For Now and Then



Jangan dibuka




Kalau ditanya, apa alasan saya memilih seorang lelaki ini menjadi orang yang dengannya akan saya habiskan sisa hidup saya, saya serta merta menjawab Tidak Tahu. Bukan tidak tahu karena tidak mau tahu, tapi lantaran ada terlalu banyak hal yang ingin saya ceritakan sampai-sampai rasanya semua kata-kata tidak pernah cukup menggambarkannya.

Orang ini akan marah ketika saya tidak mau makan sayur, ketika saya tidak minum obat secara rutin, ketika saya tidak membawa payung padahal hari mendung, atau ketika saya bangun siang dan lupa sholat. Tapi dia akan tersenyum dan mengecup kening saya ketika saya membuatkannya sarapan pagi dan teh hangat, atau saat saya membalurkan minyak kayu putih di dadanya ketika malam tiba.

Orang ini tahu, kapan waktunya untuk membuat saya tertawa, kapan membuat saya manyun, kapan membuat saya marah dan sedikit jengkel dan kapan pula membuat saya bersedih dengan caranya sendiri. Saya juga tak pernah tahu kapan dia akan membawa saya pergi jalan-jalan di mingu pagi secara tiba-tiba, atau kapan dia membawakan bunga mawar putih untukku.

Yang pasti, saya yakin bahwa orang inilah yang akan saya rawat ketika kami sama-sama sudah tua nanti. Kepada orang inilah saya bersedia membagi kebodohan-kebodohan kecil kita bersama. Saya tahu pasti bahwa saya akan merindukan hari-hari Sabtu pagi di mana kami berdua hanya menghabiskan seharian waktu di rumah tanpa melakukan apapun, dengan obrolan biasa-biasa saja dan TV menyala. 

Orang inilah suami saya, dan saya adalah rusuknya yang telah ia temukan. <3


*** 
kepada Tante Susan, thanks for give us chance to state our love. kepada teman-teman, jika ingin mengikuti event ini, sila kunjungi langsung ke blognya mba Susan :)

15kata temen-temen: