Naik dari Halte Dong!

Bulan ini aku udah telat dua kali.

Bukan, bukan telat yang "ïtu". Ini cuma telat masukin jempol ke mesin adikuasa yang bisa motong gajimu tiap bulan walaupun cuma telat satu detik. Pagi itu aku nyoba berangkat dari Bintaro ke Pancoran, dengan nebeng suami dan dilanjutkan dengan naik metromini. Well, aku pikir itu sebuah pekerjaan yang mudah karena tinggal goyangin tangan dan metromini bakal ngesot-ngesot berhenti di hadepanmu.

But, i was wrong. Ngga tahu kenapa, metromininya ngga ada yang mau berhenti dengan lambaian tanganku ini. Apa mungkin tingkat ke-dudung-an ku ngaruh? hehehehe. Aku baru tahu, ternyata metromini-metromini itu ngga mau berhenti karena aku ngga naik dari halte.

WOW.
Ironis waktu itu aku pikir, karena dari dulu aku selalu memimpikan Indonesia ini, atau minimal Jakarta ini (yang katanya lebih kejam dari ibu tiri) akan menjadi sedikit lebih baik dengan cara mengubah perilaku orang-orangnya. Pemalas, Mental peminta-minta, Ngga tepat Waktu, Seenaknya sendiri, Ngerasa dirinya paling bener, Paling seneng ngelanggar aturan, etc. etc. 

Salah satunya, begini. Aku pernah jengkel karena banyak bus-bus, angkot-angkot yang suka berhenti mendadak di sembarang tempat buat naikin/nurunin penumpang. Perjalananku dengan siberuang a.k.a my Chubby itu terganggu dong ya. Nah, wajar aja kalau aku jadi ngobrolin sama beruang, betapa kelakuan orang di jalan seharusnya ngga kaya gitu.

Misalnya tentang MRT yang ngga jadi-jadi direalisasikan, atau mimpi tentang subway yang ngga tahu terkubur di mana. Bahkan busway yang harusnya banyak berkontribusi mengurai kemacetan pun udah ngga ngaruh lagi sekarang. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengurai kemacetan adalah dengan meningkatkan pelayanan angkutan umum. Penggunanya juga perlu memperbaiki perilaku juga. Misalnya dengan tidak naik di sembarang tempat, tapi di halte yang telah di sediakan.

Dan ternyata aku melanggar sendiri ucapanku. Ah, manusia, emang bisanya cuma omong doang. Pas udah waktu mepet dan harus jalan jauh untuk mencapai halte terdekat demi sang metromini mendekat, akhirnya aku telat nempelin jempol di mesin mistik itu. 

Gaji bulan ini dipotong berapa ya... -__-

6kata temen-temen: