Dandellion

Sebelumnya aku tak pernah memperhatikan, bahwa ternyata dagumu runcing, dengan lesung di tengah-tengah. Lesung itu selalu muncul ketika kamu tersenyum atau tertawa lebar, baik karena leluconmu yang kadang-kadang tak lucu, atau karena tingkah bodohku  yang menurutmu sangat random.

Kamu sama-sama mencintai suara gemeresak buku ketika dibuka cepat, kamu juga sama-sama memuja bau apak dari lembaran buku tua yang sudah menguning, yang baru saja kamu temukan di toko buku perempatan. Bahwa kamu menyukai kopi setengah mati dan aku tidak, bukanlah sesuatu yang menghalangi kita untuk tetap berjalan di sore hari ketika cuaca cerah. Mozart hanyalah sesuatu yang berada di urutan terbawh playlistmu, tapi aku senang kita sama-sama menyukai karakter suara Celine Dion. 

Kamu tahu, saat kamu meniup bulu-bulu bunga dandelion, mungkin bukan kamu yang berharap melainkan aku. Bersama mereka, terbang juga harapanku untuk bisa menggenggam tanganmu, terus saja. Sama seperti episode-episode hujan dan biru kita.

***

#30haribermonolog
adalah proyek pribadi. setiap postnya 100% fiktif

2kata temen-temen: