NEW YEAR BOOK GIVEAWAY

9

Hello there,
New years is coming. Lets celebrate it with: books!

i am going to hosting a giveaway of this book:


Yes, OPPOSITE OF FATE by Amy Tan. This is the synopsis...


Terlahir dalam keluarga yang percaya pada takdir, Amy Tan selalu mencari cara-cara alternatif untuk memahami dunia. Dalam The Oppsite of Fate, Amy membagi pengalamannya dalam melepaskan diri dari ekspektasi-ekspektasi dan kutukan-kutukan masa lalunya, serta menciptakan takdirnya sendiri.

Amy Tan bercerita tentang keluarganya, hantu-hantu penghuni komputernya, perjalanan main ski, rock and roll
bersama Stephen King dan kawan-kawan, serta misteri-misteri yang mengaitkan keyakinan dan takdir. Perjalanan hidupnya tidak kalah ajaib dan menarik dibandingkan karya-karya fiksinya, dan penuturannya yang penuh humor dalam buku ini membawa kita untuk memahami takdir serta lawan-lawannya, yakni pilihan-pilihan pribadi, pengaruh-pengaruh, serta kebetulan-kebetulan menguntungkan yang membentuk kita semua.


And hey, if you are like to join this givaway, simply click on my book-blog.

Sempurna

2


Sebenarnya, kesempurnaan adalah ketidaksempurnaan itu sendiri. 

thats why nobody's perfect

-sapidudunk

ngiler

7

Akhir tahun sudah di ujung mata, tinggal beberapa hari lagi udah sampai langkah kaki kita di tahun 2011. Hayoo, buat yang udah bikin resolusi tahun 2010, ada berapa persen yang ngga terwujud?. 
Dari dulu, aku kalo bikin resolusi hampir dapat dipastikan ngga akan terwujud di akhir tahun. Paling banter ya cuma lima puluh persennya doang. Jadi bikin males kalo disuruh buat bikin resolusi lagi.

Eniwei, gara-gara semakin banyak tumpukan buku di rumah.. (yang mana rumahku saat ini masih kecil, sehingga buku-buku itu bener-bener menguasai ruang di rumah), aku jadi memimpikan punya ini...

E-book reader. 
Praktis, ngga makan tempat. Palingan cuma harus beli kartu memori buat nyimpen pdf-pdf e-book, dan ngga perlu ngiler lagi tiap liat buku-buku. Tinggal googling dan donlot e-book yang udah banyak disebar di mana-mana.

Ah,
tapi siapa yang bisa mengalahkan sensasi saat memegang kertas yang nyata-nyata di tanganmu? atau menandingi bau kertas apak dan tua karena buku jadul yang berdebu??.

** 
hiks, tapi tetep pengen ebook readernya,, kabarnya harganya sekitar 2-3 jutaan. yang mau beramal sholeh, sialakan menyumbang untuk saya,, (memelas... ) :p

I am so into you

7

Labels: ,


My (c)hubby had wrote this., then he force me to write the same thing also. Eww. Actually i've wrote something about him, long before we both decide to getting married. Just left, if you objected to read our romance story.


I AM SO INTO YOU.

Maybe its the right answer for my feelings to him. I dont ask to feel this love, or feel this addiction, but maybe if i go further, i’ll go down and too much.like the queen song : too much love will kill u.

Awal kenal dengannya, aku tahu aku bisa mempercayainya. Dan kini pun aku tahu bahwa aku bisa mempercayakan segalanya padanya. Even my life, for him. Kenapa? Apa aku bodoh untuk percaya kepada seseorang yang belum aku kenal terlalu jauh?. Tidak, bukan begitu kawan. Kalau saja kamu sudah bertemu dengannya, aku yakin kamu juga akan sependapat denganku juga. Mungkin dia bukan seorang nabi, karena bahkan ada banyak orang tidak suka padanya. Tapi aku pikir, akan sangat bodoh kalau aku menyia-nyiakan orang ini. Dia teramat berharga, priceless.

Bayangkan saja. Dalam satu bulan, kamu bisa diajak jalan olehnya, kemanapun. Belum termasuk dengan kejutan-kejutan yang diberikan olehnya tiap saat, dan satu hal yang membuatku terikat amat kuat adalah

Read More

Welcome home

3

Aku bertemu mereka lagi. Dengan busana yang sama dan penampilan yang biasa. Senang rasanya ada yang mempersilakan lewat jembatan lagi, meskipun pertemuan kembali setelah 4 hri tanpa alasan itu hanya diawali dengan selembar uang tak seberapa. 

Welcome home, old guy!


tanya

8

Sore dimana semua orang di sekitar Jakarta sepertinya sedang diliputi euforia Philipine-Indonesia di Gelora, aku menemukan bahwa kedua orang tua yang biasa aku temui di jembatan gedung MPR/DPR itu tak ada.
Padahal di tanganku sudah ada sebungkus makanan untuk mereka.

Kemana?

Senyuman hari ini

3

Hei, hei,
Bagaimana hari kalian? Penuh semangat? Ada yang baru dapat rezeki? atau dapat musibah? Semoga semuanya tetep memperkaya diri kita ya :)

Setiap pulang kantor, sekarang sapi lewat jembatan penyeberangan depan gedung MPR/DPR itu untuk menuju kantor suami, biar bisa pulang bareng. Di atas jembatan itu, ada dua orang bapak yang duduk bersila di tanah. mereka berdua hanya beralaskan tikar. Yang satunya sudah berumur 70an mungkin, lengkap dengan rambut yang putih sempurna dan goatee yang menghiasi dagunya. Akseseori wajib kakek tersebut adalah kruk dan sapu lidi yang ia letakkan tak jauh dari duduknya.

Partnernya adalah seorang bapak yang berumur sekitar 50, dengan tubuh (maaf) sedikit terhambat pertumbuhannya, dan goatee juga yang lebat dan hitam menghiasi wajahnya. Kedua orang tersebut selalu mengantarkan senyum kepada siapapun yang lewat, termasuk aku.

Aku jadi sadar, bahwa mungkin aku sekarang adalah orang baru di kehidupan mereka. Aku akan menjadi "tamu" tiap sore mereka selama mungkin 3 tahun ke depan. Senyum mereka berdua yang mungkin malah senyum pertama yang aku (dan orang-orang) dapatkan dalam hari itu. Sikap sopan dan ramah yang mereka tawarkan di akhir hari usai bekerja. Mungkin itu semua yang membuat aku semakin sadar, seharusnya aku banyak bersyukur dan tersenyum dengan apa yang telah aku dapatkan.

***

Eniwei, suamiku finally made his blog alive (again). Nothing new, only couple of post he has made. But i think it is my pleasure to let you know little about him. This is It. Noted that i am his first follower. Ha! Just guess how long he will keep his blog live!

Track of Life

3

Sesuatu akan terasa lebih berharga saat dia sudah ngga ada.


Jika kamu cuma punya waktu lima tahun, setahun, sebulan, seminggu untuk nikmat hidup, apa yang akan kamu lakukan? Tobat, mungkin. Atau melakukan hal gila yang tidak akan kamu sesali meskipun kamu udah ngga ada. Atau bisa saja memperlakukan orang-orang di sekelilingmu yang menyayangimu dengan sebaik-baiknya. 


Manusia memang cenderung malas. Merasa masih punya tipe-ex, dia tidak akan aware terhadap tulisan yang akan dia tulis. Jika terjadi kesalahan, tinggal ambil tipe-ex nya, dan hapus begitu saja. Karena kita sadar, kita masih punya waktu dan kesempatan untuk memperbaikinya. But, if it isn't?

Kamu akan berpikir dua kali sebelum berpikir, sebelum bertindak, sebelum berbicara. Kamu ngga punya kesempatan buat melakukan perbaikan. Sama seperti menyeberang jembatan yang tergantung di atas jurang yang dalam. Kamu tahu kamu cuma harus memperkirakan langkah-langkah terbaik yang bisa kamu lakukan, karena sekali kamu salah, jurang menganga tak menyediakan tangga untuk kembali ke atas.

Kita tahu perjalanan panjang ini ada ujungnya. Hanya saja kita tak mampu melihatnya. Bisa saja tinggal dua langkah lagi. Atau, sepuluh ribu langkah lagi?

Sayangnya, kita tak punya tipe-ex di dalam saku. Jadi, gunakan langkah terbaikmu saja. Happy Life!

Romantise Masa Lalu

5


Yang pernah ke Braga, Bandung, pasti tahu tempat ini. Tempat kamu bisa nyicipin aneka roti khas belanda dengan berbagai toping dan isi yang yummy. Ngga cukup kalau cuma roti doang? pesan eskrim istimewa sebagai desert dan makanlah di tempat kamu bisa duduk dan merasakan sejenak kembali ke berpuluh-puluh tahun silam ketika Belanda masih berjaya di sini.

Sumber Hidangan. Bukan buat ngiklan ya. Waktu aku sama beruang ke sana, kita pesen kue yang kelihatannya paling enak dan eskrim yang paling lengkap toping dan campurannya. Harganya?? bahkan jauh lebih murah daripada beli di Bre*dTalk atau eskrimnya di Ragusa itu. Mungkin emang kualitasnya rada di bawahnya dikit, cuma semua itu ngga bisa ngalahin yang namanya romantisme masa lalu.

Aku sendiri sangat suka dengan romantisme masa lalu. Bagi yang minta dijelaskan arti dari istilah itu, aku sendiri juga ngga ngerti gimana ngejelasinnya. Yang pasti romantisme masa lalu adalah semacam perasaan rindu yang tiba-tiba muncul saat memandang foto-foto tua dan berdebu. Di dalamnya menampilkan beberapa orang pribumi yang bertelanjang kaki sedang mengasuh noni belanda. Backgroundnya adalah sebuah rumah khas Belanda dengan halaman luas. Perasaan rindu dan tiba-tiba melankolis sehingga rasanya ingin mengorbankan apa saja agar bisa berbicara kepada wanita pribumi di foto tersebut.
Bagaimana kehidupan mereka saat itu, bagaimana selera fashion orang jaman itu, bagaimana mereka hidup berdampingan dengan bangsa asing, dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Rasanya ingin mengubek-ubek sampai tak tersisa lagi pertanyaan-pertanyaan dan perasaan semacam rindu. Rindu kepada masa lalu dan asal-usul nenek moyang bangsa ini.

Yang menyakitkan adalah, setelah semua romantisme masa lalu itu berakhir, yang tersisa hanyalah satu pertanyaan besar: Quo Vadis?? Mau dibawa kemana Indonesia ini? Ketika melihat wajah jakarta yang bangun sana-bangun sini, tambal sana-tambal sini, apakah semua romantisme masa lalu itu hanya akan dianggap sebagai sebuah dongeng indah buat anak cucu kita, hingga bahkan mereka ngga pernah tahu kalau Indonesianya pernah Indah dan Makmur, orangnya ramah-ramah dan gemah Ripah loh Jinawi?


Patung pancoran jaman dulu

patung pancoran sekarang

Mungkin apa yang dikatakan Soekarno bener. JAS MERAH: Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah adalah di mana kita semua berasal. Mengingat sejarah membuat kita lebih menghargai apa yang kita miliki sekarang. 

Jadi, sampai kapan kita mau amnesia sejarah?

***


P.s Maaf untuk semua temen-temen, sampai sekarang bahkan aku belom bales komen dan berkunjung balik. Aku akan menyalahkan penyakit berhuruf M besar itu sebagai alasannya. Entah untuk sampai kapan. Orientasi hidup seseorang memang seringkali berubah-ubah.

Naik dari Halte Dong!

6

Bulan ini aku udah telat dua kali.

Bukan, bukan telat yang "ïtu". Ini cuma telat masukin jempol ke mesin adikuasa yang bisa motong gajimu tiap bulan walaupun cuma telat satu detik. Pagi itu aku nyoba berangkat dari Bintaro ke Pancoran, dengan nebeng suami dan dilanjutkan dengan naik metromini. Well, aku pikir itu sebuah pekerjaan yang mudah karena tinggal goyangin tangan dan metromini bakal ngesot-ngesot berhenti di hadepanmu.

But, i was wrong. Ngga tahu kenapa, metromininya ngga ada yang mau berhenti dengan lambaian tanganku ini. Apa mungkin tingkat ke-dudung-an ku ngaruh? hehehehe. Aku baru tahu, ternyata metromini-metromini itu ngga mau berhenti karena aku ngga naik dari halte.

WOW.
Ironis waktu itu aku pikir, karena dari dulu aku selalu memimpikan Indonesia ini, atau minimal Jakarta ini (yang katanya lebih kejam dari ibu tiri) akan menjadi sedikit lebih baik dengan cara mengubah perilaku orang-orangnya. Pemalas, Mental peminta-minta, Ngga tepat Waktu, Seenaknya sendiri, Ngerasa dirinya paling bener, Paling seneng ngelanggar aturan, etc. etc. 

Salah satunya, begini. Aku pernah jengkel karena banyak bus-bus, angkot-angkot yang suka berhenti mendadak di sembarang tempat buat naikin/nurunin penumpang. Perjalananku dengan siberuang a.k.a my Chubby itu terganggu dong ya. Nah, wajar aja kalau aku jadi ngobrolin sama beruang, betapa kelakuan orang di jalan seharusnya ngga kaya gitu.

Misalnya tentang MRT yang ngga jadi-jadi direalisasikan, atau mimpi tentang subway yang ngga tahu terkubur di mana. Bahkan busway yang harusnya banyak berkontribusi mengurai kemacetan pun udah ngga ngaruh lagi sekarang. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengurai kemacetan adalah dengan meningkatkan pelayanan angkutan umum. Penggunanya juga perlu memperbaiki perilaku juga. Misalnya dengan tidak naik di sembarang tempat, tapi di halte yang telah di sediakan.

Dan ternyata aku melanggar sendiri ucapanku. Ah, manusia, emang bisanya cuma omong doang. Pas udah waktu mepet dan harus jalan jauh untuk mencapai halte terdekat demi sang metromini mendekat, akhirnya aku telat nempelin jempol di mesin mistik itu. 

Gaji bulan ini dipotong berapa ya... -__-

Never Ending Asia

8


Aku cinta jogja, seperti aku mencintai hujan yang turun sehabis siang yang terik
Aku cinta Jogja, seperti aku menyayangi kakak laki-laki yang ngga pernah kumiliki
Aku menyukai Jogja, dengan segala kekurangannya. Dengan berjuta kenangan yang ada di dalamnya. Di antara gemerlap lampu lesehan, di sela-sela canda tawa di angkringan, atau cuma sekedar salam sapa di pagi hari oleh tukang sayur di pasar.

Jangan, jangan lukai Jogja rakyatnya yang welas asih, yang menawarkan "rumah"ketika banyak oang kehilangan makna, Jogja yang akan tetap memberikan senyum bahkan ketika berselimut putih abu merapi. 
Memang bukan Jogja-KU, tapi banyak orang jatuh cinta padanya, bahkan sejak langkah pertama menginjakkan kaki di sana. Bukan, Jogja bukanlah duri dalam demokrasi, dia hanya sekedar anomali yang sangat pantas untuk dimaklumi. Dengan segenap perjuangan rakyat dan Sultannya dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah air, yang saat ini digegap gempitai oleh orang-orang terHORMAT di senayan sana, yang saat ini berkuasa dan sedang amnesia.


Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu
Mari sama-sama berdoa, untuk Jogja kita semua, simbol budaya, simbol bahwa kita pernah menjadi orang yang berbudaya luhur dan timur. Agar orang-orang terhormat di sana, segera sembuh dari amnesia sejarahnya. bahwa Jogja adalah bagian dari tanah air kita tercinta, karena tanpanya, bukan Indonesia lagi namanya :(


*p.s Untuk semua kenangan masa lalu, kenyataan masa kini, dan harapan masa depan; di kota indah itu