Gerhana

Labels:


Membahas Eclipse rasanya seperti membahas parade orang-orang berbedak tebal yang sedang main cinta-cintaan. Bukannya apa-apa, tapi aku pikir aku kurang puas dengan film yang sebenernya udah lama aku tunggu-tunggu ini. Mungkin emang bukan hal yang gampang menerjemahkan buku Eclipse yang tebelnya lebih dari 200 halaman untuk menjadi sebuah film yang bagus.

Kelanjutan kisah Bella di Eclipse ini makin mengerikan menurutku. Dia itu sial banget, bisa-bisanya disukain sama dua makhluk gaib yang sama-sama punya kekuatan mengerikan. Dan semua keributan di Forks tempat tinggalnya itu ngga akan terjadi kalau ngga ada Bella. Menurutku dialah akar masalahnya. Tapi di film ini diceritain dialah yang paling pengen menjadi semacam pahlawan dengan sok mengorbankan diri dan sok berusaha mengatasi semuanya sendirian. Dan yang paling bikin jengkel, dia rakus. Maafin kata-kataku yang kasar ini, tapi aku ngga bakal bilang begitu kalau Bella ngga seenaknya suka sama dua orang (cakep) sekaligus, bahkan minta dicium lagi sama si Taylor itu! (kurang ajaarr..)


Bagi yang pikirannya gampang kotor, mendingan jangan nonton film ini, karena banyak adegan-adegan panas antara Bella dan Edward, dimana mereka berusaha saling melucuti pakaian masing-masing. Ups, tapi ngga parah kok.  Yang bikin ngga nahan adalah ketika si Jacob memamerkan dada dan perutnya yang six pack itu (dia sangat menyadari keseksiannya), dan semua penonton cewe di ruang pertunjukan bisa serentak kompak mengeluarkan suara kagumnya, "waaa...", tergoda iman karena dada Taylor Lautner. Yah, gitu deh.


Di luar semua cercaan dan hujatan yang aku sampaikan di atas, sebenernya aku sangat suka serial ini. Walaupun aku sendiri mengakui banyak banget hal yang aneh dan patut dicela, tapi aku kan juga cewe, mendambakan bisa diperebutkan dua cowo cakep macam Edward dan Jacob. Asal Edwardnya ngga make bedak ketebelan aja sih. ^.^ 

P.S btw adegan Bella tidur pelukan sama si Jacob di hadapan Edward sangat keren loh. hihihi

12kata temen-temen: