Does GOD exist?

Labels:

Apakah Anda percaya adanya Tuhan?

Saya percaya, karena saya seorang yang beragama. Islam agama saya dan saya beriman bahwa ada Allah yang telah menicptakan alam semesta ini beserta seluruh isinya. Saya percaya kalau Allah lah yang telah menciptakan saya, ibu saya, ayah, adik-kakak, teman-teman, dan semua orang yang saya cintai dan sayangi. Allah juga sudah menciptakan bumi ini sebagai tempat kita hidup dan mencari penghidupan, menciptakan matahari sebagai pusat tata surya kita, dan menciptakan alam semesta agar kita beribadah pada-Nya.

Kita akan berbicara mengenai kaum atheis, kaum yang tidak percaya dengan adanya Tuhan. Ada yang memandang sebelah mata dengan kaum yang satu ini. Penganutnya tidak sedikit, bahkan terus bertambah. Saya ingin mengatakan bahwa orang atheis bukanlah orang yang bodoh, bahkan banyak di antara mereka yang ilmuwan hebat atau profesor yang sangat pintar. Sayangnya, kepintaran mereka malah dipergunakan untuk memikirkan hal-hal teologis yang diujung nanti akan mempertanyakan keberadaan Tuhan.

Saya pikir pola pikir ini berawal dari cabang ilmu filsafat. Menurut Socrates, filsafat merupakan cara berpikir secara radikal dan menyeluruh [holistic] atau cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya.Filsafat dalam peranya tidak bertugas menjawab pertanyaan yang muncul dalam kehidupan, namun justru mempersoalkan jawaban yang diberikan. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa berfilsafat adalah berpikir radikal (hingga sampai ke-akarnya], menyeluruh dan mendasar. (sumber di sini).

Saya pernah membaca sebuah buku filsafat karangan Jostein Garder, yang di dalamnya mengupas secara dasar dan sederhana apa itu filsafat adn bagaimana filsafat bekerja. Saya rasa pola pikir filsafat ini menjadikan orang berfikir secara lebih mendalam mengenai segala sesuatu, filsafat mencoba mengupas berbagai macam sisi dan unsur kehidupan, tidak terkecuali dengan eksistensi Tuhan.

Di sini saya tidak mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang salah atau tidak perlu, yang saya ingin katakan adalah, pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat memfilsafati kehidupan biasanya akan berujung pada pertanyaan : benarkah Tuhan itu ada?. Orang-orang yang sekuleris-logis-rasionalis pasti akan mencari sebanyak-banyaknya bukti untuk mengetahui sekaligus memuaskan logika berpikirnya bahwa Tuhan itu ada (atau pembuktian terbalik bahwa Tuhan itu tidak ada). Semakin banyak mereka berpikir, semakin banyak mereka mengumpulkan bukti, kebanyakan dari orang-orang sekuleris-logis-rasionalis akan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sampai ada bukti yang mengatakan sebaliknya.

Orang atheis juga tidak beragama, karena menganggap bahwa agama hanya akan membatasi pola pikir mereka. Setiap ada pertanyaan yang tidak mampu dijawab, orang akan mengalihkan jawabannya kepada sifat Ketuhanan., dan ini sangat mengganggu bagi orang atheis, karena menurut mereka segala sesuatu harus ada jawaban dan alasan yang melatar belakanginya--dan dapat dibuktikan secara logis.Menurut mereka kehidupan akan tetap dapat berjalan tanpa adanya keyakinan terhadap hal-hal supranatural dan bersifat fiktif.

Pola pikir mereka adalah sebagai berikut : menyatakan bahwa manusia (dan makhluk hidup yang lain) dulunya adalah sekumpulan atom-atom yang kemudian berevolusi menjadi makhluk mikro, unisel, multiseluler dan seterusnya hingga membentuk makhluk sperti yang saat ini. Teori-teori penciptaan alam semesta juga banyak mereka ciptakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana alam semesta dapat terbentuk. Mereka mengahargai perbedaan, dan tidak mau memperlakukan orang lain hal yang dirinya tidak mau diperlakukan seperti itu. Pada umumnya, orang-orang atheis ini memiliki pandangan yang bagus tentang perdamaian dunia, bahwa tanpa agama orang akan hidup lebih damai, seperti lagunya "Imagine" milik John Lennon yang terkenal itu.

Banyak penganut atheis saat ini yang sangat pinter, dengan kalimat-kalimat analisis yang tajam dan mengiris seperti pisau bedah. Argumennya kuat dan pilihan katanya brilian. Mereka sangat yakin dengan kebenaran yang mereka anut dan tidak takut akan sanggahan atau hujatan yang akan mereka terima, bahkan mampu menangkis balik dengan tidak kalah pintarnya. Beberapa waktu lalu juga muncul seorang Richard Dawkins, seorang pakar  biologi, yang menulis The God Delusion, mengutip satu kalimat pengarang  lain: "Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan disebut agama." 

Mereka menuntut jawaban dari orang yang percaya akan Tuhan, dan mereka meminta bukti kalau Tuhan itu benar-benar ada. Saya pernah (dan sedang) mengikuti diskusi tentang keberadaan Tuhan juga, dan di sana mereka sangat menuntut bukti tentang adanya Tuhan dengan jawaban yang logis menurut mereka. Berikut saya kutip salah satu komentarnya (sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/20/bukti-tuhan-itu-ada/#comments)


EKSISTENSI TUHAN dan BANTAHAN FILOSOFIS
1. ARGUMEN PENGALAMAN
Pengalaman keberagamaan menjadikan kita berhadapan
dengan realitas yang hanya dapat dijelaskan melalui
penjelasan keberketuhanan.
BANTAHAN:
Andaikan saja kita sepakat bahwa pengalaman keberagamaan
menunjuk pada Tuhan. Secara definisi, maka pengalaman
tentang Tuhan berararti Tuhan itu ada. Namun, dapatkah
seseorang menggambarkan Tuhan dalam eksistensi?
2.ARGUMEN UTILITAS/ KEGUNAAN
Percaya kepada Tuhan membenarkan alasan moral dan sangat
dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Selama keberadaan
Tuhan tidak dapat dibangun secara logika dan faktual, seseorang
mungkin berusaha melakukan keinginan untuk percaya yang akan
membenarkan keberadaan Tuhan.
BANTAHAN:
Jika percaya pada hantu dapat mengembangkan perilaku
manusia, tentunya hantu juga harus ada?
3. ARGUMEN INTUISI
Tidak ada yang disebut dengan teologi natural bahwa
Tuhan diketahui melalui wahyu, yang ada hanya ber-
dasarkan intuisi dan tidak dengan yang lainnya. Tidak
ada alasan ilmiah yang mengarah pada pembuktian
atau ketidakterbuktian Tuhan.
BANTAHAN
Tidak ada cara sistematis yang dapat menyampaikan
kita pada cara kerja intuisi, untuk mengetahui apakah
ia benar atau salah atau untuk mendapatkan persetujuan
dari masyarakat umum terhadap hasil intuisi tersebut
4.ARGUMEN PENALARAN
A.Argumen Ontologis
Argumen ini bersifat apriori : Ide tentang Tuhan terdapat
dalam eksistensinya sendiri.
BANTAHAN
Mengatakan sesuatu itu ada tidak memberi pengaruh
terhadap sesuatu. Misal ide kita tentang Puteri Duyung
tidak dapat kita simpulkan Puteri Duyung itu ada[/i].
B. Argumen Kosmologis
Adanya Tuhan karena adanya Penggerak Pertama
atau Penyebab Tak Tersebabkan karena ketidak –
terbatasan sebab adalah sesuatu yang mustahil.
BANTAHAN
Jika hal itu benar adanya, argumen kausalitas tidak
menjelaskan apa2 berkaitan dengan sifat Penyebab
Pertama. Apalagi prinsip kausalitas tidak memiliki
makna dan kriteria dalam penerapannya dalam dunia
nyata.
Atau:
Argumen diatas berasal dari kontingensi (keberlanjutan)
karena segala sesuatu mungkin saja terjadi mungkin
pula tidak. Harus ada sesuatu yang mesti ada sebagai
Yang Wajib Ada sehungga kontingensi dapat terwujud.
BANTAHAN
Jika Tuhan tidak terkait dengan waktu, maka hubungannya
dengan alam tidak mungkin dengan proses sebab akibat,
karena hubungan kausalitas mesti terkait dengan waktu.
5.LIMA ARGUMEN
Tuhan ada dapat dirunut dari:
a.Dari pergerakan kepada Penggerak Yang Tak Tergerakkan
b.Dari sebab akibat kepada Penyebab Pertama
c.Dari yang mungkin kepada Yang Mesti
d.Dari yang lebih kepada Yang Paling
e.Dari desain kepada Yang mendesain
Bantahan:
Baca pada bantahan argumen kosmologis.

Bantahan demi bantahan mereka lontarkan, dan saat si orang-yang-percaya-pada-Tuhan menghadirkan bukti bukti tentang alam semesta, beserta analogi-analoginya, dan menghadirkan ayat-ayat Qur'an, si pendebat mengatakan bahwa itu semua hanyalah argumen sekelas anak SD. Untuk selanjutnya silakan baca sendiri di link yang telah saya cantumkan.

Saya pikir tidak ada gunanya juga meladeni debat dengan orang-orang yang mengagungkan logika, karena memang dari awal keyakinan saya dan mereka begitu berbeda, dan saya pikir tidak akan pernah menemukan ujung kesimpulan kalau seperti ini, makanya akhirnya saya hanya mengikuti saja bagaimana pola pikir mereka sambil mendoakan suatu saat mereka bisa menemukan jawaban apa yang mereka cari selama ini kalau tidak keburu mati.

Saya ingin menceritakan sedikit analogi pernah saya baca. Ada orang yang bertanya tentang keberadaan Tuhan, mengapa kalau Tuhan itu ada, masih banyak orang yang mempunyai masalah, mengapa banyak timbul bencana, dsb, dimana Tuhan ketika melihat hal-hal yang menimpa umat-Nya?. Kemudian sang sahabat pun menjawab, banyak orang tahu ada tukang cukur di ujung jalan sana, atau di manapun. Tapi apakah dengan adanya tukang cukur, rambut semua orang akan tercukur rapi? Tidak.Mengapa? karena tidak semua orang datang kepada tukang cukur, hanya orang yangmau mendatangi tukang cukur lah yang rambutnya tercukur rapi. Begitu pula dengan Tuhan, kawan. Hanya orang yang bersedia mendatangi-Nya dan mendekat kepada-Nya yang tahu bahwa Tuhan ada untuk memberikan jawaban atas kehidupan.


Jadi, saya percaya akan adanya Tuhan, dan jika ada orang yang bertanya, jika aku dan kamu dan alam semesta memang diciptakan oleh Tuhan, lalu siapa yang menciptakan Tuhan? Jawablah dengan mengatakan, "Saya beriman kepada Allah dan RasulNya. Allah Esa, Allah tempat meminta. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

  Wallahu a'lam bi showab.

p.s postingan ini tidak bermaksud untuk menyinggung SARA. Jika ada yang tiadk berkenan, silakan menghujat di kolom komentar. thanks.

sumber:
1. http://filsafat-ilmu.blogspot.com/2008/01/filsafat-ilmu-dan-filsafat-ilmu.html
2. http://assunnah-qatar.com/aqidah-artikel-192/417-jawaban--siapa-yang-menciptakan-allah.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_ilmu
4. http://incoharper.multiply.com/journal/item/203/Atheis_-_Catatan_Pinggir_Gunawan_Muhamad
5. http://media-islam.or.id/2007/09/06/bukti-tuhan-itu-ada/
6. http://filsafat.kompasiana.com/2010/03/19/memahami-cara-berfikir-atheist/
7. http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/20/bukti-tuhan-itu-ada/#comments

10kata temen-temen: