How to Train Your Dragon

Labels:


Satu lagi film animasi yang aku tonton : How To Train Your DRAGONS.

Dari judulnya sebenernya dari awal agak underestimate sama ni film. Kesannya, judulnya tu standar banget, kaya 'How to make Pancake', atau 'How to make a delicious ommelette', dan kesannya kaya film-film National Geographic. Tapi berhubung film ini lumayan ramai di twitter, dan nyatanya sampai ada versi 3D nya(dari dulu aku berpendapat bahwa film yang dibuat versi 3D tidak akan mengecewakan), aku memutuskan bahwa film ini tidak sesederhana judulnya. 

Dan ternyata BENAR. Film ini, walaupun animasi dan memang ceritanya untuk anak-anak, tapi tetep aja cukup membuat 98 menit di dalam bioskop terlalui dengan tidak terasa. Film action fantasy ini bercerita tentang seorang pemuda, putra Ketua suku Viking yang bernama Hiccup (kalau dalam bahasa filipina, artinya Cegukan). Biasanya, putra ketua suku adalah putra mahkota dan orang yang berkemampuan hebat. Namun Hiccup ini terkenal di desa Viking adalah orang yang selalu terkena sial. Desa Viking sendiri adalah desa yang masyarakatnya kuat-kuat, badannya gede-gede dan berotot, serta tidak mengenal kata takut. Tiap seminggu sekali desa mereka didatangi oleh para naga yang menyerang dan memangsa hewan peliharaan dan bahkan manusia.

Dalam berbagai jenis naga, ada satu ekor naga yang bahkan tidak ada keterangan dalam buku petunjuk naga karena sifatnya yang mematikan, disebut dengan Night Furry. Disebut demikian karena kulit tubuhnya yang hitam tidak bisa dilihat saat malam hari, dan api yang disemburkannya berbeda dengan yang lainnya, yaitu berwarna biru (udah kaya api gas elpiji aja tuh). Dan si Hiccup yang ingin membuktikan bahwa dirinya juga bisa diandalkan ini, secara tidak sengaja berhasil menembak Night furry dan menjatuhkannya di hutan tanpa ada seorangpun yang tahu..

Ketika ditemukannya dalam keadaan tidak berdaya, Hiccup pun mencoba untuk mengambil kesempatan itu untuk membunuh Night furry, akan tetapi akhirnya dia sadar bahwa dirinya tidak perna bisa membunuh naga, tidak seperti umumnya warga Viking. Cerita pun berlanjut dengan penuh ketegangan, action, dipadu dengan gambar yang kaya warna dan gerakan. Dan seperti umumnya film animasi, tentu saja tidak bisa lepas dari humor, persahabatan, kisah romantis, dan akhir yang bahagia --happily ever after.

Inilah awal mula dinamai night furry sebagai Toothless--tidak bergigi

Si astrid yang keren dan temen-temennya

The Dragons
Pesan moral yang aku tangkep adalah, kamu tidak perlu takut untuk menjadi berbeda. Di saat semua orang memakai pakaian hitam sedangkan dirimu ternyata lebih suka dengan putih, mungkin pada awalnya orang akan memandang kamu sebagai orang yang aneh dan nyeleneh, serta perlu "disadarkan". Namun justru perbedaan itulah yang nantinya malah tidak akan disangka mampu membawa perubahan besar yang membawa kehidupan menjadi lebih baik lagi. Seperti Hiccup yang menolak untuk membunuh naga, pada awalnya semua warga Viking memandangnya sebagai orang aneh dan pembangkang, bahkan ayahnya sendiri tidak mau menganggapnya sebagai anak. Namun saat akhirnya Hiccup malah muncul sebagai pahlawan dan mampu menunjukkan bahwa apa yang selama ini dipandang negatif oleh orang-orang adalah hal yang salah, akhirnya Hiccup malah dikenang sebagai orang paling berjasa dan mampu membawa perubahan besar : Warga Viking dan Naga akhirnya bisa hidup berdampingan.

Ada satu hal yang agak mengecewakan buatku adalah, ketika awal Night furry digambarkan sebagai Naga yang mematikan, menyeramkan dan membahayakan. Namun ternyata muka si naga ini menurutku malah cenderung imut dan menggemaskan. Mukanya ngga jauh sama muka kelinci yang ada di anime jepang, atau kalau menurut siberuang, mukanya mirip sama ikan lele. hahahha. 
Film ini sendiri diangkat dari sebuah buku berjudul sama karangan Cressida Cowell, dan Qoute yang paling aku suka adalah saat Hiccup berkata, "When i see his eyes (Night Furry), i just see my self". 

Overall, film yang cukup bagus!. I Strive for 3,5 Stars out of 5!

6kata temen-temen: