i hate myself

Labels: ,



Tiba-tiba terpikir oleh saya : bagaimana seandainya kita menjadi orang yang kita benci.

Begini penjelasannya. Pernah kan kita ngga suka sama seseorang? Entah karena tingkah lakunya yang ngga ngenakin, ngga cocok, atau emang karena 'something that cant exlpain' tiba-tiba emang ngga suka aja. Wajar kalau menurutku, kita kan manusia, bukan berarti permakluman atas ketidaksempurnaan, namun hanya karena kita punya selera. Seperti ada yang suka sama es cream *lirik Farah *, ada juga yang suka pete dan jengkol sementara ada yang ngga suka. Ini kan tentang pilihan, dan ketika pilihan itu memunculkan konsekuensi, ya mau ngga mau, take it. *duh kok jadi ngelantur*.

The thing is, when we hate someone, we dont think that ourselves is worse than her/him, right? We always think that ourselves is better than her/him. And never crossed in our mind we'll turn like him/her. Intinya adalah, kita ngga pernah pengen jadi orang seperti itu. Tapi, gimana ketika ternyata di kemudian hari, kamu semakin sadar bahwa kamu lama-lama jadi mirip orang itu?

Pernah dulu, when i was a children, aku sering diomelin sama ibuku. Yah, biasalah, masalah-masalah sepele. Dan dalam hati aku yakin dan bertekad : Besok aku ngga akan jadi ibu yang kaya gini buat anakku. (so sorry mom..). But, whats then? ternyata semakin kesini, semakin sadar aku kalau banyak sifatku yang mirip beliau *ya 90% karena memang aku anaknya*. Padahal, apa yang udah aku katakan beberapa tahun sebelumnya : bahwa aku ngga mau mewarisi beberapa hal yang dulu di mataku tampak ngga ngenakin. 

Contoh lain adalah ketika aku ngga suka sama salah seorang temenku, karena tingkah lakunya, dan setelah beberapa waktu berlalu, aku kemudian sadar kalau ternyata aku juga ngga jauh beda sama dia. Tahu ngga rasanya, rasanya tuh kaya baru aja ngetawain badut, lalu kemudian ketika ngeliat di cermin, ternyata badutnya ya aku sendiri.

Satu hal yang aku pelajarin dari hal ini adalah, belajarlah untuk menerima kekurangan orang lain. Karena, ketika kamu merasa terganggu oleh sikap seseorang, secara ngga sadar tubuh kamu malah menyerap dan mengingat-ngingat hal yang sebenernya ngga kamu pengenin itu. Kalau menurut buku "The Secret", tubuh dan pikiran kita ngga mengenal kata-kata negatif seperti : tidak, jangan. Jadi, ketika kita bilang "Ngga bakal jadi orang yang nyebelin", pikiran hanya akan menyerap kata "Ngga bakal jadi orang yang nyebelin", dan jadi nyebelinlah kita. 

Kalaupun emang ngga suka sama sikap seseorang, catat baik-baik dan inget-inget, jadikan itu sebagai reminder, jika suatu saat kamu ngelakuin hal yang sama, kamu bisa marah sama diri kamu sendiri karena kamu udah menjadi "Seseorang yang ngga gue inginkan".
Dan kemudian, ubahlah dirimu hingga akhirnya kamu ngga bakal membenci dirimu sendiri :)

2kata temen-temen: