The Notebook

Labels:

 http://neko-suika.deviantart.com

Aku pernah diberitahu untuk jangan membaca novel karya Nicholas Sparks. Alasannya sebenarnya sederhana: karena endingnya selalu sedih. Tokoh utamanya selalu mati. Aku percaya itu terjadi, dan memang melakukannya. Bukan karena aku juga anggota anti-sad-ending, tapi lebih karena aku belum tertarik dengan novel-novel Nicholas Sparks. Dan yang lainnya karena belum menyempatkan waktu saja.

Tapi akhirnya aku ngga heran ketika menemukan bahwa aku terharu, dan oke, plus beberapa tetes air mata juga setelah selesai menonton The Notebook. Banyak orang pasti akan setuju kalau aku bilang sebuah karya film yang based on book pasti lebih bagusan bukunya daripada filmnya. Aku sendiri belum bisa mengatakan pendapatku mengenai bukunya, tapi aku pikir, filmnya sudah sangat bagus sekali (maaf, kalimat tidak efektif). Bahkan, silakan kalau aku dibilang lebay, tapi menurutku emang ini film bagus sekali (meskipun adegan-adegan orang dewasanya menurutku berlebihan).

Ah, telat ya sebenernya untuk mereview film ini. Tapi sebelum kehilangan kesan setelah menonton filmnya (ya, sekarang aku membiasakan diri untuk tidak membiarkan kesan terhadap sesuatu hilang sebelum aku menuliskannya).

Allie dan Noah. Dua orang remaja yang dimabuk cinta pada liburan musim panas di sudut kota kecil di pinggir sungai. Orang tua, teman-teman, bahkan diri mereka sendiri menyangka bahwa itu semua hanyalah summer romance. Allie semakin yakin bahwa tidak ada apa-apa antara dirinya dan Noah ketika mendapati bahwa Noah bahkan tak menulis surat satupun padanya semenjak mereka berpisah.

Tapi, what if he had wrote all his letters to her, but it was never come? Ya, Noah telah menuliskan 365 surat dalam satu tahun penuh pada Allie hanya untuk berakhir di tangan ibu Allie yang tak menyetujui hubungan mereka. Hingga akhirnya di ambang pernikahan Allie dan Lon, lelaki yang akan jadi calon suaminya, Noah akhirnya menemukan Allie.

Cerita berjalan terus, bagaimana Allie kebingungan untuk memilih antara Noah dan Lon, bagaimana ia akhirnya menemukan ke 365 surat yang tak pernah sampai padanya, dan bagaimana akhirnya kisah cintanya berakhir dengan kematian.

Ah, kisah cinta memang tak akan pernah habis untuk dibicarakan, dibayangkan, di kenang-kenang sepanjang masa. Bagiku, cinta pertama Noah kepada Allie seperti kisah cinta yang tak akan pernah ditemui di dunia nyata. Kalaupun ada, sepertinya kisahnya tak akan berakhir seindah kisah Allie dan Noah. Walaupun begitu, tak ada salahnya memperjuangkannya, satu-satunya milik kita, yang tak akan berkurang bila diberikan sepenuhnya pada orang lain. Karena orang tersebut akan memberikan miliknya yang juga jauh lebih besar daripada milikmu. Love.
(oh.. forgive me for being so mellow.. )

4kata temen-temen: