Andai ngga jadi Pegawai

Suatu pagi, pagi ini, aku ngobrol sama suamiku. Diantara deru motor dan mobil di pagi hari berangkat kantor, dengan debu dan asap polusi dimana-mana, di atas motor merah kesayangan itu aku share dengan suami tentang dilema yang beberapa waktu ini aku pikirin.

Sebagai seorang PNS yang terikat sama absen finger print setiap pukul 07.30 (which is kita harus berangkat sebelum pukul 06.30), kata terlambat atau tidak masuk adalah kata yang harus dihindari jika ngga mau kena penalti pemotongan berapa persen gaji. Dilemanya adalah, ketika keharusan untuk berangkat ke kantor itu bertemu dengan tidak adanya pekerjaan di sana. Maksudnya, udah capek-capek berangkat demi menghindari pemotongan gaji, sampai di kantor ternyata lagi sepi kerjaan. Kalaupun ada, sudah bisa selesai cuma dalam waktu beberapa jam. 

Bukankah itu namanya makan gaji buta? Ngga kerja apa-apa tapi dapet duit. Iya ngga?

Makanya, kata suami, kalo dagang kan jelas. Ngga kerja artinya duit ngga terima, kerja giat artinya duit datang. Ngga ada namanya makan gaji buta. Malahan, ngga ada yang namanya potong gaji, finger print, berangkat pagi, telat, macet.

Enak ya? Andai ngga jadi pegawai. (no offense)

10kata temen-temen: