Everyone's critic

Labels:

Aku perhatiin ya, di tiap-tiap ajang mencari bakat di tivi-tivi itu, tiap sang jagoan dikritik sama juri, pasti penonton langsung berteriak "huuu..." nyorakin jurinya. Heran.

memang salah apa si juri? Karena memberi kritik? Sebegitu hebatnya kah manusia hingga dia merasa tidak pantas dikritik, dan yang memberikan kritik di anggap kampungan dan tak menghargai? AKu justru menganggap bahwa orang yang mengatakan "bagus" padahal dalam hatinya dia bilang jelek adalah orang yang sangat tidak menghargai orang lain.

Sederhana aja contohnya, misalnya nih di gigimu ada nyelip cabe merah. Anggeplah kamu di kondangan, abis makan sambel goreng ati (laper...) dan ada cabe merah nyelip di gigi. Kalau temen yang baik, dia bakal ngingetin kamu, meskipun kamu agak merasa malu tapi paling ngga kan cuma sama temenmu doang malunya. Nah kalau temenmu ini kurang ajar, ngga ngasih tahu kamu cuma gara-gara dia ngerasa ngga enak takut nyinggung. Gimana perasaanmu coba, semua orang jadi ngeliat cabe merah di gigi. Aduh...

Jadi aku agak heran, tiap dikritik orang-orang kita ini setengah tidak terima. Iya sih mungkin cara menyampaikan kritiknya kurang bener misalnya. Tapi alangkah lebih baiknya kita menanggapi kritik dengan dewasa juga, ngga kekanak-kanakan. Ngga dengan menarik beribu-ribu eksemplar majalah hanya karena merasa apa yang ditulis di headline majalah itu ngga bener. Logikanya, kalau emang ngga benerm kenapa jadi kelabakan narikin semua majalah hingga harus dicetak ulang?? Kalau merasa bener, kenapa harus takut?

cara kita bersikap pada kritik, melambangkan seberapa matang diri kita sebenarnya. :)

4kata temen-temen: