heh!

5

For many times, LEBIH TELITI DONG NA!

Masa sampe harus berulang berkali-kali? Masa sampe harus merasa "diuji" sampe pusing? Bahkan apa yang dikatakan sama beruang kayanya ngga mempan sama sekali. Harus mengalami berapa kali lagi sampai harus sadar bahwa TELITI dan RAJIN itu sangat diperlukan, terutama untuk cewek yang kebetulan udah punya suami dan udah kerja meskipun baru masa percobaan?

Damn me! 

Lewat Kamu

6

Aku kenal kata cinta dari kamu lewat bunga mawar putih yang kamu beri saat aku pulang. Pipimu seharusnya memerah malu, tapi aku tak menemukannya. Mungkin karena kamu lebih bisa mengendalikan detak jantungmu, atau mungkin karena kamu sudah lebih terbiasa melakukannya.

Aku juga kenal kata cinta dari kamu lewat gandengn tanganmu saat kita menyeberang jalan raya. Erat, tak tergoyahkan, mantap dan hangat.Kamu membiarkanku berjalan di sebelah kirimu. 

Aku kenal kata cinta lewat tatapan marahmu, saat aku menolak untuk sarapan. Kamu hanya diam, dan meninggalkanku dengan ras bersalahku. Kamu selalu tahu bahwa kemudian aku akan menyusulmu dan akhirnya mau sarapan bersamamu.

Aku kenal cinta, lewat kamu.  


***

330haribermonolog
adalah proyek pribadi. 100% fiktif

Dandellion

2

Sebelumnya aku tak pernah memperhatikan, bahwa ternyata dagumu runcing, dengan lesung di tengah-tengah. Lesung itu selalu muncul ketika kamu tersenyum atau tertawa lebar, baik karena leluconmu yang kadang-kadang tak lucu, atau karena tingkah bodohku  yang menurutmu sangat random.

Kamu sama-sama mencintai suara gemeresak buku ketika dibuka cepat, kamu juga sama-sama memuja bau apak dari lembaran buku tua yang sudah menguning, yang baru saja kamu temukan di toko buku perempatan. Bahwa kamu menyukai kopi setengah mati dan aku tidak, bukanlah sesuatu yang menghalangi kita untuk tetap berjalan di sore hari ketika cuaca cerah. Mozart hanyalah sesuatu yang berada di urutan terbawh playlistmu, tapi aku senang kita sama-sama menyukai karakter suara Celine Dion. 

Kamu tahu, saat kamu meniup bulu-bulu bunga dandelion, mungkin bukan kamu yang berharap melainkan aku. Bersama mereka, terbang juga harapanku untuk bisa menggenggam tanganmu, terus saja. Sama seperti episode-episode hujan dan biru kita.

***

#30haribermonolog
adalah proyek pribadi. setiap postnya 100% fiktif

Bianglala

4

Ini kali pertama kamu membawaku ke taman ria. Aku berbaju pink dengan rendarenda, tanpa lipstik. Satu tangan membawa air minum dan tangan yang lain bebas. Berharap untuk bisa dipenuhi dengan tanganmu nanti. 

Aku sangat bersemangat. Melihatmu berbaju kemeja creme cerah dengan potongan kerah yang makin menonjolkan leher kokohmu. 
Tingkahku seperti anak kecil kegirangan yang dibelikan segerobag permen kesukaan. Keringat, air, adrenalin, sudah tercampur rata pada kita berdua. Banyak momen terabadikan, termasuk saat kamu menghapus lelehan eskrim di pipiku, dengan mulutmu,
Aku yakin malam ini aku takkan bisa tidur.

***

#30haribermonolog
adalah proyek pribadi di mana di setiap postingnya 100% fiktif

Under the Tree

3

Aku memang punya kecenderungan untuk selalu diam, bahkan ketika kamu terus-terusan mengajak bicara. Kamu itu serupa aliran air sungai di pegunungan, yang tak hentinya berubah, tak henti mengalir. Kita berdua duduk di bawah pohon, memandang langit biru yang biasanya tak ramah. Kamu terus saja bicara, tak menyadari bahwa sudut mataku menelusuri senyummu, mencumbui matamu, mencium aroma wangi pipimu. 

Rumput basah, mungkin semalam hujan. Atau mungkin hanya embun, yang mencair karena kedatangan kita berdua. Dengan tanganmu menggenggam milikku, aku pikir kamu bisa membaca pikiranku, bahwa aku ingin momen ini berlangsung selamanya. Begitu bukan, angin?

***
#30haribermonolog
adlah sebuah proyek pribadi di mana di setiap post 100% fiktif

The Blue Umbrella

1 |

Aku bermandikan air hujan. Basah sebasah-basahnya. Memangnya aku pernah peduli? Tapi kamu peduli. Bahkan tanpa mengetahui namaku, kamu membagi payung berwarna biru yang hanya satu kepadaku. Kamu tak memedulikan tatapan bertanya dariku, yang kamu lakukan hanya terus berjalan sambil berusaha membuatku terus berada sepayung denganmu.

Kita sampai di depan toko kacamata, hanya untuk berteduh sebentar. Sejenak, kamu memandang arlojimu dan berpikir. Mungkin kamu sedang mengira-ngira jam berapa kamu bisa sampai di rumah untuk bisa bertemu--siapapun yang ada di rumahmu. Dan senyum itu yang pertama kamu sunggingkan kepadaku, yang hingga saat ini masih memenuhi mimpi-mimpiku setiap malam. Yang selalu datang saat hujan turun, entah kenapa.

***
#30haribermonolog
adalah sebuah proyek pribadi di mana semua yang dituangkan dalam post 100% fiktif.

Rumah di tepi danau

5

Kamu mengajakku ke sebuah rumah tua di pinggir danau. Rumah yang besar, namun sayang kini tak pernah ditinggali lagi. Kayunya lapuk, termakan usia dan rayap. Tentu saja. Tapi aku bisa membayangkan bahwa rumah itu dulunya indah. Ya, bahkan di kondisi terburuknya saat ini, rumah itu masih menyimpan keindahannya. Danau yang terletak tak jauh, kini memantulkan cahaya matahari yang semakin jingga. Mungkin ini saatnya pulang, namun sebelumnya kamu masih sempat mengucapkan,
"Suatu saat kita akan punya rumah seindah ini". 

Mungkin juga itu salah satu alasan aku mau duduk berdua di depan penghulu untuk menyaksikanmu mengucapkan janji, satu tahun yang lalu

****

#30haribermonolog

***

sedikit cuap-cuap.

Untuk menghilangkan segala bentuk prasangka baik buruk atau baik, mungkin perlu aku tambahkan bahwa apa yang aku tuliskan di postingan dengan tagar #30haribermonolog ini BUKANLAH cerita pribadiku. Ini semuanya hanya 100% fiktif hasil rekaan dadakan. 

Lagi pula, aku masih belum tahu apa sih sebenernya bermonolog itu, karena selama ini aku cuma ngoceh ngga keruan juga. Tapi ngga papa lah, yang penting target 30 hari harus terpenuhi :)

Separated

4

Jangan. 
Aku pernah bilang padamu untuk tak lagi melintas di garis vertikal yang sepakat telah kita buat. Jelas itu salahmu, yang membuat garis itu bertambah nyata saja rupanya. Dan tentu saja aku menepati janjiku untuk tak lagi melanggar batas. Batas antara kamu dan aku, bahwa kita memutuskan untuk tak lagi saling bersama. 
Dan sekali ini, dua kali ini, tiga kali ini, kamu dengan sengaja melewati garis vertikal bercat putih. Bukannya aku tak mau mendapat kesempatan untuk bisa menatap mata coklatmu yang indah itu lagi. Hanya saja, aku tak tahu mengapa setiap sisi wajahmu mengintip ke sisiku, ada rasa sakit yang amat di dada sebelah kiri di dekat hati. 
Tolong, jangan lakukan itu lagi. Kalaupun kamu mau, kamu boleh tinggal di sisi sebelah sini. Hanya saja, mungkin kamu perlu menjelaskan terlebih dahulu kepada seseorang yang saat ini sedang hidup bersamamu di sana. 
Maaf. 


***
#30haribermonolog

Randomness

3

You can skip this post. Sorry I can't help being soooo "ababil" in this case. 

When I was in Junior Hi School, I could not miss the number one korean series which was aired in TV local. You know what it is. Endless Love. And I was deeply in love with Won Bin, one of the most miserable character on this series. 


Just look the way he smile. so cute, huh? I didn't say he is hot, but he is too cute to be a man. Hell yeah, His smile just sooo georgeous.

The second guy I fell of with is, Vic Zhou. Yes, I am the victim of Asian Drama. When Meteor Garden was booming, I just know at once that I am deeply madly in love with him.

Likely I am fall of guys who have the most suffer scene on their cast. He love a girl who has in love with other guy which is his bestfriend. Too terrible? Yes. Thus, I love both of them for being so strong and big-heart to face their condition.

Really, I can't help being melted when I look their face,,, uggh... #melting.

Bagaimana Jika

3

Bagaimana jika,
masa lalu ngga pernah ada di antara kamu dan aku
saat tahu bahwa senyumku tak akan pernah kuberikan kembali padamu
karena aku sadar di belakangku, masih setia menunggu
lelaki dari masa depanku.

Bagaimana jika,
aku memilih untuk tetap tinggal.
Dan tak peduli lagi dengan apa yang ada di pintu waktu
Dan lebih memilih kamu sebagai orang yang dengan senang hati mengambilkan ku secangkir teh hangat di malam yang dingin.

Mungkin kamu dan aku sudah tahu
kita sama-sama tak memilih satu sama lain
karena kita berdua tak pernah ada sebenarnya
kenangan samar itu hanya semu, bunga tidur.
kecupan sekilas di keningku juga mungkin hanya ilusi yang terlalu sering kubayangkan datang darimu

Ya, hanya gerimis dan pelangi samar di ujung langit yang tahu.

***


#30haribermonolog