Possession

Labels:


Lagi-lagi aku nonton film tanpa perencanaan dulu, ujug-ujug gitu aja masuk bioskop dan bayar tiket, nyasar deh ke studio 5 yang lagi muter film Possession. Kalau dilihat dari posternya, kaya film horor ya. But i was wrong.

Ternyata ini film cinta-cintaan yang rada-rada trhiller. Tapi aku sendiri ngga yakin ini trhiller atau bukan. Lebih baik ceritain ringkesannya dulu ya.

Jessica, memiliki sebuah kehidupan perkawinan yang sangat wonderfully amazing. Suami yang setia dan sangat mencintainya, tiap hari di kasih bunga, kadang-kadang di beri surat cinta oleh suaminya, dan suaminya sering banget ngasih kejutan-kejutan kecil pada Jess.

Jess yang berprofesi sebagai pengacara ini secara kebetulan sedang menangani kasus adik dari suaminya yang bernama Roman. Roman adalah lelaki yang bertolak belakang dengan kakaknya, dia kasar, sering memukul wanita, dan tak segan untuk membunuh. Satu-satunya yang menjadi konflik adalah Roman ternyata mencintai Jessica, istri kakaknya sendiri.

Suatu ketika, Roman mengalami kecelakaan hebat, ia menabrak kakaknya sendiri. Mereka berdua berada dalam keadaan koma selama beberapa minggu. Jessica udah kaya orang stress, ngga ngurus diri, ngga kerja, rumah ngga keurus. Hingga tiba-tiba di suatu malam Roman tersadar dari komanya.

Yang membuat Jessica shock adalah, seolah Roman telah menjelma menjadi orang lain. Semenjak masa komanya, Roman yang sudah sadar ini menunjukkan segala kebiasaan yang dulu dimiliki oleh suaminya. Bahkan Roman mengatakan hal-hal yang seharusnya hanya diketahui oleh suami dan Jessica saja.

Mungkinkah jiwa suaminya kini bersemayam di tubuh Roman??

Silakan tonton sendiri. hehehe. Bagiku, film ini sangat --apa ya bahasanya-- boleh dibilang biasa. Bahkan jalan cerita di menit-menit awal hingga 1 jam kemudian sangat lambat. Ide cerita awal juga aku pikir mirip sama film Indonesia--aku lupa judulnya, yang pasti pemainnya si Acha Septriasa, Irwansyah dan Raffi Ahmad. Di tengah-tengah cerita tiba-tiba muncul seorang tokoh cewek yang tadinya ngga begitu penting dan dia marah-marah ngga jelas. Ugh, ganggu banget.

Namun entah kenapa, aku terpengaruh secara emosional oleh film ini. Aku jadi ngebayangin bagaimana seandainya, seseorang katakanlah suamiku sendiri yang sadar dengan tubuh yang sama sekali asing, trus aku dan dia menjalani kehidupan suami istri seperti ngga terjadi apa-apa. Aneh kan? Meskipun itu jiwa suamimu, tapi kalau tubuhnya beda, kan jadi berasa berhubungan sama orang lain.. hiiiy

Akhirnya, di menit-menit terakhir terjadilah klimaks film itu, meskipun menurutku udah telat karena penonton udah ngantuk duluan. Tapi endingnya lumayan lah, bisa bikin kaget dan mengacak-acak semua dugaan yang dibangun di awal. Rating film ini 5 out of 10 deh. 

****
jangan lupa, masih ada giveaway 5 buah buku. silakan klik di sini

13kata temen-temen: