I am so into you

Labels: ,


My (c)hubby had wrote this., then he force me to write the same thing also. Eww. Actually i've wrote something about him, long before we both decide to getting married. Just left, if you objected to read our romance story.


I AM SO INTO YOU.

Maybe its the right answer for my feelings to him. I dont ask to feel this love, or feel this addiction, but maybe if i go further, i’ll go down and too much.like the queen song : too much love will kill u.

Awal kenal dengannya, aku tahu aku bisa mempercayainya. Dan kini pun aku tahu bahwa aku bisa mempercayakan segalanya padanya. Even my life, for him. Kenapa? Apa aku bodoh untuk percaya kepada seseorang yang belum aku kenal terlalu jauh?. Tidak, bukan begitu kawan. Kalau saja kamu sudah bertemu dengannya, aku yakin kamu juga akan sependapat denganku juga. Mungkin dia bukan seorang nabi, karena bahkan ada banyak orang tidak suka padanya. Tapi aku pikir, akan sangat bodoh kalau aku menyia-nyiakan orang ini. Dia teramat berharga, priceless.

Bayangkan saja. Dalam satu bulan, kamu bisa diajak jalan olehnya, kemanapun. Belum termasuk dengan kejutan-kejutan yang diberikan olehnya tiap saat, dan satu hal yang membuatku terikat amat kuat adalah
dia satu-satunya orang yang mampu membuatku tertawa selama 5 menit tanpa berhenti. Bahkan dia mampu membuatku tertawa sekaligus menangis. Hebat bukan?

Hubungan kami bukan tanpa perang dan adu mulut. Tapi ternyata dengan segala perbedaan pendapat inilah, aku semakin yakin, bahwa dialah orangnya, he is the one. Dulu aku selalu menyangka, pasangan yang tidak pernah berantem itu sangat damai dan enak dan nyaman. Pasti mereka pasangan sejati. But i was wrong. BIG wrong. Pasangan yang tidak pernah berantem adalah pasngan yang tidak SEHAT.

Aku bukannya provokator untuk kalian selalu memicu adu mulut ya, tapi percaya deh. Mana ada sih 2 orang yang berbeda latar belakang, berbeda pemikiran, berbeda sudut pandang, lalu kemudian mereka hidup bersama dan tidak pernah ada cekcok antara mereka? Kalau mereka ga pernah berantem, maka bisa dipastikan mereka hanya memendam perasaan2 tidak setuju, perasaan negatif itu terus menerus, sampai nanti di suatu saat akan meledak dengan hebat.

Bahkan kadang dia sengaja membuatku marah untuk beberapa saat, sengaja membuatku menyalahkannya, atau membuatku jengkel padanya, dan dia sengaja melakukan itu. Karena dia tahu, tanpa itu semua, hubungan kami akan terasa sangat hambar, bagai sayuran tanpa garam. Dia tidak menjadikan hubungan kami penuh dengan kata-kata manis, kata-kata rayuan dan sayang-sayangan yang tiap hari dilontarkan. Tapi dia mampu mengatakan perasaannya lewat perbuatannya padaku, pada setiap perlakuan ketika hujan dan dia merelakan jas hujannya untukku, atau ketika menyeberang dan dia selalu memilih sisi sebelah kanan untukku. Dan aku sangat bersyukur tentang hal itu.

Ehm, oke, cukup tentang basa basi ini. Intinya adalah, meskipun aku mengakui banyak sekali perbedaan aku dan dia; dia gemuk dan aku kurus (hehehe), dia keras kepala dan aku engga, dia emosian dan aku penyabar, tapi dibalik itu semua, aku sayang padanya, karena kami saling melengkapi.

Mungkin hidup kami sebagai pasangan bukanlah yang sempurna, bukanlah yang terbaik. Namun toh,. Aku sudah menjalaninya selama 3 tahun dan berniat untuk lebih serius lagi.

Kalau terus menerus mencari yang terbaik, kita tidak akan pernah bertemu dengan yang terbaik itu. Maka, jadikanlah apa yang kamu punya sekarang, jadikan apa yang ada dihadapmu sekarang, siapapun yang ada bersamamu sekarang, dengan segala kebaikan dan kekurangannya, sebagai yang terbaik untukmu, untuknya, untuk kalian, dan untuk kita semua.


***
and now im happy because i am his wife :)
Happy mother day adn long weekend!

7kata temen-temen: