Romantise Masa Lalu


Yang pernah ke Braga, Bandung, pasti tahu tempat ini. Tempat kamu bisa nyicipin aneka roti khas belanda dengan berbagai toping dan isi yang yummy. Ngga cukup kalau cuma roti doang? pesan eskrim istimewa sebagai desert dan makanlah di tempat kamu bisa duduk dan merasakan sejenak kembali ke berpuluh-puluh tahun silam ketika Belanda masih berjaya di sini.

Sumber Hidangan. Bukan buat ngiklan ya. Waktu aku sama beruang ke sana, kita pesen kue yang kelihatannya paling enak dan eskrim yang paling lengkap toping dan campurannya. Harganya?? bahkan jauh lebih murah daripada beli di Bre*dTalk atau eskrimnya di Ragusa itu. Mungkin emang kualitasnya rada di bawahnya dikit, cuma semua itu ngga bisa ngalahin yang namanya romantisme masa lalu.

Aku sendiri sangat suka dengan romantisme masa lalu. Bagi yang minta dijelaskan arti dari istilah itu, aku sendiri juga ngga ngerti gimana ngejelasinnya. Yang pasti romantisme masa lalu adalah semacam perasaan rindu yang tiba-tiba muncul saat memandang foto-foto tua dan berdebu. Di dalamnya menampilkan beberapa orang pribumi yang bertelanjang kaki sedang mengasuh noni belanda. Backgroundnya adalah sebuah rumah khas Belanda dengan halaman luas. Perasaan rindu dan tiba-tiba melankolis sehingga rasanya ingin mengorbankan apa saja agar bisa berbicara kepada wanita pribumi di foto tersebut.
Bagaimana kehidupan mereka saat itu, bagaimana selera fashion orang jaman itu, bagaimana mereka hidup berdampingan dengan bangsa asing, dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Rasanya ingin mengubek-ubek sampai tak tersisa lagi pertanyaan-pertanyaan dan perasaan semacam rindu. Rindu kepada masa lalu dan asal-usul nenek moyang bangsa ini.

Yang menyakitkan adalah, setelah semua romantisme masa lalu itu berakhir, yang tersisa hanyalah satu pertanyaan besar: Quo Vadis?? Mau dibawa kemana Indonesia ini? Ketika melihat wajah jakarta yang bangun sana-bangun sini, tambal sana-tambal sini, apakah semua romantisme masa lalu itu hanya akan dianggap sebagai sebuah dongeng indah buat anak cucu kita, hingga bahkan mereka ngga pernah tahu kalau Indonesianya pernah Indah dan Makmur, orangnya ramah-ramah dan gemah Ripah loh Jinawi?


Patung pancoran jaman dulu

patung pancoran sekarang

Mungkin apa yang dikatakan Soekarno bener. JAS MERAH: Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah adalah di mana kita semua berasal. Mengingat sejarah membuat kita lebih menghargai apa yang kita miliki sekarang. 

Jadi, sampai kapan kita mau amnesia sejarah?

***


P.s Maaf untuk semua temen-temen, sampai sekarang bahkan aku belom bales komen dan berkunjung balik. Aku akan menyalahkan penyakit berhuruf M besar itu sebagai alasannya. Entah untuk sampai kapan. Orientasi hidup seseorang memang seringkali berubah-ubah.

5kata temen-temen: