurut agama, aku juga tahu mana yang boleh dan tidak boleh (meskipun kadang masih ada beberapa hal yang susah aku taati seperti pacaran), dan aku tahu bahwa sholat itu hukumnya wajib dan tidak boleh ditinggalkan.

Pertama kali meninggalkan sholat, aku waktu itu masih SMP, karena aku terlalu malas untuk beranjak dari tempat tidur, akibatnya tertinggal waktu sholat. Hanya beberapa kali. Tentu saja di bawah pengawasan orang tuaku, meninggalkan sholat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, meskipun memang tidak ada niat untuk meninggalkannya juga.

Namun sekarang, ketika hidup jauh dari orang tua, aku yang sedari awal sombong karena merasa mampu hidup jauh dari orang tua ini ternyata tak mampu untuk memikul tanggung jawabku sendiri : Sholat secara rutin. Orang tuaku tidak akan menanggung dosa dari apa yang aku perbuat ini, karena memang umurku yang sudah akil baligh, aku bertanggung jawab penuh atas dosa yang aku tanggung. Aku tidak sering ninggalin sholat, tidak sesering yang kebanyakan orang lakukan (bukan berarti aku nge-judge orang lain juga). Paling hanya sholat subuh yang sering terlewat karena bangun kesiangan. Atau sholat maghrib karena berbenturan waktu dengan perjalanan, atau waktu sholat yang lain karena faktor lupa. Ada beberapa yang aku sengaja dan memang yang lain dilakukan secara tidak sengaja.

Perbuatan ini jujur, tidak sering. Namun akhir-akhir ini, ngga tahu kenapa, frekuensinya jadi makin sering. Bahkan kadang kulakukan dengan keadaan sadar. Dan parahnya lagi, aku kadang meremehkan dosa yang akan aku tanggung. Kalau bahasa kasarnya, aku seperti menantang ketentuan Allah. Dan aku tahu penyebabnya, karena aku semakin jarang mendekat padaNya. Semakin sering aku meninggalkan kewajibanku, semakin hilang rasa menyesal, rasa was-was, rasa terganggu yang seharusnya muncul ketika aku tidak sholat. Semakin aku terbiasa melakukannya, semakin aku lebih sering meninggalkannya.

Aku merinding mengetik semua pengakuan ini sebenernya, tapi aku berharap banyak pada diriku sendiri setelah menulis pengakuan publik ini. Berharap agar aku segera meninggalkan kebiasaan burukku ini. Berharap agar aku semakin mendekat kepada-Nya, agar Dia juga tidak menjauh dariku. Dengan begitu, aku mampu menunjukkan, kalau aku memang sudah siap untuk menjalani hidup yang baru, hidup dengan lebih bertanggung jawab dan benar-benar lepas dari orang tua.

Aku tahu aku salah, dan aku berusaha agar nantinya aku lebih baik dari  saat ini. Aku sedih, ternyata aku masih segini bobroknya, padahal selama ini aku koar-koar di sana-sini. Ngga ada gunanya, karena bahkan pertanggungjawaban diriku sendiri kepada Yang di Atas saja belum jelas...

3M-nya Aa Gym
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hal kecil
Mulai sekarang
Astaghfirullahaladziim...




2kata temen-temen: