Iron man : ironisasi film superhero

Labels:

 
Director : Jon Favreau
Pemain : Robert Downey Jr, Don Cheadle, Scarlett Johanson, Gwineth Paltrow, 
Runtime : 124 minutes

Yap, ketinggalan menuliskan review ini film, mungkin udah banyak teman-teman yang menontonnya. Bagiku, iron man adalah sebuah barang baru, karena aku ngga nonton film pertamanya, dan ngga pernah nonton serial kartunnya, atau bahkan baca komiknya. Makanya ketika kemarin menonton film ini, rasanya aneh, ada seorang superhero yang songooong abissss.

Iya, si pahlawan amerika satu ini emang sombong tiada bandingan, dirinya menghadapi ketua senat yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional dengan sangat tidak sopan. Dia secara eksplisit mengatakan kepada penggemarnya, "Saya tidak ingin sombong kalau saya adalah satu-satunya orang yang membuat Amerika damai, tanpa ada kekacauan". Hah, dalam hati, superhero macam apa ini.

Namun akhirnya kupahami, itulah ego seorang lelaki, pahlawan juga ngga sempurna, punya titik lemah. Dan kelemahan Robert Downey jr yang juga pemeran Sherlock Holmes ini adalah kesombongannya, yang ternyata untuk menutupi kenyataan bahwa tubuhnya sedang melemah. Di saat seperti itu, malah muncul Ivan Vanko alias Whiplash yang dimainkan aktor kawakan, Mickey Rourke memakai kostum superpower yang berusaha mengalahkan Iron Man. Si penjahat ini percaya bahwa ketika dirinya mucul menggunakan alat yang hampir sama dengan Iron Man, publik tidak akan percaya lagi padanya.

Krisis kepercayaan dari masyarakat, diperparah dengan kondisi tubuhnya yang makin melemah, membuat Iron Man semakin terpojok. Di tengah ketidak berdayaannya, bukannya memperbaiki citra dirinya di mata pemerintah dan masyarakat, dia malah pesta dan mabuk-mabukan, hal yang bikin sahabatnya membawa secara paksa salah satu kostum Iron Man dan membawanya ke Departemen Pertahanan untuk digunakan secara bebas oleh pangkalan militer. 
 
Kesempatan ini digunakan secara licik oleh Ivan Vanko dan salah seorang musuh bisnis Toni Stark (nama Iron Man ketika tidak memakai kostum superhero). Keadaan pun semakin tegang dengan beradunya satu kompi pasukan mesin melawan Iron Man. 

Tentu saja, happy ending, dan seperti film superhero lainnya, entah mengapa walaupun sudah diserang berkali-kali namun tetap saja ngga rubuh. Karakteristik film hero lainnya adalah selalu mendapatkan pencerahan tidak terduga, yang menimbulkan kekuatan baru yang luar biasa kepada si pahlawan dan akhirnya happily ever after.
 Scarlett Johansson yang jadi The Black Widow.. seksi abis

Ngga ada yang istimewa di film ini, walaupun bisa dikatakan film ini cukup lama bertengger di layar pertunjukan dalam negeri kita. Satu-satunya hal yang ditawarkan selain cerita standar yang biasa dan 'mimpi banget' adalah efek khususnya yang lumayan menyita perhatian, walaupun tidak bisa dikatakan istimewa. Lalu apa? Mungkin hanya nostalgia dan kerinduan orang-orang akan sosok seorang pahlawan--benar-benar pahlawan di dunia nyatalah yang membuat film atau cerita tentang superhero ngga akan pernah sepi penggemar.

Sorry guys, ada spoiler sebentar.. hehe.. saya baru saja posting di Sapi dan Bukunya tentang The Lost Symbol, silakan dinikmati ya...

3kata temen-temen: