My Lucky Clover

Labels:


Setiap orang membawa keberuntungannya sendiri-sendiri. Ya, aku percaya, Itu juga yang jadi alasan kenapa orang-orang Indonesia memilih untuk memiliki banyak anak dalam satu keluarga. Setiap orang punya rezekinya masing-masing.

Tapi pernah suatu kali aku tanya sama siberuang, "Seumur hidup kamu, pernah ngga menangin undian apa gitu, se-ngga penting-pentingnya undian itu?". Dan secara mengejutkan, jawabannya sama denganku, Tidak pernah. Entah ya, setiap ada undian, seberapa banyak pun aku ngirim kuponnya, namaku ngga pernah tercantum dalam daftar pemenang. Kalaupun memang pernah, itu hanya semacam gerak jalan massal satu kampung yang hadiahnya juga beratus-ratus. 

Bukannya kurang bersyukur sih. Kalau disebutin satu-satu, udah banyak kenikmatan dari Tuhan yang aku miliki. Mulai dari anggota badan yang lengkap dan sehat, keluarga yang menyenangkan, calon suami yang seekor beruang *tabok*, bahkan kenikmatan bernafas itu bener-bener suatu hal istimewa yang sangat patut disyukuri. Tapi kok bad luck ya? Kadang suka iri aja kalau denger ada temen baru aja menangin BB lah, menangin mobil lah, rasanya kok dunia macam kamu-jadi-pemenang-dapat-hadiah-gratis itu sangat jauh dari anggapan "nyata" buatku.

Tapi untungnya, yah ternyata aku ngga sendirian. Justru karena bad luck ku mungkin ya, jadi aku ketemu sama beruang yang notabene juga punya bad luck juga. hahaha, teori ngawur sih. Yang pasti, kalaupun nanti-nanti ada undian apa, kata menyerah adalah kata terakhir yang mungkin ada di kamus ku dan beruang. Tapi kata menang mungkin akan segera terlupakan secepat kami memasukkan nomor undian ke kotak. Kalaupun memang nanti ternyata menang, alhamdulillah. Tapi kalau engga, sudah lupa tuh? :)


*) hell yeah, barusan aja googling, dan kayanya aku ketemu jawaban kenapa keberuntungan seseorang bisa sedemikian kecil. Baca aja artikelnya di sini dan di sini. Apa kalian juga termasuk?

14kata temen-temen: