Such a valuable lesson

Labels:

Betapa keberhasilan kadang datang dari sudut-sudut miskin kota, namun penuh dengan harapan dan mimpi.

Ada seorang anak kecil, laki-laki, kira-kira umurnya baru 5 tahun. Kemarinn malam aku liat dia di sebuah warung angkringan deket kampus. Anak itu ngga istimewa, kulit sawo matang dan tubuh kecil, ia sedang sibuk mencuci piring di belakang gerobag angkringan. Tangan kanannya menggenggam spons penuh busa dan tangan kirinya sedang mencengkeram gelas. 

Tapi anak itu berhasil menyita perhatianku sepanjang waktu makan malamku di angkringan. Tatapan matanya yang begitu pasrah dan nrimo. Padahal malam itu dingin banget, hujan gerimis malah. Bahkan aku emang sengaja mampir di angkringan supaya bisa mencicipi sedikit jahe susu buat ngangetin badan. Tapi adik kecil itu bener-bener bikin aku malu. Setelah bertanya, aku tahu dia baru kelas TK nol besar. 

Memang aku ngga kenal dia, tapi ngga tahu kenapa aku sangat simpati sama adik kecil itu. Di usianya yang masih sekecil itu, rasanya orang juga akan maklum kalau dia ngga mau melakukan tugas mencuci piring setumpuk di malam yang dingin. Tapi rasnya ngga ada sorot penolakan di matanya. Dia ngerjain itu semua dengan tatapan ikhlas. Bahkan sempet aku lihat dia tersenyum dan bersemangat guyon sama penjaga angkringan. 

Ah, saat umurku sekecil itu, aku inget aku masih sibuk bermain dengan lilin mainan, atau menggambar dan mewarnai di buku kesayangan. Bahkan ketika umurku bertambah 15 tahun kemudian, rasanya mencuci piring atau kerjaan rumah lainnya aku kerjain dengan setengah hati. Aku ngga pernah tersenyum seikhlas yang dilakukan adik kecil itu.

Dalam hati aku yakin, pasti di masa depan adik kecil itu menjadi seorang yang sukses, karena keprihatinannya, karena semangatnya, dan karena di usia yang sekecil itu ia rasanya sudah mengerti bagaimana harus menghadapi hidup. Makasih ya dek, karena udah "menjewer" telingaku dengan senyumanmu :)

1 kata temen-temen: