Fur Elise

I love this song. One greatest song by Beethoven, Fur Elise. 


Tiap ngedengerin, pasti berbagai kesan dan kilasan bakal kebayang-bayang. Rasanya kaya ada slide show yang diputer di dalem kepala. Suasana yang ketangkep cenderung ke masa lalu, walaupun ngga tahu kenangan macam apa yang melatar belakangi lagu ini. 

Dari artikel-artikel yang aku baca, Fur Elise (diterjemahkan sebagai For Elise dari bahasa Jerman) adalah lagu yang dibuat Beethoven tahun 1810 untuk gadis yang dicintainya. Sebenernya sampai sekarang pun belum diketahui siapa Elise ini sebenernya, karena menurut para peneliti, Beethoven ini sebenernya bermaksud untuk menulis Therese, bukan Elise. Therese sendiri adalah seorang gadis yang batal dinikahinya karena meolak lamarannya. Di versi lain disebutkan bahwa Therese ini sudah telanjur menikah dengan orang lain sebelum Beethoven menyatakan perasaannya. Mungkin inilah yang menyebabkan Beethoven ngga menikah sampai mati.

Terlepas dari siapakah Elise atau Therese ini, melodi lagu Fur Elise emang ngga ada duanya. Bisa dibilang melodi klasik ini sudah dikenal di seluruh dunia, karena iramanya yang lembut dan entah kenapa selalu membangkitkan perasaan-perasaan sedih bercampur dengan sayang kepada seseorang. Fur Elise dimulai dengan nada-nada yang lembut, mengalun, melenakan di bagian pertama kemudian terpecah menjadi progresi yang mengejutkan dan tak terduga di bagian kedua dan ketiga. Kalau didengerin baik-baik, pasti ngerti dimana letak bagian pertama, kedua dan ketiganya. 

Di dalam bayanganku, Fur Elise ini membangkitkan sebuah kilasan langit biru cerah dengan burung-burung terbang santai di atas, angin bertiup semilir. Seorang gadis duduk di teras rumah sambil membayangkan kekasihnya yang berada jauh dan tak pernah bertemu sekian lama. 

Gimana menurutmu?

6kata temen-temen: