GM kembalikan uang seratus juta.

Labels:

Mungkin berita ini udah telat, tapi menurutku hal ini masuk di kategori penting dan berita gembira jadinya aku bikin posting aja. Goenawan Mohammad, seorang tokoh senior Tempo, mengembalikan Bakrie Award dan uang senilai Rp 100 juta pada Selasa, 21 Juni 2010. Alasannya?

"Saya tidak bisa meredakan rasa kecewa saya kepada saudara Aburizal Bakrie karena hal- hal yang dilakukan selama ini", kata Goenawan Mohammad yang dimuat di Tempointeraktif.com. Apa yang bisa membuat seorang budayawan yang terkenal dengan Catatan Pinggirnya ini begitu kecewa dengan Bakrie?. Ia, tanpa bisa menyembunyikan sikap subjektif, merasa bahwa sikap Bakrie sangat keterlaluan dalam memojokkan Sri Mulyani dan Boediono. Bahkan GM menambahkan, " Mereka diserang dan dimanipulasi sedemikian rupa. Ini bukan soal jabatan mereka karena saya tahu mereka tak bersalah, dihukum dan dikorbankan." kata wartawan senior Tempo itu sambil menambahkan "Saya tahu, Bakrie ada di belakang semua itu" .(dikutip dari sumber yang sama)

Sewaktu baca kalimat di atas, rasanya pengen jingkrak-jingkrak. Gimana engga, rasanya selama ini udah cukup kenyang denger berita SMI diboikot sama anggota DPR pada saat pembahasan RAPBN. Bayangin, seorang Menkeu pun sama sekali ngga dihargai dalam rapat RAPBN, pun ketika beliau sedang membacakan pidato terakhirnya sebagai menteri keuangan, banyak anggota DPR yang walk out.

Hebat bener, pikirku, nyuekin seorang menteri terbaik se-asia, memangnya anggota DPR yang pada walk out ramai-ramai itu lebih hebat daripada SMI kah?. Geram rasanya melihat beliau dipojokkan dan dituduh macam-macam mengenai skandal jepit Bank Century.

Hebatnya lagi, setelah berhasil menenggelamkan beberapa desa di Sidoarjo, Bakrie juga dengan terang-terangan mengaku bahwa dirinya TIDAK BERSALAH. Bahkan meminta pemerintah (melalui SMI) untuk memakai APBN sebagai dana bantuan bagi rakyat Sioarjo. Sedangkan uangnya sendiri dia gunain buat nikahin anaknya sama artis ngga penting yang menelan biaya sampai berapa ratus milyar. Dan ketika SMI sudah pergi, dirinya melalui partainya yang duduk di kursi senayan sedang mencoba untuk "merampok" lagi menggunakan embel-embel Dana Aspirasi. Oh Tuhan, makhluk ini emang pinter banget, otaknya emang pinter, tapi digunain buat minterin orang lain. 

Mungkin emang bener kata seorang temenku, Mafia milik Indonesia lebih hebat dari Yakuza, dll, karena bisa:
1. berhasil meneggelamkan beberapa desa di pulau jawa dan mengaku tidak bersalah atasnya
2. berhasil menduduki posisi ketua umum sebuah partai besar
3. berhasil membuat seorang menteri mundur dari jabatannya
4. berhasil"mencuri" dana APBN sebagai ganti dari kesalahan yang dilakukannya.
Kurang hebat apa?

Semoga, dengan sikap seorang GM yang dengan berani mengembalikan duit dan award itu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa segala penghargaan, uang, jabatan yang kamu terima itu terasa menjadi tidak terlalu penting ketika ternyata hati nurani kita terusik. Waktu yang akan menunjukkan, siapa yang salah dan siapa yang benar. Jika pengadilan dunia tidak mampu melakukannya, akan ada pengadilan yang lebih hebat lagi di kehidupan selanjutnya.

Salut, pak GM!

*gambar di ambil dari sini

*****
cuma mau mengingatkan, jangka waktu untuk pembagian 5 buah buku gratis masih 21 hari. silakan klik di sini

12kata temen-temen: