Inception

Labels:

Kira-kira bakal dicap sebagai blogger durhaka ngga ya kalau jarang blogwalking tapi pengennya update punya diri sendiri mulu? Maaf ya teman-teman -__- saya benar-benar sedang dalam masa peralihan dari benar-benar-sibuk ke status ngga ada kerjaan, jadinya malah ngga jelas.. bahkan untuk mau sekedar ninggalin jejak di rumah blog teman-teman rasanya masih malas *maaf*. Yang jelas saya mengucapkan terimakasih bagi para follower baru saya.. terimakasih sudah mau mengikuti blog saya yang awut-awutan ini... :)

Nah, saya akan membayar hutang berupa resensi 5 film terakhir yang saya tonton.. akan saya bagi menjadi 5 bagian posting terpisah biar ngebanyak2in jumlah posting.. wkwkkwkw...

Yang pertama adalah Inception. Alasan pertama; karena selama beberapa hari sempet menjadi trending topic di twitter. Kedua; karena banyak yang bilang kalau ini adalah film bagus. Ketiga; pemainnya adalah Leonardo diCaprio yang main Titanic itu.. Eniwei, ternyata film ini SANGAT TIDAK COCOK bagi orang yang DUDUNK macam saya ini.

Jalinan cerita yang cepat, dengan logika yang melompat-lompat dan ide dasar yang sama sekali diluar pemahaman saya. Saya pikir apa saya yang terlalu lemot ya jadi susah banget buat ngikutin jalan ceritanya yang kebut-kebutan ini.

Inception bercerita tentang Leonardo yang merupakan seorang eksorcist, artinya dia mampu menembus alam bawah sadar manusia dan kemudian mampu mencuri ide-ide berbahaya dan penting dari dalam kepalanya. Nah, dalam tugasnya kali ini Leonardo bukannya diperintahkan untuk mencuri pikiran, namun sebaliknya, menanamkan suatu ide tertentu terhadap seseorang sehingga orang itu melakukan apa yang mereka inginkan. Semacam cuci otak secara gampangnya.

Disinilah cerita mulai rumit *banget* karena untuk bisa menanamkan ide ini ke alam bawah sadar manusia, para eksorcist ini harus menembus ke 3 level mimpi/bawah sadar manusia. Jadi bayangkan di dalam mimpi kamu bermimpi bahwa kamu sedang bermimpi *bingung kan?*.

Pernah dengar kan bahwa kekuatan alam bawah sadar manusia itu jauh lebih besar dibandingkan dengan alam sadar, dan disitulah letak penting tugas leonardo dan kawan-kawannya ini. Selama pertunjukan, Leonardo dan teman-temannya mengajak kita mengembara ke alam mimpi yang sangat menakjubkan karena di dalamnya kita bisa menciptakan apa yang kita inginkan--hanya dengan memikirkannya. *andai di kehidupan nyata bisa kaya gitu juga*.

Adegan action ngga bakal terlewatin, banyak tembak-tembakan, banyak scene yang harus dilewati penuh dengan logika, konflik yang terjalin antara misi utama kelompok dengan misi pribadi leonardo pun menjadi sangat rumit, hingga kita dibawa pada sebuah ending yang menggantung : jadi apakah mereka sedang hidup di dunia nyata atau mimpi sih??

Hanya sekedar itu sih yang bisa aku tangkep dari keseluruhan cerita Inception ini. Bahwa kita menamai bahwa itu mimpi hanya karena durasinya yang kita pikir lebih pendek dari kehidupan nyata. Lantas jika ternyata kehidupan yang selama ini kita jalani ini ternyata mimpi, lalu apa itu sebenarnya hidup? :)

16kata temen-temen: