Senyuman hari ini

Hei, hei,
Bagaimana hari kalian? Penuh semangat? Ada yang baru dapat rezeki? atau dapat musibah? Semoga semuanya tetep memperkaya diri kita ya :)

Setiap pulang kantor, sekarang sapi lewat jembatan penyeberangan depan gedung MPR/DPR itu untuk menuju kantor suami, biar bisa pulang bareng. Di atas jembatan itu, ada dua orang bapak yang duduk bersila di tanah. mereka berdua hanya beralaskan tikar. Yang satunya sudah berumur 70an mungkin, lengkap dengan rambut yang putih sempurna dan goatee yang menghiasi dagunya. Akseseori wajib kakek tersebut adalah kruk dan sapu lidi yang ia letakkan tak jauh dari duduknya.

Partnernya adalah seorang bapak yang berumur sekitar 50, dengan tubuh (maaf) sedikit terhambat pertumbuhannya, dan goatee juga yang lebat dan hitam menghiasi wajahnya. Kedua orang tersebut selalu mengantarkan senyum kepada siapapun yang lewat, termasuk aku.

Aku jadi sadar, bahwa mungkin aku sekarang adalah orang baru di kehidupan mereka. Aku akan menjadi "tamu" tiap sore mereka selama mungkin 3 tahun ke depan. Senyum mereka berdua yang mungkin malah senyum pertama yang aku (dan orang-orang) dapatkan dalam hari itu. Sikap sopan dan ramah yang mereka tawarkan di akhir hari usai bekerja. Mungkin itu semua yang membuat aku semakin sadar, seharusnya aku banyak bersyukur dan tersenyum dengan apa yang telah aku dapatkan.

***

Eniwei, suamiku finally made his blog alive (again). Nothing new, only couple of post he has made. But i think it is my pleasure to let you know little about him. This is It. Noted that i am his first follower. Ha! Just guess how long he will keep his blog live!

3kata temen-temen: