Macet oh Macet

Labels:


Macet. Yah, udah biasalah ya kalo tinggal di kota besar macam Jakarta. Seakan udah jadi kaya udara orang-orang urban. Jadi, kalau ngga macet malah aneh, sangkin melegendanya macet ini.

Nah, baru-baru ini para pejabat di gedung-gedung sono mulai memperkenalkan yang namanya ERP=Electronic Road Pricing. Apaan ya, kok namanya bagus amat? Jadi menurut kabar, ERP ini semacam jalan tol lah kalo menurutku, semua jenis kendaraan bermotor wajib membayar secara tunai sejumlah rupiah untuk bisa melewati jalan tersebut. Kalau ngga salah nominalnya sekitar 7000-10.000 rupiah, dan diberlakukan di jalan 3 in 1. (cmiiw)

Jadi kira-kira kaya begitu definisi sederhana mengenai ERP menggunakan bahasa saya sendiri. Selanjutnya, tujuan diberlakukan ERP ini tak lain tak bukan adalah untuk mengatasi kemacetan yang notabene sudah menjadi nafas di ibukota. Apakah  akan efektif?

Di beberapa acara berita yang aku liat di TV, banyak masyarakat pengguna jalan yang bilang kalau hal ini ngga atau kurang efektif. Kalau menurut pendapat pribadiku sih ya emang iya. Masalahnya, dengan nominal segitu, orang akan dengan mudah mengeluarkan selembar dua lembar uangnya, yah meski mungkin beberapa juga lumayan males. Dan masalah tambahannya adalah, bakal semacet apa nanti kalau misalnya sepeda motor antri panjang buat bayar masuk jalan? Belum lagi mobil? Emang sih, mungkin udah dihitung sedemikian rupa sehingga tiap kendaraan cuma butuh antri beberapa detik aja, tapi haloooo..masih inget kan betapa "manisnya" budaya antri di negeri tercinta ini?

Menurutku nih ya, yang dibutuhin masyarakat sekarang tuh mass rapid transportation. Yah, gampangnya kendaraan umum yang bisa ngangkut banyak orang dalam satu waktu singkat dan ngga ribet. Macam transjakarta, atau KRL gitu, atau kopaja. Nah, masalahnya adalah angkutan umum di jakarta tuh kayanya udah helpless banget. Kopaja aja bunyinya udah odok..odok..odok gitu, ngga bisa naik tanpa merasakan getarannya. Trus KRL juga mana ada yang bersih dan nyaman. Transjakarta juga udah mulai kelihatan kurang bagus kualitas pelayanannya, apalagi banyak jalur busway yang diserobot kendaraan umum. Gimana masyarakat mau tertarik buat naik kendaraan umum yang sama sekali ngga nyaman gitu? Thats why banyak orang memilih membeli kendaraan pribadinya yang bisa ngangkut kemana dia mau dengan kenyamanan yang diinginkan. Dan hasilnya? Macet lagi .. macet lagi..

Jadi, yang perlu pemerintah lakukan sekarang bukanlah membelikan para menteri itu mobil baru berharga milyaran rupiah, namun meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum dulu. Misalnya, jumlah gerbong kereta ditambah, atau unit kereta yang beroperasi ditambah. Dengan begitu orang ngga perlu begitu berdesak-desakan di dalem gerbong dengan risiko copet segala. Kemudian, meremajakan angkutan kota yang ada sekarang. Kebanyakan kopaja, mikrolet yang saat ini ada kan umurnya udah jauh melebihi batas maksimal operasi, ngga heran kalau kelihatan udah lusuh dan ringkih buat diajak jalan, mana kalau  ngeluarin asep item banget, siapa yang nyaman dengan kendaraan kaya gitu?

Selanjutnya, yang perlu dilakukan pemerintah adalah segera merealisasikan pembangunan monorail. Kalau ngga salah dalam waktu dekat ini bakal dibangun jalan layang tambahan di beberapa titik. Aku sangat ngga setuju, karena apa? Karena jalan layang cuma penambahan jalan di darat yang bakal digunakan kendaraan pribadi juga. Ngga ngaruh. Mending diterusin aja kan monorailnya, pasti bakal memberikan pengaruh banyak bagi kondisi perikemacetan *ngaco*.

Nah, terakhir nih, pemerintah mustinya mulai memberlakukan peraturan mengenai jumlah maksimal sebuah keluarga memiliki berapa buah  mobil. Kalau menurutku maksimal 2 aja lah cukup. Dan pemerintah juga harus bikin regulasi buat ngatur seberapa banyak jumlah kendaraan pribadi yang maksimal diproduksi dalam satu tahun.

Semoga ide-ide ini nantinya bisa terlaksana, dan kemacetan bisa paling ngga bisa dikurangi di kota metropolitan ini. Pengen deh bisa kaya Jepang, yang walaupun ngga terhindar dari macet juga, tapi paling ngga orang sana banyak yang make sepeda, rame-rame, selain ngurangin polusi dan kemacetan kan bisa bikin pola hidup sehat. Ya ngga?

9kata temen-temen: