Update 2 film terakhir

6

Labels:

Sebenernya aku pengen bikin resensi filmnya Shrek yang nomor 3, tapi karena udad ada yang bikin resensinya duluan, silakan kunjungi blog berikut ini.

Yang perlu aku bilang adalah, bahwa aku sangat terkesan dengan film terkahirnya Shrek ini, bisa ngakak guling-guling, padahal sebelumnya aku bukan merupakan fans beratnya shrek. Aku ketawa ngakak terutama waktu bagian ini:

Liat betapa matanya sangat menggoda, lucu, menggemaskan,

Read More

Macet oh Macet

9

Labels:


Macet. Yah, udah biasalah ya kalo tinggal di kota besar macam Jakarta. Seakan udah jadi kaya udara orang-orang urban. Jadi, kalau ngga macet malah aneh, sangkin melegendanya macet ini.

Nah, baru-baru ini para pejabat di gedung-gedung sono mulai memperkenalkan yang namanya ERP=Electronic Road Pricing. Apaan ya, kok namanya bagus amat?

Read More

narasi kebangkitan nasional

6

Labels:



20 Mei 2010. Tepat 102 tahun yang lalu bapak-bapak bangsa kita, melalu Boedi Oetomo mendirikan suatu tombak kebangkitan nasional yang menjadi awal dari para pemikir bangsa untuk saling menyumbangkan pikirannya demi kemajuan dan kemerdekaan negeri ini.

Aku membayangkannya melihat melalui sebuah kaleidoskop, yang memantulkan gambar-gambar kondisi bangsa ketika masih era 1900an, ketika belum ada komputer dan sambungan internet untuk menuangkan tulisan-tulisan brilian, ketika belum ada pesawat terbang, belum ada gedung pencakar langit, kotak hitam ajaib yang bernama televisi, dan ponsel untuk saling berkomunikasi.

Apa yang ada sekarang?
Pengangguran intelektual di sana-sini. Lebih dari sejuta jumlah sarjana yang menganggur. Yang masih mahasiswa, sibuk demo ke sana ke mari. Membakar ban di jalan raya, melempar batu ke aparat, merusak pagar gedung MPR.Yang sudah bekerja, sibuk dengan dirinya masing-masing, memadati jalan dengan mobil pribadinya, mencuri-curi waktu makan siang saat ngga ada bos. Pemerintahnya, kebanyakan mejeng di tivi daripada ikut rapat, lebih memilih walk out dan ikut-ikutan walk out saat ada seorang menteri sedang berpidato menyampaikan pendapatnya, atau sibuk menyelamatkan diri ketika diperiksa KPK.


102 tahun kebangkitan nasional. Apa yang didapat bangsa?. Menurutku adalah ironi, yang apabila bapak-bapak pendiri bangsa dulu melihatnya, kini akan menangis. Menangis sedih karena anak cucu nya tak ada yang mendoakannya. Lebih sedih lagi ketika anak cucunya tak ada yang mau menjaga warisan yang telah diperjuangkan untuknya. Seperti seorang kakek yang sedih, ketika sudah bekerja keras hampir seumur hidupnya demi membelikan cucunya sebuah sepeda motor, namun sang cucu malah menyia-nyiakan dan mengumpat-umpatnya.

Mungkin kebangkitan nasional sekarang hanya sebuah pemanis bibir, pelengkap di buku teks pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan jika masih ada, dan sebagai alasan untuk memakai topi merah putih di upacara bendera. Ngga ada lagi yang tersisa, hanya tangisan dan rasa miris di hati pejuang-pejuang bangsa, yang tidak akan pernah di dengar oleh para pejabat yang tidur di kursi senayan, yang tidak didengar mahasiswa yang sibuk berunjuk rasa, dan yang tidak didengar para pekerja yang sibuk dengan urusan bisnisnya.

Semoga, masih ada waktu, 1,2,5,atau 10 tahun lagi kesempatan bagi sang cucu tercinta ini, untuk memperbaiki motor pemberian kakeknya. Untuk menghargai kakek yang telah menyerahkan hati dan cintanya bagi cucunya. Semoga. Semoga.

"Abang..."

26

Labels:

bang,
abang datang dari semarang
ngapelin aye siang-siang
sambil makan ayam panggang

bang,
aye jadi cinta sama abang
biar abang tukang ngutang
aye tetep sayang

bang,
muka aye jangan dipandang
aye malu bukan kepalang
kulit aye ada yang belang

bang,
aye tau abang juga sayang
tapi jangan cium aye bang
abang habis makan bawang

bang,
aye cinta sama abang
tapi jangan pegang-pegang
kagak boleh kata eyang

bang,
maap aye belum bilang
abang udah ketipu tampang
nama asli aye Bambang!

********
puisi tadi aye (loh?, keterusan) bikin dalam rangka memeriahkan lomba puisi kocak yang diselenggarakan sama mba fanny dan Vixxio. Silakan yang pengen ikutan lihat syarat-syaratnya di sini
Aku mau novelnya "LOLITA" nya Vladimir Nabokov! Hopefully i'll get it!


Kecantikan hati

9

Labels: ,


~ Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart. ~ 
                                                                                                                        Kahlil Gibran


Sebagai seorang cewe, normal dan wajar rasanya kalau aku suka memandang makhluk Tuhan yang bernama pria yang diciptakan indah. Tampan, cakep, kharismatik, dan macho, walaupun cuman ngelirik doang, pasti disempetin dah. Begitu juga dengan cowo, pasti suka ngeliatin cewe yang 'bening', ya kan? Itu semua kan fitrah dan normal.

Nah, dalam pengalaman-pengalaman yang aku dapetin selama 21 tahun hidup di dunia ini, aku ngambil kesimpulan bahwa muka bening belum tentu mencerminkan apa yang ada di dalem hati. Makanya dalam hal nyari pacar, aku sejujurnya ngga pernah mengukur si pria melalui tampangnya. Pernah ada yang bilang sama aku kalau prinsip yang aku pegang ini nonsense. Ngga mungkinlah kamu mengabaikan faktor fisik, sebaik-baiknya kamu, tetep aja fisik itu nomor satu yang pertama di lihat. Itu kata temenku pada suatu saat. Aku ngga menyangkal. Lha emang bener kan kalau fisik itu adalah hal pertama yang dilihat pada orang lain?. My point is, walaupun aku mungkin terkesan dengan penampilan fisik seorang cowo, belum tentu dia bisa dijadikan sebagai 'orang spesial'

Prinsip ini aku pegang sampai kini, dan terbukti emang, walaupun pacarku juga ngga bisa disebut sempurna dalam hal fisik, nyatanya aku bahagia sama dia, dan sangat nyaman jalan bareng sama dia. Pernah waktu SMA, aku kesengsem sama kakak kelas yang 'aduhai', surga banget deh kalau ngeliat wajahnya yang teduh dan penuh wibawa itu. Udah sampai dalam tahap ngebayangin kalau jadi pacarnya pula, haha.. biasalah gejolak masa SMA. Nah, setelah mengenal lebih jauh, aih.. ternyata ngga seindah yang aku bayangin. Bayangan tentangnya buru-buru aku hapus.

Pernah juga waktu itu aku ketemu sama ibu dari sahabat akrabku. Kebetulan beliau dulu pernah mergokin aku pacaran sama seorang cowo yang sekarang udah jadi mantanku.
Si Ibu : "Eh, mba Ana sekarang masih sama mas ****?" (beuh, ni ibu-ibu pengen tahu aja ya..batinku).
Aku    : "Udah engga bu. hehehe" *senyum kecut*
Si Ibu : "Wah, sayang ya. padahal kemarin ibu ketemu dia lho.. sekarang dia udah tambah ganteng! Sayang banget lho mbak kok putus.."
Aku   : (batinku, buset, doyan gosip banget yak) "Hahaha, engga kok bu ngga papa. ngga ngaruh." jawabku sambil mengalihkan pembicaraan.

Heran gitu ya, emangnya kenapa kalau si mantanku itu tambah cakep? Apakah dengan begitu bisa membuatku sayang lagi sama dia? apakah dengan kecakepannya bisa bikin aku nyaman sama dia, selama sifatnya belum berubah?. Oh, aku ngga bisa bayangin tuh kalau misalnya ada orang yang mati-matian mempertahankan pacarnya atau pasangannya cuman karena pacarnya itu sangat cakep, heavenly beautiful, sampai rela menahan beban, misalnya aja sifatnya ngga nguatin, pengen selalu menang sendiri, egois, dan segala sifat ngga ngenakin lainnya.

Aku sih ogah, mending sama orang yang bisa bikin nyaman di hati dari pada orang yang nyaman cuma di mata aja. Percaya deh, kenyamanan di hati akan mempengaruhi cara pandang kita terhadap sesuatu, menjadi lebih baik. Bukankah pepatah terkenal mengatakan, Dont judge a book by its cover?. Bahkan banyak banget dongeng anak-anak yang mengajarkan kita tentang not really a matter the phisical thing is? The Princess and the frog, Jaka Kendil, Shrek, the Ugly Duck?.Seharusnya kita belajar banyak dari itu.

Kecantikan fisik emang menggiurkan, tapi kecantikan hati akan kekal abadi. :)

Sedih dengan film Indonesia

6

Labels:


Maraknya kontroversi mengenai Menculik Miyabi akhir-akhir ini cukup menggelitik buatku. Yah, denger-denger si Maria Ozawa ini cuman muncul dikiiit banget di film ini. Dan menurut LSF juga ngga ada adegan syur-nya, makanya film ini lulus sensor. FPI geram, karena tetep aja, Miyabi adalah semacam trademark bagi sesuatu yang ilegal di negara ini (baca: film porno).

Yang bikin aku heran adalah, mengapa, film yang katanya ngga ada adegan panasnya ini bikin kontroversi hebat, dimana-mana terjadi penolakan keras atas film ini, bahkan jauh sebelum beredar. Bahkan Raditya Dika yang sedianya mau nulis skenario aja buru-buru mengundurkan diri. Tapi, mengapa film dalam negeri yang berbumbu horor-konyol-tapi-buka-bukaan itu sama sekali ngga ada gaung protesnya?

Ngerti kan maksudnya?. Aku sering geleng-geleng kepala kalau liat deretan film Indonesia yang nangkring di bioskop-bioskop itu. Dari judulnya sama tampilan luarnya, aku udah bayangin itu film esek-esek yang dibalut sama kulit horor. Aneh, karena film-film ini malah kebanyakan ngingetin aku sama film-film jaman dulu yang sering diputer di bioskop-bioskop pinggiran nan murahan (yang harga masuknya cuman 5000 doank, tempat duduknya keras, dan banyak banget sampah plus tikus), yang biasanya film-film ini ditandai sama kata-kata "gairah, tabu, dll".

Lebih aneh lagi, film buka-bukaan yang berkedok horor ini ngga henti diproduksi sama film-maker Indonesia. Apakah itu artinya film bergenre seperti ini emang digemari sama masyarakat?. Dan apakah itu artinya tingkat pendidikan masyarakat masih rendah karena masih banyak aja yang memenuhi gedung bioskop demi film ngga mendidik macam begini?

Pernah si Joko Anwar, si sutradara Film Pintu Terlarang ini ngetweet begini,"Film Indonesia udah makin parah, kami para sutradara udah menyerah, cuma kalian para penonton yang bisa nyelametin film Indonesia dengan cara tidak menontonnya". Kurang lebih kaya gitu (cmiiw). See? Sebenernya diperlukan suatu pendidikan moral, terutama bagi para remaja, bahwa film-film "hantu" itu ngga mendidik. Satu-satunya cara untuk menghentikan produksi film tersebut adalah : ngga ada yang nonton film kaya gitu.

Jadi, biarin aja dibilang ngga nasionalis karena ngga mau nonton film dalam negeri, kalau toh ngga ada film dalem negeri yang patut untuk ditonton. Emang sih ada beberapa yang menjadi perkecualian, dan kita harus kasih apresiasi sebesar-besarnya bagi film Indonesia yang bener-bener bermutu. Plus, satu lagi, ini bisa jadi motivasi bagi para filmmaker muda kita untuk semakin banyak berlatih membuat film bermutu, biar suatu saat kita bisa bangga sama film dalam negeri kita sendiri.

Tontonan juga harus bisa menjadi tuntunan bukan?

Pedagang air, anak nongkrong, dan anak jalanan

5

Labels:


Perhatikan gambar di atas. Bagi yang tinggal di wilayah yang sering kekurangan air bersih, kayanya pemandangan orang mendorong gerobag yang berisi berjerigen-jerigen air bukanlah suatu hal yang istimewa.

Dan pemandangan ini yang tadi sempet aku liat waktu perjalanan pulang. Aku ngga mikir apapun waktu itu. Yang aku lihat cuma seorang pemuda berkulit hitam, peluhnya bertetesan di bawah teriknya matahari Jakarta, otot lengannya terlihat menonjol, tanda bahwa sering digunakan. Pemuda tersebut mendorong gerobag yang sama, berusaha mengendalikan laju agar air yang dibawanya ngga tumpah sekaligus berupaya agar dirinya tidak menjadi penyebab macetnya jalan umum.

Tiba-tiba aku jadi merasa bersyukur banget. Aku ngga perlu melakukan hal yang sama untuk bisa makan 3 kali sehari, ngga perlu memeras keringat di bawah panas matahari untuk bisa terus kuliah. Semuanya tinggal minta, menengadahkan tangan sama orang tua. Ah, perasaan kasihan pun muncul, meskipun mungkin pemuda tersebut ngga butuh rasa kasihan, yang dibutuhkan hanyalah orang yang mau membeli air-air dagangannya.

Sebenernya aku lebih respek sama orang-orang yang mau berusaha lebih keras, meskipun usahanya itu kelihatannya hanya membuahkan hasil yang sedikit. Misalnya pemuda-pemuda kreatif yang mau ngambil risiko untuk membuka warung makan sederhana, atau kecil-kecilan membuka service hape, atau bapak-bapak yang dengan tabah menjajakan es cendol sepanjang jalan dengan gerobak dorong. Aku sangat appreciate kemauan untuk bangkit, dan semangat yang ngga redup, meskipun mereka hanya punya sumber daya yang terbatas dan kemampuan yang terbatas.

Sedih rasanya kalau ngeliat pengangguran yang malah sibuk nongkrong, kongkow-kongkow di pinggir jalan, godain cewe-cewe yang lewat, ngga jarang main kartu dan nenggak minuman. Mereka menyalahkan nasib karena ngga dapet rezeki sebagus mereka yang berusaha, bahkan mungkin menyalahkan Tuhan, nyerah sama nasib, dan kemudian menghabiskan waktu dengan sia-sia.


Satu lagi yang bikin miris adalah makin banyaknya anak jalanan yang ngamen di jalan. Duh, kasihan sebenernya. Mereka masih kecil-kecil, ada yang masih pake seragam SD yang udah lecek, sambil gendong adiknya yang balita, menyambangi angkot demi angkot sambil bagiin amplop dan kemudian nyanyi ngga jelas dengan suara cempreng mereka. Ngga bisa bayangin deh kehidupan mereka kaya apa, kasihan kadang. tapi dilematis juga kalau dikasih ntar mereka semakin bergantung sama ngamen. Yang paling miris tuh kadang ibu anak jalanan ini nungguin anaknya di bawah jembatan, nungguin setoran anaknya yang jualan rasa iba. *ngelus-ngelus dada*

Ngelihat kenyataan di atas, kayanya aku cuma bisa ngomong; bersyukurlah atas keadaan yang kamu alami sekarang, ngga semua orang bisa nikmatin apa yang kamu nikmatin. Kamu ngga harus dorong-dorong gerobak yang berat di siang yang panas, ngga perlu nadahin tangan dari satu mobil ke mobil lain untuk menjawab keroncongan di perut. Perhatikan keluarga terdekatmu, siapa tahu di antara mereka ternyata ada yang memendam kesulitan. Banyak-banyak memberi ketika kita lagi ada kelebihan rezeki. Rezeki yang ngatur Tuhan, tiap orang memang dapet porsi yang beda-beda, tapi ngga ada salahnya kita berbagi kan?. Mungkin saja pemberian itu bisa menampakkan senyum di wajah mereka. :)
Biarlah manusia saling memberi rezeki kepada yang lainnya. (HR. Al-Baihaqi) 

3 idots

7

Labels:

Nah, beberapa waktu lalu aku sempet nonton 3 idiots, dan maaf, telat banget kasih reviewnya. untuk temen-temen yang sudah nonton, yuk bagi-bagi ceritanya.

Setahuku, tahun ini udah ada 2 film Bollywood yang aku rasa pantas untuk ditonton, bahkan sangat layak untuk dinikmati siapa saja. Yang pertama My Name Is khan yang udah aku bikin reviewnya, dan yang kedua yang ini, 3 Idiots.

Awalnya aku ngga ngerti kenapa film yang judulnya rada aneh ini bisa menyita begitu banyak perhatian. Dan ternyata oh ternyata, 2 thumbs up! Sori kalau aku berlebihan, tapi cerita dan pesan moral dari film ini layak diapresiasi, film ini sangat cocok untuk para orang tua dan guru yang hendak menjejali anak mereka dengan sesuatu.

Adalah Ranchodas Syamaldas Chanchad (emang agak susah melafalkan namanya, selanjutnya dipanggil Rancho, diperankan dengan sangat ganteng oleh Aamir khan) yang masuk ke dalam sebuah universitas ternama India, ICE. Sekolah ini adalah sekolah tinggi tempat orang-orang yang ingin menjadi insinyur kelak. Dan di dalamnya, Rancho berteman baik dengan Farhan dan Raju, yang kemudian ketiga orang ini dipanggil Idiots.

Alasannya sederhana, karena mereka bertiga seolah tidak pernah berhenti untuk berbuat sesuatu di luar kebiasaan, yang akhirnya dianggap aneh dan menyalahi aturan oleh pihak universitas (terutama rektor yang dijuluki VIRUS). Semakin lama, tingkah mereka bertiga semakin tidak dapat dibendung, tak terkira betapa bencinya virus terhadap mereka bertiga, terutama terhadap Rancho yang dianggap biang keladi dari semua tindakan bengal tersebut.

Cerita bergulir tentu saja tanpa bisa lepas dari dramatisasi dan nyanyian dan tarian yang khas India sekali itu (biasanya langsung aku skip..skip..skip..). Berbagai tindakan spontan Rancho yang penuh dengan inovasi dan ide-ide segar tentang dunia pendidikan yang sebenarnya, membuatnya menghadapi berbagai kesulitan, namun ajaibnya selalu tersedia jalan keluar baginya dan bagi teman-temannya.

Sepanjang 3 jam (yang terasa sangat panjang padahal sudah dikurangi oleh skip..skip.. tadi), kita akan disuguhi banyak sekali pesan moral, bahwa sebagai orang tua hendaklah menanyakan "Apa yang paling diinginkan oleh anaknya?", jangan hanya memaksakan kehendak seakan bisu dan tuli terhadap jeritan bisu batin anaknya.

Sebagai anak juga harus bisa megkomunikasikan dengan baik keinginannya dengan orang tua, agar tercipta suatu hubungan yang sehat antara ayah-ibu-anak, dan tercipta keharmonisan tanpa harus mengorbankan hidup salah satunya. Selain pesan pendidikan orangtua-anak, juga disisipkan semacam kritik terhadap dunia pendidikan di India (dan sepertinya hampir mirip di Indonesia juga). Bahwa selama ini spertinya proses pendidikan hanyalah proses penjejalan segala macam teks, gambar, kata-kata berbunga-berbunga yang ada di buku untuk dihapal oleh murid. Guru akan sangat senang jika muridnya mampu menghapal dengan baik persis seperti di dalam buku, tanpa peduli apakah murid-murid mengetahui atau hanya sekedar hapal.

Pendidikan juga sepertinya menempatkan guru dalam posisi yang paling tinggi dan serba tahu, tidak dapat didebat dan tidak boleh dipertanyakan. seakan ada peraturan bahwa segala apa yang dikatakan guru itu selalu benar, murid hanya wajib mendengarkan, tidak boleh mengritik. Ukuran kualitas sekolah hanyalah seberapa tinggi peringkatnya di tingkat nasional, para murid dilatih untuk mengikuti sebuah perlombaan cepat-cepatan tanpa tahu apa yang sedang diperlombakannya.


Dan rancho muncul dengan memporak-porandakan semua aturan kolot di atas. Untunglah dengan otak cemerlangnya, dia akhirnya mampu keluar sebagai lulusan terbaik dan berhasil mendirikan sebuah sekolah yang di dalamnya, semua muridnya bebas belajar, tanpa ada tekanan, tanpa ada perlombaan. Rancho mampu mewujudkan mimpinya.

Bagus kan pesannya? walaupun terbilang sangat lama, namun cerita 3 idiots sangat menghibur dan komplit, mulai dari drama cinta, komedi, persahabatan, dan pesan moral. Semua bisa kamu dapetin dalam satu paket!. buatku, film ini pantas mendapat 4 stars out of 5. Terakhir, All is well.. all is well... selamat menonton!

Iron man : ironisasi film superhero

3

Labels:

 
Director : Jon Favreau
Pemain : Robert Downey Jr, Don Cheadle, Scarlett Johanson, Gwineth Paltrow, 
Runtime : 124 minutes

Yap, ketinggalan menuliskan review ini film, mungkin udah banyak teman-teman yang menontonnya. Bagiku, iron man adalah sebuah barang baru, karena aku ngga nonton film pertamanya, dan ngga pernah nonton serial kartunnya, atau bahkan baca komiknya. Makanya ketika kemarin menonton film ini, rasanya aneh, ada seorang superhero yang songooong abissss.

Iya, si pahlawan amerika satu ini emang sombong tiada bandingan, dirinya menghadapi ketua senat yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional dengan sangat tidak sopan. Dia secara eksplisit mengatakan kepada penggemarnya, "Saya tidak ingin sombong kalau saya adalah satu-satunya orang yang membuat Amerika damai, tanpa ada kekacauan". Hah, dalam hati, superhero macam apa ini.

Namun akhirnya kupahami, itulah ego seorang lelaki, pahlawan juga ngga sempurna, punya titik lemah. Dan kelemahan Robert Downey jr yang juga pemeran Sherlock Holmes ini adalah kesombongannya, yang ternyata untuk menutupi kenyataan bahwa tubuhnya sedang melemah. Di saat seperti itu, malah muncul Ivan Vanko alias Whiplash yang dimainkan aktor kawakan, Mickey Rourke memakai kostum superpower yang berusaha mengalahkan Iron Man. Si penjahat ini percaya bahwa ketika dirinya mucul menggunakan alat yang hampir sama dengan Iron Man, publik tidak akan percaya lagi padanya.

Krisis kepercayaan dari masyarakat, diperparah dengan kondisi tubuhnya yang makin melemah, membuat Iron Man semakin terpojok. Di tengah ketidak berdayaannya, bukannya memperbaiki citra dirinya di mata pemerintah dan masyarakat, dia malah pesta dan mabuk-mabukan, hal yang bikin sahabatnya membawa secara paksa salah satu kostum Iron Man dan membawanya ke Departemen Pertahanan untuk digunakan secara bebas oleh pangkalan militer. 
 
Kesempatan ini digunakan secara licik oleh Ivan Vanko dan salah seorang musuh bisnis Toni Stark (nama Iron Man ketika tidak memakai kostum superhero). Keadaan pun semakin tegang dengan beradunya satu kompi pasukan mesin melawan Iron Man. 

Tentu saja, happy ending, dan seperti film superhero lainnya, entah mengapa walaupun sudah diserang berkali-kali namun tetap saja ngga rubuh. Karakteristik film hero lainnya adalah selalu mendapatkan pencerahan tidak terduga, yang menimbulkan kekuatan baru yang luar biasa kepada si pahlawan dan akhirnya happily ever after.
 Scarlett Johansson yang jadi The Black Widow.. seksi abis

Ngga ada yang istimewa di film ini, walaupun bisa dikatakan film ini cukup lama bertengger di layar pertunjukan dalam negeri kita. Satu-satunya hal yang ditawarkan selain cerita standar yang biasa dan 'mimpi banget' adalah efek khususnya yang lumayan menyita perhatian, walaupun tidak bisa dikatakan istimewa. Lalu apa? Mungkin hanya nostalgia dan kerinduan orang-orang akan sosok seorang pahlawan--benar-benar pahlawan di dunia nyatalah yang membuat film atau cerita tentang superhero ngga akan pernah sepi penggemar.

Read More

Cant you see that i am a GIRL?

6

Labels: ,

[klarifikasi]

Maaf kalau postingku kali ini agak narsis dan ngga penting. Walaupun kayanya ngga begitu-begitu banget penting buat bikin klarifikasi, toh finally i did it. Aku pengen bilang kalau sebenernya aku ini perempuan, i am a GIRL. Kenapa? karena begitu seringnya orang yangkeliru memanggil saya "pak" atau "mas" atau "bang". Tidak, aku tidak merasa dilecehkan atau gimana, and this wasnt yoir fault, guys, mungkin karena emang aku kurang ngasih info dan gambar profil yang jelas menunjukkan bahwa aku perempuan.. 

And i am sorry for the spoiler below, dear my friend.. i just try to prove that i am a real girl. 

ngga penting ngumpet di blaik pohon -- tahura-Bandung
bergaya di bukit menara siger -- Lampung


oh.. please apologise for this inconvenience picture,, i am totally narsis! --kebun raya bogor


Daaannn.... saya ingin menjawab pertanyaan saudara opank : mengapa saya dipanggil sapi??

Oke,, saya juga tidak tahu kenapa saya mau-maunya dipanggil dan menamai saya sendiri sebagai sapi. Well... ini semua karena ulah orang ini

see?? dia lah beruang--orang rada miring yang mau akomodasi aku kemanapun aku pengen pergi.. kadang aku sendiri heran kenapa aku mau jalan sama makhluk gaib yang satu ini... -__-
Dan orang inilah yang pertama kali menyebutku sapi, katanya adalah nama panggilan akrabku. See? beruang dan sapi. weird partner, but we enjoy it! dan sampai sekarang aku ngga tau kenapa harus sapi, kenapa ngga penguin, atau ayam, atau apalah. Tapi, seperi kata pepatah : apalah arti sebuah nama. hahahha...

oke, sekian postingan ngga penting ku kali ini.. maaf udah lama ngga update, aku lagi sibuk abis UTS ni.. dan sekarang lagi sibuk mau persiapan PKL.. so, drop by for next week ya... !!